Kebakaran di Kamp Pengungsi Rohingya: Orang-orang Terbakar di Depan Saya

Siswanto, BBC

Rabu, 24 Maret 2021 | 17:44 WIB
Kebakaran di Kamp Pengungsi Rohingya: Orang-orang Terbakar di Depan Saya
BBC

Suara.com - Kebakaran besar yang menyebar cepat di pengungsi Rohingya di Cox's Bazar, Bangladesh, menyebabkan 45.000 orang kehilangan tempat tinggal, paling tidak 15 meninggal dan 400 hilang, menurut badan pengungsi PBB.

Ketika api melahap ratusan tempat tinggal sementara, Saiful Arakani, pengungsi berusia 25 tahun, langsung lari untuk membantu menyelamatkan korban.

"Orang-orang terbakar di depan saya," katanya. "Banyak orang meninggal."

Bersama sukarelawan lain, Saiful menggunakan jaketnya dan selimut untuk membantu mereka yang terbakar parah.

Ia sendiri adalah seorang fotografer profesional, ia hanya membawa telepon selulernya, dan ia berhasil membidik sejumlah gambar di tengah suasana panik itu.

"Saya mulai ambil gambar, namun saya tak berhenti menangis," katanya.

Dari semua fotonya, yang paling mengejutkan adalah seorang anak balita. Dengan tubuh terbakar parah, badan kecilnya terbaring dan ia memegang mainannya. Saiful mengatakan anak itu tak bisa bertahan.

Tak kuasa menahan api

Kamp ini ditempati oleh sekitar satu juta etnik Rohingya, dengan sekitar 34 kamp secara keseluruhan di tenggara Bangladesh.

Puluhan ribu Muslim Rohingya melarikan diri dari Myanmar setelah ditumpas secara brutal pada 2017.

baca juga

Kekabaran menyebar cepat di wilayah berbukit, tempat ribuan rumah sementara di Kutalapalong Balukhali.

Upaya penyelamatan

Saiful dan ibunya keluar dari rumah mereka sekitar pukul 16.00 WIB, Senin (22/03) ketika melihat api hitam mengepul dari sekitar dua kilometer.

"Asap mengepul sekitar 30 meter di udara," kata Saiful. "Saya langsung naik taksi dan menuju tempat kebakaran."

Saat Saiful tiba, banyak orang yang membicarakan dari mana sumber kebakaran.

"Saya melihat orang lari dan berteriak, 'Selamatkan ibu saya, selamatkan adik saya'. Suasana kacau balau. Tak ada yang tahu harus bagaimana."

Tim pemadam kebakaran masih jauh dan bersama warga lain, Saiful menuju ke arah asap hitam dan mulai mencari korban selamat.

Namun apa yang dia lihat tak akan pernah hilang dari ingatannya.

"Saya menyaksikan sendiri orang terbakar habis. Saya ingin membantu mereka. Saya ingin menyelamatkan mereka, walaupun saya bisa meninggal."

"Saya menggendong bayi-bayi, perempuan dan pria tua, semua saya angkut dengan tangan saya dan saya letakkan di punggung saya. Banyak yang luka parah."

Dalam suasana kacau itu, Saiful mendengar seorang pria berteriak minta tolong.

"Namanya Saleem. Usianya sekitar 40 tahun. Ia menangis. Selamatkan anak dan istri saya. Saya selamat tapi tolong selamatkan anak perempuan saya."

Berjalan melalui puing-puing rumah yang terbakar, para sukarelawan berhasil menyelamatkan keluarga pria itu.

Saiful telah tinggal di kamp pengungsi selama lebih dari empat tahun. Ia mengatakan bagaimana rasanya hidup tanpa ada yang memperhatikan.

Itulah mengapa, kata Saiful, ia dan para sukarelawan mencoba menyelamatkan para pengungsi yang terjebak kebakaran.

Bagi tim tanggap darurat, dengan hampir 60.000 orang berdesakan di setiap kilometer persegi, mencapai lokasi kebakaran saja sudah sulit.

Tetapi tanpa sistem pipa air di bagian kamp tersebut, Saiful menceritakan bahwa selama lebih dari satu jam, sekelompok kecil pengungsi bergegas bolak-balik membawa ember air. Akhirnya sekitar pukul 16.40 waktu setempat mobil pemadam kebakaran tiba.

Saat beberapa ambulans juga tiba, Saiful mulai membantu orang-orang yang diselamatkannya di atas kapal. Dia tahu setidaknya satu orang yang dia selamatkan dari api kemudian meninggal di rumah sakit karena luka-lukanya.

"Sepuluh orang tewas di depan saya," kata Saiful. "Empat orang di antaranya anak kecil, berusia antara satu sampai enam tahun."

Lembaga bantuan dirikan tempat penampungan sementara

Menjelang matahari terbenam, dengan sebagian besar api sudah terkendali, banyak lembaga bantuan mulai menangani kebutuhan orang-orang yang kehilangan segalanya dalam kebakaran itu.

Menurut badan pengungsi PBB, diperkirakan 560 orang terluka dan sekitar 45.000 orang harus mengungsi. Dengan sekitar 10.000 selter hancur, direktur ActionAid Bangladesh Farah Kabir mengatakan kepada BBC bahwa mereka sudah mulai mendirikan tempat penampungan sementara bagi mereka yang kehilangan rumah.

"Kami telah menampung 200 orang yang selamat bersama sejumlah anak tanpa pendamping di dua pusat komunitas. Kami telah membagikan makanan kering. Dalam koordinasi dengan penanggung jawab kamp (CIC) kami juga telah mendistribusikan 12.000 liter air minum."

Saiful mengatakan bahwa dia merasa sangat sedih atas hal yang terjadi pada komunitasnya, tetapi dia menemukan kedamaian dalam kenyataan bahwa dia setidaknya berhasil membantu ratusan orang mengungsi ke tempat yang aman.

"Saya ragu saya bisa tidur malam ini. Tangisan anak-anak dan perempuan tak berdaya itu masih bergema di kepala saya. Saya hanya berharap saya bisa menyelamatkan lebih banyak orang."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dorong Transisi Energi Global, Pertamina NRE Kaji Pengembangan Energi Terbarukan di Bangladesh

Dorong Transisi Energi Global, Pertamina NRE Kaji Pengembangan Energi Terbarukan di Bangladesh

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 20:38 WIB

Viral Aksi Heroik Ayah Selamatkan Bayinya dari Terjangan Kereta Api, Jaraknya Bikin Deg-degan

Viral Aksi Heroik Ayah Selamatkan Bayinya dari Terjangan Kereta Api, Jaraknya Bikin Deg-degan

Entertainment | Jum'at, 01 Mei 2026 | 18:37 WIB

Petir Hantam Bangladesh, Sambar 14 Orang Sampai Tewas Terpanggang

Petir Hantam Bangladesh, Sambar 14 Orang Sampai Tewas Terpanggang

News | Rabu, 29 April 2026 | 15:44 WIB

Skandal Suaka LGBT, Warga Pakistan dan Bangladesh Ngaku Gay Demi Jadi Warga Negara Inggris

Skandal Suaka LGBT, Warga Pakistan dan Bangladesh Ngaku Gay Demi Jadi Warga Negara Inggris

News | Kamis, 16 April 2026 | 14:39 WIB

Wabah Campak Mematikan di Bangladesh: 130 Anak Tewas, Ribuan Terinfeksi dalam Waktu Singkat

Wabah Campak Mematikan di Bangladesh: 130 Anak Tewas, Ribuan Terinfeksi dalam Waktu Singkat

News | Senin, 06 April 2026 | 15:53 WIB

Kantor Media Dibakar Buntut Berita Bias Kasus Pembunuhan Sadis Aktivis Anti Pemerintah

Kantor Media Dibakar Buntut Berita Bias Kasus Pembunuhan Sadis Aktivis Anti Pemerintah

News | Selasa, 10 Maret 2026 | 13:42 WIB

John Herdman Belum Debut, 2 Negara Sudah Antre Ingin Uji Coba Lawan Timnas Indonesia

John Herdman Belum Debut, 2 Negara Sudah Antre Ingin Uji Coba Lawan Timnas Indonesia

Bola | Sabtu, 31 Januari 2026 | 10:35 WIB

Ajakan Uji Coba Ditolak, Mengapa Indonesia Tak Ajak Bangladesh Bermain di FIFA Series?

Ajakan Uji Coba Ditolak, Mengapa Indonesia Tak Ajak Bangladesh Bermain di FIFA Series?

Your Say | Rabu, 14 Januari 2026 | 13:09 WIB

Tawari Laga Uji Coba, Ada 2 Alasan yang Bikin Timnas Indonesia Harus Tolak Ajakan Bangladesh!

Tawari Laga Uji Coba, Ada 2 Alasan yang Bikin Timnas Indonesia Harus Tolak Ajakan Bangladesh!

Your Say | Selasa, 13 Januari 2026 | 14:24 WIB

Negara yang Diperkuat Gelandang Leicester City Ajak Timnas Indonesia Tanding di FIFA Matchday

Negara yang Diperkuat Gelandang Leicester City Ajak Timnas Indonesia Tanding di FIFA Matchday

Bola | Kamis, 08 Januari 2026 | 18:03 WIB

Terkini

Dasco Ucapkan Ultah ke Nadiem Makarim, Netizen: Kode Keras Amnesti atau Abolisi?

Dasco Ucapkan Ultah ke Nadiem Makarim, Netizen: Kode Keras Amnesti atau Abolisi?

News | Minggu, 05 Juli 2026 | 07:08 WIB

Program 'Speling' Jateng di Banyumas, Wagub Taj Yasin Dekatkan Dokter Spesialis ke Tingkat Kecamatan

Program 'Speling' Jateng di Banyumas, Wagub Taj Yasin Dekatkan Dokter Spesialis ke Tingkat Kecamatan

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 20:49 WIB

Rencana Kemasan Rokok Polos Tuai Protes, Dinilai Rugikan Petani dan Industri Tembakau

Rencana Kemasan Rokok Polos Tuai Protes, Dinilai Rugikan Petani dan Industri Tembakau

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 20:00 WIB

Roy Suryo Ajukan Praperadilan Lagi, Padahal Putusan Gugatan Pertama Tinggal Hitungan Hari

Roy Suryo Ajukan Praperadilan Lagi, Padahal Putusan Gugatan Pertama Tinggal Hitungan Hari

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 19:00 WIB

OTT Diduga Bocor di Kasus Bupati Kuansing dan Langkat, KPK Bakal Evaluasi

OTT Diduga Bocor di Kasus Bupati Kuansing dan Langkat, KPK Bakal Evaluasi

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 18:39 WIB

Agus Jabo Minta Kader PRIMA Kawal Program Kerakyatan Pemerintahan Prabowo

Agus Jabo Minta Kader PRIMA Kawal Program Kerakyatan Pemerintahan Prabowo

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 17:59 WIB

Pengembalian Gratifikasi Tak Hapus Pidana, KPK Bakal Dalami Pernyataan Raja Juli

Pengembalian Gratifikasi Tak Hapus Pidana, KPK Bakal Dalami Pernyataan Raja Juli

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 17:27 WIB

Tawuran Remaja di Cengkareng Digagalkan Patroli Gabungan, Celurit hingga Petasan Disita

Tawuran Remaja di Cengkareng Digagalkan Patroli Gabungan, Celurit hingga Petasan Disita

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 17:22 WIB

Transportasi dan Wisata Jakarta Bakal Digratiskan 5 Hari Saat HUT Ke-500

Transportasi dan Wisata Jakarta Bakal Digratiskan 5 Hari Saat HUT Ke-500

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 16:54 WIB

Sambut HUT ke-80, BNI Hadirkan Program Terus Ada, Ada Terus bagi Pengabdian untuk Negeri

Sambut HUT ke-80, BNI Hadirkan Program Terus Ada, Ada Terus bagi Pengabdian untuk Negeri

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 16:47 WIB

×