alexametrics

Demokrat Kepri Nyatakan Loyal Pada AHY: Kita Lawan yang Ingin Pecah Partai

Siswanto
Demokrat Kepri Nyatakan Loyal Pada AHY: Kita Lawan yang Ingin Pecah Partai
Agus Harimurti Yudhoyono di kawasan Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat (3/8/2018). [Suara.com/Ria Rizki Nirmala Sari]

Demokrat Kepri menyatakan siap bergerak untuk membentengi AHY. Mereka telah menyampaikan surat pernyataan loyal terhadap kepemimpinan AHY.

Suara.com - Jika terjadi pengambilalihan kepemimpinan Partai Demokrat secara inkonstitusional, sejumlah dewan pimpinan daerah menyatakan akan tetap setia mendukung Agus Harimurti Yudhoyono.

DPD Partai Demokrat Kepulauan Riau merupakan salah satu yang menyatakan akan loyal pada AHY.

Ketua DPD Partai Demokrat Kepulauan Riau Apri Sujadi, Selasa (2/2/2021), menegaskan sikapnya untuk merespons testimoni AHY yang menyebutkan ada gerakan membajak kepemimpinan partai dan disinyalir melibatkan pejabat tinggi negara.

Apri menyatakan, "Kita pastikan Demokrat Kepri tetap konsisten dan solid dukung AHY serta akan melawan apapun yang ingin memecah belah Partai Demokrat."

Baca Juga: Sikap AHY Kemarin Cegah Pembajakan Demokrat Berlangsung Lebih Cepat

Demokrat Kepri menyatakan siap bergerak untuk membentengi AHY. Mereka telah menyampaikan surat pernyataan loyal terhadap kepemimpinan AHY.

"Demokrat Kepri satu komando dengan seluruh DPD Demokrat yang ada di Indonesia untuk loyal dan mengakui kepemimpinan sah AHY. Semua elemen Demokrat Kepri dari DPD sampai DPC juga sudah membuat surat pernyataan," kata Apri kepada Batamnews -- jaringan Suara.com.

Dalam laporan Batamnews disebutkan, Ketua Insan Muda Demokrat Indonesia Kepri Surya Makmur Nasution menegaskan hal yang sama dengan Apri.

Dia mendorong DPP Partai Demokrat menindak kader yang terlibat dalam gerakan itu.

"Bila ada kader yang melakukan tindakan pembusukan dari dalam partai, DPP Partai Demokrat harus segera mengambil langkah tegas menertibkannya," kata Surya Makmur.

Baca Juga: Versi Pengamat: Kudeta Partai Demokrat Bisa Terjadi Bulan Ini

Tindakan tegas tersebut dibutuhkan untuk memastikan Demokrat tetap solid menyongsong pemilu 2024.

"DPD Insan Muda Demokrat Indonesia  Kepri bersama AHY untuk memenangkan pemilu 2024," kata dia.

Langkah AHY dinilai tepat

Sikap responsif AHY setelah mendapatkan laporan adanya upaya pembajakan Partai Demokrat dapat dipahami karena jika dibiarkan gerakan tersebut bisa berlangsung cepat.

"Karena jika tak diungkap ke publik dan jika publik tak tahu, bisa jadi bulan ini kudeta (Partai Demokrat) itu sudah terjadi," kata analis politik dari Universitas Al Azhar Indonesia Ujang Komarudin kepada Suara.com.

Setelah gerakan tersebut terungkap, kata Ujang, segera menjadi perhatian publik.

"Namun karena sudah diungkap ke publik maka publik pun turut peduli dan mengawasi terkait soal akan ada kudeta di Demokrat tersebut," kata Ujang.

Jika gerakan semacam itu tidak diantisipasi, pengambilalihan kepemimpinan partai bisa berlangsung cepat.

Ujang menyontohkan Partai Berkarya. "Saya bandingkan dengan Partai Berkarya. Kudeta Partai Berkarya itu karena tak mencuat ke publik. Akhirnya tahu-tahu ada kudeta," kata Ujang.

Ujang menyebut langkah AHY menyurati Presiden Joko Widodo untuk mengklarifikasi laporan ada pejabat tinggi negara ikut terlibat gerakan pengambilalihan kepemimpinan Partai Demokrat sebagai hal yang bagus.

Langkah tersebut merupakan usaha AHY membentengi partainya dari usaha-usaha inkonstitusional.

"Hal yang bagus saja jika AHY sudah berkirim surat ke Presiden untuk klarifikasi. Dan agar Presiden mengingatkan anak buahnya yang dianggap dan diduga akan mengkudeta," kata Ujang.

Komentar