Persahabatan Unik, Antara Tukang Pos dan Seekor Angsa selama 37 Tahun

Reza Gunadha, Hikmawan Muhamad Firdaus

Selasa, 09 Februari 2021 | 09:53 WIB
Persahabatan Unik, Antara Tukang Pos dan Seekor Angsa selama 37 Tahun
Ilustrasi angsa. (Pexels/Anthony)

Suara.com - Sebuah persahabatan yang tidak biasa terjalin di Turki antara seorang pria dan seekor angsa yang diselamatkan dengan kondisi yang mengenaskan.

Menyadur The  Associated Press, Selasa (9/2/2021) Recep Mirzan menemukan seekor angsa betina yang diberi nama Garip 37 tahun lalu di provinsi Edirne barat Turki.

Mirzan dan teman-temannya sedang dalam perjalanan dan mengambil jalan pintas, di saat itu ia melihat seekor angsa dalam kondisi sayap patah.

Mirzan langsung membawa angsa itu untuk melindunginya dari pemangsa dan meletakkannya di dalam mobil. Kemudian dia membawa angsa itu ke rumahnya.

Sejak saat itu, Garip tinggal di peternakan pria tersebut di wilayah Karaagac, berbatasan dengan Yunani.

Garip mengikuti Mirzan setiap kali dia kehabisan pena, menemaninya ketika dia melakukan tugasnya di sekitar pertanian atau untuk jalan-jalan sore.

"Karena saya mencintai hewan, saya berkata pada diri sendiri bahwa saya harus membawanya pulang daripada meninggalkannya sebagai mangsa rubah," kata Mirzan kepada The Associated Press.

"Kami terbiasa satu sama lain. Kami tidak pernah berpisah." sambung pensiunan tukang pos Turki tersebut.

Mirzan menamai angsa itu Garip, yang diterjemahkan sebagai "aneh" tetapi juga digunakan untuk menggambarkan orang-orang yang kurang beruntung.

baca juga

Setelah patah sayap Garip sembuh, angsa itu tinggal bersama Mirzan dan juga berteman dengan kucing dan anjing di daerah tersebut.

Garip menghabiskan sebagian besar waktunya di luar kandang dan tidak pernah mencoba melarikan diri dari peternakan Mirzan.

Duda berusia 63 tahun tersebut mengatakan Garip telah setia kepadanya dan memilih untuk tetap di sisinya. Mirzan menganggap angsa itu sebagai anaknya.

Hidup bersama Mirzan jelas bermanfaat bagi Garip. Menurut Suaka Angsa yang berbasis di Inggris, umur rata-rata angsa di alam liar adalah 12 tahun.
Dikatakan bahwa, jika seekor angsa hidup dalam lingkungan yang dilindungi, mereka dapat hidup hingga 30 tahun.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Perjuangan Cinta Pemuda Jambi Nikahi Gadis Turki Bikin Haru, Kisahnya Viral

Perjuangan Cinta Pemuda Jambi Nikahi Gadis Turki Bikin Haru, Kisahnya Viral

Sumbar | Selasa, 09 Februari 2021 | 08:29 WIB

Penuh Perjuangan, Kisah Pemuda Jambi Mempersunting Gadis Turki

Penuh Perjuangan, Kisah Pemuda Jambi Mempersunting Gadis Turki

Sumsel | Selasa, 09 Februari 2021 | 07:59 WIB

Suka Nonton Sinetron Turki, Nenek 60 Tahun Putuskan Masuk Islam

Suka Nonton Sinetron Turki, Nenek 60 Tahun Putuskan Masuk Islam

Sumbar | Senin, 08 Februari 2021 | 19:29 WIB

Terkini

Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak

Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:46 WIB

Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?

Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:31 WIB

Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan

Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:21 WIB

Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?

Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:13 WIB

Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha

Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?

Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:58 WIB

Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari

Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:46 WIB

Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan

Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:30 WIB

Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik

Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:05 WIB

Kebakaran Desa Adat Sade, Gubernur NTB Ungkap Dugaan Awal: Masalah Listrik

Kebakaran Desa Adat Sade, Gubernur NTB Ungkap Dugaan Awal: Masalah Listrik

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:04 WIB

×