Ngotot Sepeda Boleh Masuk Gerbong MRT, Wagub: Pengguna Tidak akan Terganggu

Chandra Iswinarno | Fakhri Fuadi Muflih | Suara.com

Jum'at, 26 Maret 2021 | 14:39 WIB
Ngotot Sepeda Boleh Masuk Gerbong MRT, Wagub: Pengguna Tidak akan Terganggu
Anies Baswedan bawa sepeda non-lipat ke gerbong MRT (IG/aniesbaswedan)

Suara.com - Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menjawab kritikan terkait kebijakan mengizinkan sepeda masuk gerbong Moda Raya Terpadu (MRT). Ia meyakini kebijakan itu tidak akan mengganggu.

Menurutnya masyarakat tak perlu khawatir sepeda di dalam gerbong akan mengganggu pengguna lainnya. Sebab ada ketentuannya dan tak sembarangan sepeda masuk dalam MRT.

"Kebijakan itu dibatasi jamnya, tidak pada jam-jam sibuk," ujar Riza di Balai Kota, Jumat (26/3/2021).

Tak hanya itu, Politisi Gerindra ini menyebut, sepeda nonlipat hanya boleh masuk di gerbong terakhir rangkaian MRT. Gerbong lainnya dipastikan aman untuk dipenuhi pengguna yang tak membawa sepeda.

"Jumlahnya juga sangat dibatasi," katanya.

Karena itu, Riza beranggapan kebijakan ini bisa mengakomodasi semua kebutuhan masyarakat, bukan hanya pesepeda saja.

"Insya Allah kebijakan ini memberikan dukungan pada semua warga. Jadi sekali lagi, pengguna MRT tidak akan terganggu," kata dia.

Sebelumnya, Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi PDIP Gilbert Simanjuntak mengkritisi kebijakan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang memperbolehkan sepeda nonlipat masuk gerbong kereta MRT. Menurutnya, kebijakan itu malah menjadi beban transportasi.

Masih menurut Gilbert, kebijakan membolehkan sepeda nonlipat masuk MRT tidak pernah ada di negara lain. Karena itu, ia merasa aneh, jika Anies malah mengizinkannya di Jakarta.

"Saya tidak pernah melihat di luar negeri sepeda masuk transportasi publik dalam kota," ujar Gilbert saat dihubungi, Jumat (26/3/2021).

Karena keputusan itu, Anies dinilai Gilbert semakin tidak konsisten dalam membuat kebijakan. Sebab mantan Mendikbud itu selama ini telah mengajak masyarakat untuk menggunakan sepeda sebagai alat transportasi.

"Aneh kalau di Jakarta sepeda masuk transportasi publik. Itu bukan alat transportasi lagi, tapi beban transportasi," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Anies Bolehkan Sepeda Masuk MRT, PDIP Sebut Transportasi di Jakarta Aneh

Anies Bolehkan Sepeda Masuk MRT, PDIP Sebut Transportasi di Jakarta Aneh

News | Jum'at, 26 Maret 2021 | 13:36 WIB

Wagub DKI: Sepeda Non Lipat Boleh Masuk MRT Tapi di Gerbong Belakang

Wagub DKI: Sepeda Non Lipat Boleh Masuk MRT Tapi di Gerbong Belakang

Jakarta | Kamis, 25 Maret 2021 | 05:50 WIB

Anies Baswedan Bawa Sepeda Non-lipat ke Gerbong Kereta MRT

Anies Baswedan Bawa Sepeda Non-lipat ke Gerbong Kereta MRT

Hits | Rabu, 24 Maret 2021 | 15:57 WIB

Terkini

Imigrasi: WNA Tiongkok Paling Banyak Langgar Aturan

Imigrasi: WNA Tiongkok Paling Banyak Langgar Aturan

News | Senin, 13 April 2026 | 19:11 WIB

Dokter Anak Ingatkan Bahaya Jemur Bayi di Bawah Matahari Terik

Dokter Anak Ingatkan Bahaya Jemur Bayi di Bawah Matahari Terik

News | Senin, 13 April 2026 | 19:06 WIB

Tepis Isu Prabowo Antikritik, KSP: Kritik Silakan, Tapi Pakai Data dan Teori

Tepis Isu Prabowo Antikritik, KSP: Kritik Silakan, Tapi Pakai Data dan Teori

News | Senin, 13 April 2026 | 18:45 WIB

Pramono Anung Jamin Aturan Penyediaan Air Tak Akan 'Sandera' Kebutuhan Warga Jakarta

Pramono Anung Jamin Aturan Penyediaan Air Tak Akan 'Sandera' Kebutuhan Warga Jakarta

News | Senin, 13 April 2026 | 18:43 WIB

DPR dan Pemerintah Sepakat Bawa RUU Perlindungan Saksi-Korban ke Paripurna

DPR dan Pemerintah Sepakat Bawa RUU Perlindungan Saksi-Korban ke Paripurna

News | Senin, 13 April 2026 | 18:38 WIB

Survei Poltracking: Prabowo Unggul di Top of Mind Capres 2029, Dedi Mulyadi dan Anies Menyusul

Survei Poltracking: Prabowo Unggul di Top of Mind Capres 2029, Dedi Mulyadi dan Anies Menyusul

News | Senin, 13 April 2026 | 18:36 WIB

Rentetan OTT Kepala Daerah, Tito Sebut Ada Masalah Mendasar dalam Rekrutmen Pilkada

Rentetan OTT Kepala Daerah, Tito Sebut Ada Masalah Mendasar dalam Rekrutmen Pilkada

News | Senin, 13 April 2026 | 18:15 WIB

Mendagri Sentil Daerah yang Ragu Soal WFH ASN: Ini Bukan Opsional!

Mendagri Sentil Daerah yang Ragu Soal WFH ASN: Ini Bukan Opsional!

News | Senin, 13 April 2026 | 18:09 WIB

Ibu dan Anak Tewas Terlindas Bus AKAP di Depan Terminal Kampung Rambutan

Ibu dan Anak Tewas Terlindas Bus AKAP di Depan Terminal Kampung Rambutan

News | Senin, 13 April 2026 | 18:06 WIB

Jubir Buka Peluang JK Dialog soal Laporan Dugaan Penistaan Agama

Jubir Buka Peluang JK Dialog soal Laporan Dugaan Penistaan Agama

News | Senin, 13 April 2026 | 18:00 WIB