Kapal Kago Kandas di Terusan Suez, Perusahaan Sex Toys Ini Merugi

Reza Gunadha | Hikmawan Muhamad Firdaus | Suara.com

Senin, 29 Maret 2021 | 14:06 WIB
Kapal Kago Kandas di Terusan Suez, Perusahaan Sex Toys Ini Merugi
Ilustrasi beragam mainan seks (sex toys). (Shutterstock)

Suara.com - Sebuah perusahaan mainan seks menjadi salah satu yang menderita kerugian akibat kandasnya kapal kargoraksasa Ever Given di Terusan Suez sejak Selasa.

Menyadur The Sun, Senin (29/3/2021) perusahaan sex toys asal Belanda, EDC Retail memperkirakan mereka menderita kerugian besar karena mereka tidak dapat memulihkan stok akibat kandasnya kapal kargo raksasa.

Bos EDC Retail saat ini tengah mencari solusi lain, namun kapal kontainer Ever Given masih menghalangi jalan utama perairan dunia tersebut.

"Ada lebih dari dua puluh kontainer yang penuh dengan barang-barang yang berjalan dengan baik, seperti vibrator, dildo, dan alat masturbasi pria." jelas Evertine Magerman, CEO perusahaan tersebut kepada RTV Noord.

"Banyak dari produk tersebut yang dijual untuk Natal dan Hari Valentine, misalnya," sambungnya.

The Ever Given kandas setelah kehilangan kendali terkena badai pasir dan berakhir terjepit secara diagonal di jalur air penting Mesir.

Saat ini, 248 kapal yang membawa barang dengan nilai ratusan miliar terjebak di belakang kapal kargo raksasa itu.

Sejauh ini ada dua upaya yang sudah dicoba untuk membantu kapal kontainer sepanjang 400 meter itu terbebas.

Pemilik kapal kargo, Yukito Higaki, presiden Shoei Kisen, mengatakan pada konferensi pers bahwa 10 kapal tunda telah dikerahkan untuk mengeruk tepi dan dasar kanal.

Dia menambahkan bahwa awak kapal berharap kapal kargo raksasa itu bisa ditarik secepatnya pada hari Sabtu, namun hingga kini masih terus dilakukan.

Dan seorang pejabat di Otoritas Terusan Suez mengatakan mereka berencana untuk melakukan setidaknya dua upaya untuk membebaskan kapal ketika air pasang turun.

Sementara itu, tim penyelamat telah meluncurkan senjata terbaru mereka dalam pertempuran untuk membebaskan mega-kapal yakni dengan penyedot debu raksasa.

Sementara itu, sehari setelah mengirim kapal penggali, tim penyelamat kembali meluncurkan penyedot debu raksasa yakni kapal pengeruk hisap Mashhour.

Kapal itu bisa menyedot hingga 2.000 meter kubik material per jam, meningkatkan harapan bahwa kapal kargo raksasa itu bisa segera dibebaskan dari Terusan Suez.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Blokir Terusan Suez Diperkirakan Segera Selesai, Harga Minyak Bangkit

Blokir Terusan Suez Diperkirakan Segera Selesai, Harga Minyak Bangkit

Bisnis | Senin, 29 Maret 2021 | 07:26 WIB

Microsoft Flight Simulator Tampilkan Kapal Kargo Terjebak di Terusan Suez

Microsoft Flight Simulator Tampilkan Kapal Kargo Terjebak di Terusan Suez

Tekno | Senin, 29 Maret 2021 | 06:35 WIB

Kandasnya Kapal Kargo di Suez Bisa Berdampak ke Perdagangan Internasional

Kandasnya Kapal Kargo di Suez Bisa Berdampak ke Perdagangan Internasional

News | Sabtu, 27 Maret 2021 | 17:50 WIB

Terkini

Dirjen Imigrasi Copot Pejabat Terkait Pungli Batam, Buka Peluang Proses Pidana

Dirjen Imigrasi Copot Pejabat Terkait Pungli Batam, Buka Peluang Proses Pidana

News | Senin, 13 April 2026 | 23:00 WIB

Formappi Soal Permintaan RDPU Kasus Korupsi Minyak Mentah: Komisi III Bukan Tempat Uji Hukum!

Formappi Soal Permintaan RDPU Kasus Korupsi Minyak Mentah: Komisi III Bukan Tempat Uji Hukum!

News | Senin, 13 April 2026 | 22:48 WIB

Cak Imin Dorong Koperasi Merah Putih Siap Bersaing di Tengah Kebuntuan Global

Cak Imin Dorong Koperasi Merah Putih Siap Bersaing di Tengah Kebuntuan Global

News | Senin, 13 April 2026 | 22:30 WIB

Survei Poltracking: Kepercayaan Publik pada Prabowo-Gibran Tembus 75,1 Persen

Survei Poltracking: Kepercayaan Publik pada Prabowo-Gibran Tembus 75,1 Persen

News | Senin, 13 April 2026 | 22:11 WIB

Golkar Bukan Milik Satu Keluarga! Bahlil Ingatkan Kader Tak Saling Singkirkan karena Beda Pilihan

Golkar Bukan Milik Satu Keluarga! Bahlil Ingatkan Kader Tak Saling Singkirkan karena Beda Pilihan

News | Senin, 13 April 2026 | 22:05 WIB

MKD DPR Panggil Aboe Bakar Besok Soal Isu Ulama Madura di Pusaran Narkoba

MKD DPR Panggil Aboe Bakar Besok Soal Isu Ulama Madura di Pusaran Narkoba

News | Senin, 13 April 2026 | 21:30 WIB

Kemhan Luruskan Kabar 'Akses Udara Tanpa Izin' Militer AS: Itu Masih Pembahasan, Jangan Terprovokasi

Kemhan Luruskan Kabar 'Akses Udara Tanpa Izin' Militer AS: Itu Masih Pembahasan, Jangan Terprovokasi

News | Senin, 13 April 2026 | 21:06 WIB

Mendagri Tegaskan Dana Otsus dan Dana Keistimewaan Harus Beri Manfaat Nyata bagi Masyarakat

Mendagri Tegaskan Dana Otsus dan Dana Keistimewaan Harus Beri Manfaat Nyata bagi Masyarakat

News | Senin, 13 April 2026 | 20:54 WIB

Mendagri Pastikan Pengawasan Diperketat, Pemanfaatan Dana Otsus Lebih Optimal

Mendagri Pastikan Pengawasan Diperketat, Pemanfaatan Dana Otsus Lebih Optimal

News | Senin, 13 April 2026 | 20:47 WIB

Diplomasi 'Sahabat' di Kremlin: Putin Puji Prabowo, Indonesia Tancap Gas Perkuat Ekonomi dan Energi

Diplomasi 'Sahabat' di Kremlin: Putin Puji Prabowo, Indonesia Tancap Gas Perkuat Ekonomi dan Energi

News | Senin, 13 April 2026 | 20:39 WIB