alexametrics

Rohadi Eks Panitera PN Jakut Didakwa Terima Suap hingga Rp 4,6 Miliar

Rizki Nurmansyah | Welly Hidayat
Rohadi Eks Panitera PN Jakut Didakwa Terima Suap hingga Rp 4,6 Miliar
Tersangka kasus suap panitera PN Jakarta Utara Rohadi meninggalkan gedung KPK usai menjalani pemeriksaan di Jakarta, Kamis (16/6). [suara.com/Oke Atmaja]

Rohadi mendapatkan uang suap itu agar dapat membantu Robert dan Jimmy agar diputus bebas di tingkat kasasi MA.

Suara.com - Mantan Panitera Pengganti di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Rohadi didakwa menerima suap mencapai Rp 1,21 miliar.

Uang suap itu diterima untuk mengurus perkara dua mantan anggota DPRD Papua Barat yang terjerat korupsi, Jimmy Demianus Ijie dan Robert Melianus Nauw.

"Bahwa hadiah atau janji tersebut diberikan untuk menggerakkan agar melakukan atau tidak melakukan sesuatu dalam jabatannya, yang bertentangan dengan kewajibannya," kata Jaksa Kresno Wibowo dalam pembacaan dakwaan di PN Tipikor, Jakarta Pusat, Senin (1/2/2021).

Jaksa Tresno menyebut terdakwa Rohadi mendapatkan uang suap itu agar dapat membantu Robert dan Jimmy agar diputus bebas di tingkat kasasi Mahkamah Agung (MA).

Baca Juga: Fokus Usut Pemberi Suap, Dalih KPK Ogah Bawa Eks Mensos Juliari Reka Ulang

Di mana, ditingkat pertama di Pengadilan Tipikor Jayapura Robert dan Jimmy divonis 1 tahun 3 bulan.

Keduanya pun mengajukan banding di Pengadilan Tinggi (PT). Dan hukuman mereka makin diperberat untuk Jimmy 2 tahun dan Robert 4 tahun.

Jaksa Kresno mengungkapkan Jimmy dan Robert dapat bantuan dari Rohadi tak lepas dari peran dua hakim di Pengadilan Tinggi Jayapura yakni, Julius C. Manupapami dan Sudiwardono.

Kedua hakim ini yang menyarankan agar Jimmy dan Robert meminta bantuan kepada Rohadi. Lantaran Rohadi merupakan orang yang dekat dengan pejabat di MA.

"Itu Sudiwardono mengatakan bahwa benar ada teman (Rohadi) yang bisa membantu 'mengurus' perkara tersebut di MA dan untuk segala 'sesuatunya' agar berhubungan langsung melalui Julius," ucap Jaksa Kresno.

Baca Juga: KPK Ungkap Orang Suruhan Ihsan Yunus Terima Uang Rp1,5 M dan 2 Brompton

Selanjutnya, Jimmy dan Robert mengikuti saran kedua hakim tersebut. Sehingga, Sudiwardono menemui Rohadi untuk membantu perkara Jimmy dan Robert di tingkat MA.

Komentar