Impor 100 Juta Dosis Vaksin Tersendat, Menkes Budi: Akibat Embargo

Erick Tanjung | Stephanus Aranditio | Suara.com

Kamis, 08 April 2021 | 13:26 WIB
Impor 100 Juta Dosis Vaksin Tersendat, Menkes Budi: Akibat Embargo
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin di gedung DPR RI. (Suara.com/Novian)

Suara.com - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan ada 100 juta dosis vaksin Covid-19 yang terlambat datang ke Indonesia akibat embargo dari sejumlah negara produsen vaksin. Sehingga vaksinasi April jadi tersendat.

Budi menjelaskan 100 juta dosis vaksin itu didatangkan melalui skema multilateral dengan GAVI sebanyak 54 juta secara gratis, yang seharusnya datang 11 juta pada Maret-April, ditunda ke Mei 2021.

Sementara 50 juta vaksin melalui mekanisme bilateral melalui PT Bio Farma ke AstraZeneca yang rencananya bisa didatangkan tahun ini haru dicicil; 20 juta dosis tahun ini, 30 juta sisanya diundur ke 2022.

"Ya terus terang hal itu bukan sesuatu hal yang bisa kami terima, dan kami langsung melakukan komunikasi dengan pihak AstraZeneca. Jadi ada 100 juta dosis vaksin yang sampai sekarang menjadi agak tidak pasti jadwalnya," kata Budi dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (8/4/2021).

Hal ini membuat progress vaksinasi Covid-19 di tanah air berjalan lambat pada bulan ini, sebab PT Bio Farma juga tengah melakukan perawatan terhadap alat produksi sehingga bahan baku vaksin Sinovac juga tak terlalu banyak yang bisa diproduksi.

"Sehingga di bulan April ini memang produksinya di titik terendah itu sebabnya kenapa di bulan April ini kita agak mengurangi laju vaksinasi," jelasnya.

Diketahui, negara-negara produsen vaksin seperti Amerika China, India, Inggris, dan Rusia tengah melakukan embargo vaksin agar vaksin yang diproduksi diprioritaskan untuk warganya terlebih dahulu sebelum ekspor.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

MUI Divaksin AstraZeneca, Maruf Amin: Walau Ada Unsur Haram Boleh Digunakan

MUI Divaksin AstraZeneca, Maruf Amin: Walau Ada Unsur Haram Boleh Digunakan

Banten | Rabu, 07 April 2021 | 10:53 WIB

Menkes Budi Sebut Indonesia Peringkat 8 Negara Tercepat Vaksinasi Covid-19

Menkes Budi Sebut Indonesia Peringkat 8 Negara Tercepat Vaksinasi Covid-19

News | Senin, 05 April 2021 | 18:41 WIB

Menkes: Laju Vaksinasi Melambat karena Keterbatasan Suplai Vaksin

Menkes: Laju Vaksinasi Melambat karena Keterbatasan Suplai Vaksin

News | Senin, 05 April 2021 | 18:03 WIB

Terkini

Realisasi Bantuan Jaminan Hidup Terus Meningkat, Jadi Penunjang Hidup Penyintas

Realisasi Bantuan Jaminan Hidup Terus Meningkat, Jadi Penunjang Hidup Penyintas

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 18:33 WIB

Prabowo dan Takaichi Bakal Teken Kesepakatan Baru? Bocoran Topik Krusial dari Tokyo

Prabowo dan Takaichi Bakal Teken Kesepakatan Baru? Bocoran Topik Krusial dari Tokyo

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 18:23 WIB

PP TUNAS Mulai Berlaku, Kemenag Perkuat Literasi Digital di Pesantren dan Madrasah

PP TUNAS Mulai Berlaku, Kemenag Perkuat Literasi Digital di Pesantren dan Madrasah

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 18:05 WIB

Kejar Target April 2026, Pemerintah Tambah Lokasi Sekolah Rakyat di Bogor

Kejar Target April 2026, Pemerintah Tambah Lokasi Sekolah Rakyat di Bogor

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 17:35 WIB

Kritik Pedas Idrus Marham: Komunikasi Menteri Prabowo Jeblok, Kebijakan Bagus Malah Salah Paham!

Kritik Pedas Idrus Marham: Komunikasi Menteri Prabowo Jeblok, Kebijakan Bagus Malah Salah Paham!

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 16:24 WIB

Gelar Lebaran Bersama Rakyat di Monas, Pemerintah Bagikan 100 Ribu Kupon Belanja

Gelar Lebaran Bersama Rakyat di Monas, Pemerintah Bagikan 100 Ribu Kupon Belanja

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 16:15 WIB

Satgas Damai Cartenz Ringkus Dua Anggota Jaringan Senjata dan Amunisi Ilegal di Jayapura

Satgas Damai Cartenz Ringkus Dua Anggota Jaringan Senjata dan Amunisi Ilegal di Jayapura

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 16:04 WIB

Komisi III DPR RI Gelar RDPU Terkait Dugaan Korupsi Videografer Amsal Sitepu

Komisi III DPR RI Gelar RDPU Terkait Dugaan Korupsi Videografer Amsal Sitepu

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 15:55 WIB

Serangan AS-Israel di Bandar Khamir Tewaskan 5 Warga Iran, Teheran Balas Hantam Fasilitas Aluminium

Serangan AS-Israel di Bandar Khamir Tewaskan 5 Warga Iran, Teheran Balas Hantam Fasilitas Aluminium

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 14:53 WIB

Presiden Prabowo Bertolak ke Jepang, Bahas Investasi hingga Temui Kaisar Naruhito

Presiden Prabowo Bertolak ke Jepang, Bahas Investasi hingga Temui Kaisar Naruhito

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 14:49 WIB