Sejarah Lagu Genjer-genjer, Kenapa Dilarang Padahal Viral di Tiktok?

Rifan Aditya

Rabu, 10 Februari 2021 | 15:05 WIB
Sejarah Lagu Genjer-genjer, Kenapa Dilarang Padahal Viral di Tiktok?
Konten memperdengarkan lagu genjer-genjer ke orang tua dikecam (Tiktok)

Suara.com - Belakangan ini, lagu Genjer-genjer tengah viral di media sosial Tik Tok. Padahal lagu ini dilarang pada masa Orde Baru, atau bahkan sampai sekarang. Lalu, bagaimana sejarah lagu Genjer-genjer dan kenapa dilarang?

Lagu Genjer-genjer tersebut kembali viral bermula saat anak-anak gen Z bermain Tik Tok dengan memutarkan lagu Genjer-genjer dihadapan Nenek atau kakeknya.

Sontak nenek atau kakek yang mendengarnya langsung ketakutan seolah ada trauma mendalam karena lagu tersebut. Publik pun menilai tingkah laku anak-anak Gen Z di Tik Tok ini tidak pantas dilakukan.

Sebenarnya apa yang membuat lagu Genjer-genjer yang sedang viral ini begitu ditakuti masyarakat, terlebih lagi kaum lansia? Bagaimana Sejarah Lagu Genjer-genjer dan kenapa dilarang?

Sejarah Lagu Genjer-genjer

Lagu Genjer-genjer diciptakan oleh M. Arif yang kala itu merupakan seorang musisi Banyuwangi dari Lembaga Kebudayaan Lekra. 

Lagu tersebut diciptakan dimaksudkan sebagai sendirian terhadap Jepang yang pada masa itu mengeluarkan kebijakan-kebijakan kejam dan menyengsarakan masyarakat Indonesia. 

Bahkan, Banyuwangi yang dikenal dengan daerah yang kaya pun terdampak dari kebijakan-kebijakan kejam pemerintah Jepang.

Konon saking sengsaranya, masyarakat Indonesia pada masa itu menjadikan tanaman genjer sebagai bahan makanan karena tidak memiliki kemampuan untuk membeli daging.

baca juga

Melihat kesengsaraan dan penderitaan masyarakat Banyuwangi, M Arif pun memberi kritik sosial dan menyindir penguasa lewat lagu Genjer-genjer.

Erat dengan PKI

Destinasi yang jadi saksi bisu G30S/PKI (Wikimedia Commons)
Destinasi yang jadi saksi bisu G30S/PKI (Wikimedia Commons)

Setelah insiden G30S (Gerakan 30 September) yang turut menyeret PKI (Partai Komunis Indonesia), lagu Genjer-genjer pun ikut dicekal.

Sebab lagu Genjer-genjer diduga sebagai lagu PKI karena M Arif sebagai pencipta lagu  tersebut turut gabung ke dalam Lekra yang kala itu berafiliasi dengan PKI.

Kemudian Lagu Genjer-Genjer dikenalkan ke kalangan politik dan publik sebagai salah satu bukti karyanya yang memiliki konsep "seni untuk rakyat" .

Sampai saat itu, lagu tersebut mampu menarik perhatian banyak orang  maupun kalangan politik. Hal itu pun terbukti saat lagu Genjer-Genjer disajikan ke para petinggi PKI yang berada di Banyuwangi, mereka langsung tertarik dengan lagu tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Lagu Genjer-genjer Kini Viral di TikTok, Tuai Pro dan Kontra

Lagu Genjer-genjer Kini Viral di TikTok, Tuai Pro dan Kontra

Sumbar | Senin, 08 Februari 2021 | 17:52 WIB

Geger! Dulu Dilarang Orba, Lagu Genjer-genjer Kini Viral di Tiktok

Geger! Dulu Dilarang Orba, Lagu Genjer-genjer Kini Viral di Tiktok

Hits | Senin, 08 Februari 2021 | 14:08 WIB

Sejarah Letusan Gunung Semeru dari Tahun ke Tahun

Sejarah Letusan Gunung Semeru dari Tahun ke Tahun

News | Rabu, 03 Februari 2021 | 14:16 WIB

Sejarah Valentine Day yang Diperingati 14 Februari Ada 2 Versi

Sejarah Valentine Day yang Diperingati 14 Februari Ada 2 Versi

News | Selasa, 02 Februari 2021 | 09:13 WIB

Terkini

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:01 WIB

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:50 WIB

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

Jakarta | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:47 WIB

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Bogor | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:31 WIB

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Video | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:15 WIB

Pendapatan Barito Pacific Melonjak 56%, Laba Bersih Tembus US$616 Juta

Pendapatan Barito Pacific Melonjak 56%, Laba Bersih Tembus US$616 Juta

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:09 WIB

Floral, Fruity, atau Woody? Kenali Karakter Aroma Sebelum Memilih Parfum

Floral, Fruity, atau Woody? Kenali Karakter Aroma Sebelum Memilih Parfum

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:08 WIB

Cegah Balap Liar! JLNT Antasari Ditutup Tiap Akhir Pekan Mulai 14 November

Cegah Balap Liar! JLNT Antasari Ditutup Tiap Akhir Pekan Mulai 14 November

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:59 WIB

×