Ribuan Korban Banjir Pekalongan Dapat Kunjungan Ganjar Pranowo

Fabiola Febrinastri

Rabu, 17 Februari 2021 | 14:26 WIB
Ribuan Korban Banjir Pekalongan Dapat Kunjungan Ganjar Pranowo
Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, menengok pengungsi banjir Kota Pekalongan, Rabu (17/2/2021). (Dok : Pemprov Jateng)

Suara.com - Banjir yang terjadi Kota Pekalongan, Jawa Tengah, membuat sekitar 1.700-an pengungsi terpaksa meninggalkan rumah mereka. Ribuan pengungsi tersebut tersebar di 19 titik pengungsian yang telah disediakan Pemerintah Provinsi Jateng.

Hari ini, Rabu (17/2/2021), Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo meninjau pengungsian di aula Kecamatan Pekalongan Barat, Kota Pekalongan. Saat tiba di lokasi, Ganjar langsung disambut ratusan pengungsi yang telah 14 hari berada di sana.

Lokasi gedung yang cukup sempit, sehingga membuat para pengungsi berdesakan. Tidak ada batas-batas penyekat antara satu pengungsi dengan lainnya. Padahal di lokasi itu tak hanya orang dewasa, ada juga balita, lansia dan ibu hamil.

Menurut keterangan Kasi Kesiapsiagaan dan Kebencanaan BPBD Pekalongan, Dimas Arga, total pengungsi di Kota Pekalongan ada 1700-an dan tersebar di 19 lokasi. Sementara yang menempati gedung aula kecamatan Pekalongan Barat ada sekitar 230-an pengungsi.

Melihat kondisi itu, Ganjar langsung memanggil Wakil Wali Kota Pekalongan, Afzan Arslan Djunaid dan Kepala BPBD Pekalongan. Kepada keduanya, Ganjar meminta agar pengungsian disekat-sekat untuk menghindari penularan Covid-19.

"Kalau seperti ini bahaya, pak. Tolong disekat, contohnya seperti pengungsian di Merapi. Itu bagus, disekat-sekat per keluarga, sehingga potensi penularan Covid-19 bisa ditekan," kata Ganjar.

Selain itu, Ganjar juga minta pengungsi disebar ke sejumlah titik, mengingat di tempat itu terlalu sesak jumlahnya. Ganjar minta Pemda Pekalongan memanfaatkan gedung-gedung sekolah yang ada untuk pengungsian.

"Tadi sudah sepakat dengan pak wakil wali kota, mudah-mudahan mulai besok sudah disekat-sekat, agar para pengungsi ini harapannya punya satu ruang perkeluarga. Kalau kurang, bisa mencari tempat lain yang terdekat, bisa gedung SD dan lainnya," katanya.

Dengan penyekatan, maka masyarakat diharapkan akan lebih nyaman, termasuk pemenuhan kebutuhan lain seperti selimut, alas tidur bisa dipenuhi. Selain nyaman, hal itu bisa mengurangi potensi penyebaran kasus Covid-19.

"Apalagi cuaca masih seperti ini, maka kita harus menyiapkan dalam waktu yang lebih. BMKG sudah mengingatkan, puncak musim hujan sampai akhir Februari, meskipun pada Maret sampai April masih terjadi curah hujan. Inilah yang mesti kita respons dengan cepat," tegasnya.

Ganjar juga minta Dinas Kesehatan untuk rutin melakukan pemeriksaan kesehatan, termasuk pemeriksaan Covid-19. Ia berharap, jika alat pendeteksi Covid-19 dari UGM, GeNose sudah dikirim ke Jateng, maka alat itu bisa dikirim ke tempat-tempat pengungsian seperti ini.

"Mudah-mudahan minggu ini atau minggu depan sudah datang, nanti saya kirim ke sini untuk pengetesan. Begitu semuanya negatif, maka lokasi ini harus dikunci dan semua pendatang dibatasi serta dipastikan sehat," tegasnya.

Disinggung soal penanganan banjir di Pekalongan, Ganjar mengatakan bahwa semua sedang berjalan secara bertahap. Pihaknya sudah berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan dari hulu sampai hilir untuk mempercepat persoalan ini.

"Kami bagi tugas. Khusus Kota Pekalongan, kita sudah buat desainnya, semua harus konsentrasi bareng-bareng. Pak wali menata saluran air di kotanya, saya menata sungai dan tanggul laut. Saya sudah bicara dengan Kementerian PUPR, itu terus berjalan. Beberapa kontrak pekerjaan fisik juga masih terus dilakukan, akan saya pantau dan kawal terus agar progresnya bisa cepat," pungkasnya.

Salah satu pengungsi, Anik (26) sepakat dengan usulan Ganjar agar lokasi pengungsian disekat, sebab kondisi saat ini memang mengkhawatirkan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pelantikan Bupati dan Wali Kota Terpilih, Ganjar: Digelar Secara Virtual

Pelantikan Bupati dan Wali Kota Terpilih, Ganjar: Digelar Secara Virtual

Jawa Tengah | Rabu, 17 Februari 2021 | 11:56 WIB

Ganjar Pranowo Sentil 10 Perusahaan yang Mencemari Sungai Bengawan Solo

Ganjar Pranowo Sentil 10 Perusahaan yang Mencemari Sungai Bengawan Solo

Jawa Tengah | Rabu, 17 Februari 2021 | 11:22 WIB

150 Pengusaha di Jateng Ramaikan UKM Virtual Expo 2021

150 Pengusaha di Jateng Ramaikan UKM Virtual Expo 2021

Bisnis | Selasa, 16 Februari 2021 | 15:26 WIB

Sebut Nama Ganjar, Penerbit Buku Tiga Serangkai Dilaporkan ke Polisi

Sebut Nama Ganjar, Penerbit Buku Tiga Serangkai Dilaporkan ke Polisi

Jawa Tengah | Senin, 15 Februari 2021 | 17:36 WIB

Sanksi Tolak Vaksinasi Covid-19, Ganjar: Yang Belum Setuju Butuh Diedukasi

Sanksi Tolak Vaksinasi Covid-19, Ganjar: Yang Belum Setuju Butuh Diedukasi

Jawa Tengah | Senin, 15 Februari 2021 | 15:56 WIB

Gerak Cepat, Semen Gresik Salurkan Bantuan Logistik untuk Korban Banjir

Gerak Cepat, Semen Gresik Salurkan Bantuan Logistik untuk Korban Banjir

Jawa Tengah | Senin, 15 Februari 2021 | 08:45 WIB

Terkini

KPK Bongkar Transaksi Aneh Anak Buah Silmy Karim: Bayar Rumah Mewah Pakai Kepingan Emas

KPK Bongkar Transaksi Aneh Anak Buah Silmy Karim: Bayar Rumah Mewah Pakai Kepingan Emas

News | Kamis, 04 Juni 2026 | 20:47 WIB

Modus Licin Staf Imigrasi, Pakai Rekening OB dan Cleaning Service Buat Tampung Duit Suap Izin WNA

Modus Licin Staf Imigrasi, Pakai Rekening OB dan Cleaning Service Buat Tampung Duit Suap Izin WNA

News | Kamis, 04 Juni 2026 | 20:41 WIB

Kejagung Diminta Usut Tuntas Korupsi MBG Dadan Cs dan Dugaan Monopoli Dapur

Kejagung Diminta Usut Tuntas Korupsi MBG Dadan Cs dan Dugaan Monopoli Dapur

News | Kamis, 04 Juni 2026 | 20:40 WIB

Resmi! Prabowo Berhentikan Silmy Karim dari Jabatan Wamen Imipas

Resmi! Prabowo Berhentikan Silmy Karim dari Jabatan Wamen Imipas

News | Kamis, 04 Juni 2026 | 20:16 WIB

Silmy Karim Diduga Terima Uang Pemerasan Sejak Jadi Dirjen Hingga Wamen Imipas

Silmy Karim Diduga Terima Uang Pemerasan Sejak Jadi Dirjen Hingga Wamen Imipas

News | Kamis, 04 Juni 2026 | 20:04 WIB

Keras Feri Amsari di Aksi Kamisan: Parpol Jadi Perusahaan Keluarga, Ketua Partainya Hasil Warisan

Keras Feri Amsari di Aksi Kamisan: Parpol Jadi Perusahaan Keluarga, Ketua Partainya Hasil Warisan

News | Kamis, 04 Juni 2026 | 19:56 WIB

Aksi Kamisan 910: Indonesia Darurat Militerisme, Anak Papua Jadi Korban Agresi di Pengungsian

Aksi Kamisan 910: Indonesia Darurat Militerisme, Anak Papua Jadi Korban Agresi di Pengungsian

News | Kamis, 04 Juni 2026 | 19:47 WIB

Modus Kasus Silmy Karim Dkk: Persulit Izin Tinggal WNA, Paksa Bayar Uang Tambahan

Modus Kasus Silmy Karim Dkk: Persulit Izin Tinggal WNA, Paksa Bayar Uang Tambahan

News | Kamis, 04 Juni 2026 | 19:47 WIB

Hari ke-13 Teror Api di Sleman: Pemilik Rumah Tidur 3 Jam Sehari, Kerugian Tembus Rp70 Juta

Hari ke-13 Teror Api di Sleman: Pemilik Rumah Tidur 3 Jam Sehari, Kerugian Tembus Rp70 Juta

News | Kamis, 04 Juni 2026 | 19:32 WIB

Puluhan Motor Terjaring Operasi Parkir Liar di Salemba, Trotoar Kenari Milik Pejalan Kaki Lagi

Puluhan Motor Terjaring Operasi Parkir Liar di Salemba, Trotoar Kenari Milik Pejalan Kaki Lagi

News | Kamis, 04 Juni 2026 | 19:32 WIB