Kisah Perempuan Prancis: Masalah Saya adalah Saya Dinyatakan Meninggal

Siswanto | BBC | Suara.com

Jum'at, 05 Februari 2021 | 15:06 WIB
Kisah Perempuan Prancis: Masalah Saya adalah Saya Dinyatakan Meninggal
BBC

Suara.com - "Masalah saya adalah saya dinyatakan meninggal dunia," kata Jeanne Pouchain.

Meski terdengar seperti sulit dipercaya, tetapi itulah yang terjadi kepada perempuan berusia 58 tahun tersebut yang berdomisili di dekat Lyon di Prancis.

Akibatnya, KTP dan SIM miliknya tidak berlaku lagi, nomor jaminan sosialnya dibatalkan dan asuransi kesehatannya dihentikan.

"Saya sudah mati. Saya sudah mati di mata pengadilan, lembaga-lembaga pemerintah, saya sudah meninggal bagi semua itu."

"Saya merasa berada dalam lingkaran neraka," katanya kepada kepada media televisi lokal.

"Saya tidak lagi keluar rumah karena saya tidak tahu apa yang akan terjadi jika saya ditangkap, jika saya menghadapi masalah. Jika saya perlu belanja kepentingan rumah tangga, saya akan menundukkan kepala atau datang mendekati jam tutup dan melakukannya dengan sangat cepat, hanya untuk membeli beberapa barang saja."

"Suami saya yang berbelanja. Saya tidak berani mengemudi, seperti dulu. Saya bangun di pagi hari dan tidak sabar menunggu hari itu berakhir."

Hal yang ia hadapi itu bukanlah sebuah masalah yang dimulai baru-baru ini - Jeanne telah resmi mati selama tiga tahun.

Mati atau hidup?

Dia terkejut saat mengetahui bahwa secara hukum dia tidak lagi tercatat sebagai seseorang yang hidup.

"Saya mengetahui bahwa saya tidak lagi hidup melalui keputusan Pengadilan Tinggi Lyon," kata Jeanne.

"Juru sita pengadilan datang dan mereka memberi tahu saya tentang Jeanne Pouchain yang 'telah meninggal'."

Para petugas pengadilan itu membawa dua surat, satu untuk suaminya dan satu lagi untuk putranya.

"Saat membaca dokumen-dokumen ini, saya menyadari bahwa, faktanya, saya sudah mati."

Putusan pengadilan

Berbagai masalah tampak dimulai ketika Jeanne digugat oleh seorang mantan karyawan.

Jeanne dulu menjalankan perusahaan pembersih, dan seorang mantan pekerja mencari kompensasi karena kehilangan pekerjaannya hampir 20 tahun yang lalu.

Kasus ini terus berlanjut melalui sistem hukum Prancis selama bertahun-tahun, sampai pengadilan di Lyon memutuskan pada 2017 bahwa ganti rugi harus dibayar, tetapi manajer perusahaan pembersih itu telah meninggal dunia.

Jeanne mengklaim bahwa dia tidak pernah menerima panggilan untuk menghadiri persidangan sehingga dia tidak dapat menggugat penyelesaian keuangannya maupun statusnya sebagai seorang individu yang telah meninggal.

Akibatnya, dia tidak hanya dibiarkan dinyatakan mati secara resmi, tetapi suami dan putranya diberitahu untuk membayar $17.000 sebagai kompensasi kepada mantan karyawan tersebut.

Dampak dari putusan tersebut ternyata lebih dari sekedar finansial.

"Semuanya seperti medan perang," katanya.

"Saya tidak lagi pergi keluar rumah, saya tinggal di rumah sesering mungkin.

"Saat seseorang membunyikan bel pintu, saya bersembunyi karena takut. Saya tidak tahu kabar buruk apa lagi yang akan datang."

Hanya hidup dua kali

Lebih dari tiga tahun telah berlalu dan Jeanne masih berusaha membujuk sistem administrasi Prancis untuk secara hukum membangkitkannya kembali.

"Saya ingin negara mengembalikan identitas saya. Identitas saya diambil. Saya ingin mendapatkan hidup saya kembali, keluarga saya kembali, suami saya, anak saya, lingkaran sosial saya."

Pekan lalu, pengadilan mengadakan sidang terbuka di mana pengacara Jeanne mengajukan klaim pencatatan palsu terhadap peradilan Prancis.

Tim hukum Jeanne harus membuktikan ketidakabsahan dokumen pengadilan yang menyatakan dia sudah mati untuk membatalkan putusan sebelumnya yang menggambarkan dia sebagai seseorang yang sudah meninggal.

"Yang terpenting adalah membuktikan bahwa saya hidup, untuk membuktikan bahwa saya ada," katanya.

Kembali ke masa depan

Tidak ada yang mengetahui secara persis bagaimana situasi itu terjadi.

Pengacara Jeanne, Sylvain Cormier, saat berbicara kepada kantor berita AFP, mengklaim "mantan karyawan tersebut mengatakan bahwa Nyonya Pouchain telah meninggal, tanpa memberikan bukti apa pun, dan semua orang percaya padanya".

"Tidak ada yang memeriksanya," tambahnya.

Mantan karyawan itu belum berbicara secara terbuka, atau bahkan diidentifikasi, tetapi pengacaranya menuduh Jeanne ikut andil dalam kematiannya sendiri.

Mereka menuduh bahwa dia berpura-pura mati untuk menghindari litigasi, termasuk menolak untuk menjawab surat pengadilan.

Kedua belah pihak saling berselisih tentang versi kejadian.

Siapa pun itu yang harus disalahkan, satu hal tampak jelas - Jeanne belum mati.

Jeanne ada mendapat kabar baik - salah satu agen pemerintah mengatakan kepadanya bahwa mereka tidak lagi menandai dia sebagai mati, tetapi mereka juga belum mengklasifikasikannya sebagai hidup.

"Aku sedang dalam proses," kata Jeanne.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dinyatakan Meninggal, Pria Ini Terpaksa Jadi Penjahat Demi Buktikan Masih Hidup

Dinyatakan Meninggal, Pria Ini Terpaksa Jadi Penjahat Demi Buktikan Masih Hidup

News | Jum'at, 26 Juli 2024 | 14:20 WIB

Terkini

Akademisi Sorot Rencana Akses Pesawat Asing: Negara Harus Pegang Teguh Politik Bebas Aktif

Akademisi Sorot Rencana Akses Pesawat Asing: Negara Harus Pegang Teguh Politik Bebas Aktif

News | Kamis, 30 April 2026 | 08:31 WIB

Guru California Kirim Email Perpisahan ke Keluarga Sebelum Coba Bunuh Donald Trump

Guru California Kirim Email Perpisahan ke Keluarga Sebelum Coba Bunuh Donald Trump

News | Kamis, 30 April 2026 | 08:02 WIB

Sudah Overload, Pembuangan Sampah DKI ke Bantargebang Bakal Dipangkas 50 Persen

Sudah Overload, Pembuangan Sampah DKI ke Bantargebang Bakal Dipangkas 50 Persen

News | Kamis, 30 April 2026 | 07:52 WIB

China Luncurkan Hiu Biru, Jet Tempur Siluman Penantang Pesawat F-35 Amerika Serikat

China Luncurkan Hiu Biru, Jet Tempur Siluman Penantang Pesawat F-35 Amerika Serikat

News | Kamis, 30 April 2026 | 07:52 WIB

Alarm Bumi! Antartika Mulai Mencair dari Bawah, Ilmuwan Ungkap Ancaman Besar

Alarm Bumi! Antartika Mulai Mencair dari Bawah, Ilmuwan Ungkap Ancaman Besar

News | Kamis, 30 April 2026 | 07:43 WIB

Drama di Laut Mediterania! Militer Israel Hadang Armada Kemanusiaan Menuju Gaza

Drama di Laut Mediterania! Militer Israel Hadang Armada Kemanusiaan Menuju Gaza

News | Kamis, 30 April 2026 | 07:27 WIB

Iran Murka! AS Masih Tahan 22 Awak Kapal Touska, Teheran Siapkan Balas Dendam

Iran Murka! AS Masih Tahan 22 Awak Kapal Touska, Teheran Siapkan Balas Dendam

News | Kamis, 30 April 2026 | 07:17 WIB

Kasus Kekerasan di Daycare Baby Preneur Aceh, Polisi Tetapkan 3 Tersangka

Kasus Kekerasan di Daycare Baby Preneur Aceh, Polisi Tetapkan 3 Tersangka

News | Kamis, 30 April 2026 | 07:03 WIB

Asa di Tengah Duka: Pemprov DKI Siapkan Beasiswa bagi Anak Guru Nur Laila Korban Tragedi KRL Bekasi

Asa di Tengah Duka: Pemprov DKI Siapkan Beasiswa bagi Anak Guru Nur Laila Korban Tragedi KRL Bekasi

News | Kamis, 30 April 2026 | 07:00 WIB

Viral CCTV Penganiayaan Balita di Daycare Aceh, Polisi Ungkap Kejadian Terjadi Dua Kali

Viral CCTV Penganiayaan Balita di Daycare Aceh, Polisi Ungkap Kejadian Terjadi Dua Kali

News | Kamis, 30 April 2026 | 06:56 WIB