Menang 56 Suara, Senat AS Lanjutkan Sidang Pemakzulan Donald Trump

Reza Gunadha, Rima Suliastini

Rabu, 10 Februari 2021 | 13:20 WIB
Menang 56 Suara, Senat AS Lanjutkan Sidang Pemakzulan Donald Trump
Donald Trump saat meninggalkan Gedung Putih untuk terakhir kalinya. (AFP/Mandel Ngan)

Suara.com - Senat AS sudah memutuskan melanjutkan sidang pemakzulan Donald Trump. Menyadur Guardian Rabu (10/2/2021), sebelumnya Senat AS terpecah untuk memilih, apakah sidang akan dilanjutkan atau tidak.

Setelah berdebat selama hampir 4 jam di gedung Capitol, senator akhirnya melakukan jajak pendapat untuk menarik kesimpulan terkait sidang pemakzulan yang ke dua ini.

Hasilnya, 56 suara termasuk dari 6 senator partai Republik menyatakan setuju untuk melanjutkan sidang dengan 44 suara tidak setuju. Dengan demikian, Senat AS menganggap sidangnya konstitusional.

Persidangan dibuka dengan video pendukung Trump saat menduduki gedung Capitol sebulan yang lalu untuk menghalangi Joe Biden menggantikan Donald Trump sebagai Presiden AS.

"Anda bertanya tentang kejahatan dan pelanggaran ringan apa yang ada di bawah konstitusi kita? Itu kejahatan dan pelanggaran yang tinggi," kata anggota kongres Jamie Raskin dari Maryland yang menangani kasus tersebut.

Massa pendukung Donald Trump serang dan rusak peranti milik media.[Twitter/@shomaristone]
Massa pendukung Donald Trump saat menyerang dan menyerbu gedung Capitol.[Twitter/@shomaristone]

"Jika itu bukan pelanggaran yang bisa didakwa, maka tidak ada hal seperti itu."

Dalam bantahan mereka, tim pembela Donald Trump berpendapat bahwa persidangan pemakzulan tidak hanya inkonstitusional tapi akan membuka luka baru dan lebih besar di seluruh negeri.

Sidang akan dilanjutkan pada hari Rabu dengan argumen substantif atas tuduhan tunggal 'hasutan pemberontakan'. Masing-masing pihak memiliki 16 jam untuk mempresentasikan kasusnya.

Jaksa telah berjanji untuk memberikan bukti baru untuk menujukkan bahwa Donald Trump 'bertanggung jawab secara langsung dan tunggal' atas serangan di gedung Capitol.

baca juga

Pengacara Donald Trump menyebut klaim presiden atas penipuan pemilih dan retorikanya yang berapi-api pada massa tanggal 6 Januari dilindungi dalam amandemen pertama.

Ia juga mengklaim pidato itu mirip dengan bahasa yang digunakan oleh Demokrat untuk mengumpulkan pendukung mereka sendiri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Donald Trump Menolak untuk Bersaksi di Persidangan Pemakzulannya

Donald Trump Menolak untuk Bersaksi di Persidangan Pemakzulannya

Your Say | Sabtu, 06 Februari 2021 | 12:28 WIB

Setara ISIS, Kanada Sebut Kelompok Proud Boys sebagai Teroris

Setara ISIS, Kanada Sebut Kelompok Proud Boys sebagai Teroris

News | Kamis, 04 Februari 2021 | 21:08 WIB

Dua Kali Gagal, Donald Trump Dinominasikan Lagi untuk Nobel Perdamaian

Dua Kali Gagal, Donald Trump Dinominasikan Lagi untuk Nobel Perdamaian

News | Selasa, 02 Februari 2021 | 20:36 WIB

Terkini

BRI KPR Hadirkan Solusi Cicilan Aman di Kelapa Gading

BRI KPR Hadirkan Solusi Cicilan Aman di Kelapa Gading

Bri | Senin, 19 Oktober 2026 | 22:42 WIB

Promo Spesial BRI, Nikmati Kudapan Gratis di Tong Tji House Sampai April 2027

Promo Spesial BRI, Nikmati Kudapan Gratis di Tong Tji House Sampai April 2027

Bri | Senin, 19 Oktober 2026 | 22:32 WIB

Daftar Resto Diskon dari BRI di Lampung, Makan Puas dengan Harga Menarik

Daftar Resto Diskon dari BRI di Lampung, Makan Puas dengan Harga Menarik

Bri | Senin, 19 Oktober 2026 | 22:18 WIB

YLBHI Minta Prabowo Mundur jika Tak Becus Urus Karhutla

YLBHI Minta Prabowo Mundur jika Tak Becus Urus Karhutla

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 22:10 WIB

ZAP Festival 2026, BRI Tebar Diskon Bundling Treatment 50 Persen

ZAP Festival 2026, BRI Tebar Diskon Bundling Treatment 50 Persen

Bri | Senin, 19 Oktober 2026 | 22:07 WIB

Ratusan Warga Nyalakan Lilin untuk Korban Karhutla, FIAD Desak Status Bencana Nasional

Ratusan Warga Nyalakan Lilin untuk Korban Karhutla, FIAD Desak Status Bencana Nasional

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 22:03 WIB

Belanda Kembalikan 20 Barang Curian ke Indonesia: dari Berlian hingga Alquran Kuno

Belanda Kembalikan 20 Barang Curian ke Indonesia: dari Berlian hingga Alquran Kuno

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 22:00 WIB

HUT ke-62 Golkar Digelar Sederhana, Bahlil Larang Acara di Hotel

HUT ke-62 Golkar Digelar Sederhana, Bahlil Larang Acara di Hotel

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 21:58 WIB

Polisi Cimahi Ungkap Peredaran 1 Kg Tembakau Sintetis, Sita Senpi Rakitan

Polisi Cimahi Ungkap Peredaran 1 Kg Tembakau Sintetis, Sita Senpi Rakitan

Jabar | Senin, 19 Oktober 2026 | 21:53 WIB

Dituntut 5 Tahun Penjara, 11 Pengasuh Daycare Little Aresha Minta Keringanan dan Ngaku Korban Sistem

Dituntut 5 Tahun Penjara, 11 Pengasuh Daycare Little Aresha Minta Keringanan dan Ngaku Korban Sistem

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 21:53 WIB

×