Pemerintahan Jokowi Dianggap Lemah Atasi Ekonomi, Korupsi dan Covid-19

Chandra Iswinarno | Ria Rizki Nirmala Sari | Suara.com

Senin, 12 April 2021 | 21:41 WIB
Pemerintahan Jokowi Dianggap Lemah Atasi Ekonomi, Korupsi dan Covid-19
Presiden Jokowi / [SuaraSulsel.id / Sekretariat Presiden ]

Suara.com - Lembaga Survei Kelompok Kajian dan Diskusi Opini Publik Indonesia (KedaiKOpi) mengemukakan, pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) paling lemah dalam sektor ekonomi, persoalan korupsi dan mengatasi Covid-19. Namun, responden juga menilai jika Presiden Jokowi menjadi sosok yang paling mumpuni mengatasi kelemahan itu. 

Kelemahan pada sektor ekonomi menjadi yang paling banyak dipilih oleh 16,8 persen responden. Sementara, untuk posisi kedua diduduki oleh budaya korupsi yang dipilih sebagai kelemahan pemerintahan saat ini oleh 12,3 persen responden. 

"Lalu mengatasi Covid-19 nomor 3," kata Direktur Eksekutif KedaiKOPI Kunto Adi Wibowo saat memaparkan hasil survei secara virtual, Senin (12/4/2021). 

Adapun kelemahan lainnya yang dipilih responden ialah pengangguran (5,7 persen), kurang tegas/teliti (5,1 persen), mendahulukan masalah politik (3,6 persen), pendidikan (3,2 persen), hingga kurang mendengarkan rakyat (3,1 persen). 

Setelah itu, 1.260 responden diberikan pertanyaan lanjutan yakni siapa tokoh yang dapat menangani kelemahan pemerintah. Sebanyak 32,6 persen responden memilih Presiden Jokowi. 

Kata Kunto, itu menjadi hal lumrah karena kebiasaan responden yang memberikan jawaban yang normatif. 

"Well, ini khas dari jawaban responden Indonesia yang pertama sangat normatif dan yang kedua mereka punya penghargaan yang sangat tinggi terhadap presiden jadi ini akan selalu muncul," ujarnya. 

Sementara untuk tokoh selanjutnya, sebanyak 14,1 persen responden memilih Menteri Pertahanan Prabowo Subianto yang dianggap mampu menangani permasalahan pemerintah.

Sedangkan, 10 persen responden lainnya menunjuk pemerintah sendiri lah yang sanggup menyelesaikan masalah.

Survei itu digelar pada periode 29 Maret hingga 4 April 2021. Metode yang digunakan yakni telesurvei kepada responden yang tersebar di 34 provinsi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Salip Jokowi, Prabowo Subianto Dianggap Layak Jadi Presiden 2024

Salip Jokowi, Prabowo Subianto Dianggap Layak Jadi Presiden 2024

News | Senin, 12 April 2021 | 20:38 WIB

Survei Pilgub Jatim 2023, Khofifah, Risma Hingga Emil Dardak Teratas

Survei Pilgub Jatim 2023, Khofifah, Risma Hingga Emil Dardak Teratas

Jatim | Senin, 12 April 2021 | 16:48 WIB

Survei Kepuasan Publik Wapres Maruf Kecil, Jubir: Namanya Ban Serep

Survei Kepuasan Publik Wapres Maruf Kecil, Jubir: Namanya Ban Serep

News | Senin, 12 April 2021 | 16:32 WIB

Terkini

Studi CISDI: 9 dari 10 Makanan Kemasan di Indonesia Tinggi Gula, Garam, dan Lemak

Studi CISDI: 9 dari 10 Makanan Kemasan di Indonesia Tinggi Gula, Garam, dan Lemak

News | Rabu, 29 April 2026 | 23:25 WIB

KPK 'Skakmat' Ancaman Gugatan Rp300 Triliun Noel: Fokus Sidang, Jangan Membangun Opini!

KPK 'Skakmat' Ancaman Gugatan Rp300 Triliun Noel: Fokus Sidang, Jangan Membangun Opini!

News | Rabu, 29 April 2026 | 22:30 WIB

Periksa Suami Fadia Arafiq, KPK Telusuri 'Jalur Panas' Uang di Perusahaan Keluarga

Periksa Suami Fadia Arafiq, KPK Telusuri 'Jalur Panas' Uang di Perusahaan Keluarga

News | Rabu, 29 April 2026 | 22:04 WIB

Lawan KPK, Noel Ancam Gugat Rp 300 Triliun: 'Tak Ambil Satu Rupiah Pun, Semua untuk Buruh!'

Lawan KPK, Noel Ancam Gugat Rp 300 Triliun: 'Tak Ambil Satu Rupiah Pun, Semua untuk Buruh!'

News | Rabu, 29 April 2026 | 21:22 WIB

KPK Bidik Peran Suami Fadia Arafiq di Pusaran Korupsi Proyek Outsourcing Pekalongan

KPK Bidik Peran Suami Fadia Arafiq di Pusaran Korupsi Proyek Outsourcing Pekalongan

News | Rabu, 29 April 2026 | 21:20 WIB

Usut Tragedi Bekasi Timur: Usai Sopir Taksi Green SM, Besok Giliran Masinis Diperiksa Polisi

Usut Tragedi Bekasi Timur: Usai Sopir Taksi Green SM, Besok Giliran Masinis Diperiksa Polisi

News | Rabu, 29 April 2026 | 21:09 WIB

Kenapa Banyak Bajak Laut di Somalia? Kapal Honour 25 Berisi 4 WNI Disandera Perompak

Kenapa Banyak Bajak Laut di Somalia? Kapal Honour 25 Berisi 4 WNI Disandera Perompak

News | Rabu, 29 April 2026 | 20:47 WIB

Kilas Balik Misi Berdarah TNI Bebaskan Kapal Sinar Kudus dari Cengkeraman Perompak Somalia

Kilas Balik Misi Berdarah TNI Bebaskan Kapal Sinar Kudus dari Cengkeraman Perompak Somalia

News | Rabu, 29 April 2026 | 20:29 WIB

10  Jam Terjepit Dalam Kereta, Kisah Endang Melawan Maut Usai Sempat Dikira Tim SAR Meninggal

10 Jam Terjepit Dalam Kereta, Kisah Endang Melawan Maut Usai Sempat Dikira Tim SAR Meninggal

News | Rabu, 29 April 2026 | 20:27 WIB

Orang Tua Korban Daycare Little Aresha Ajukan Perlindungan dan Restitusi ke LPSK

Orang Tua Korban Daycare Little Aresha Ajukan Perlindungan dan Restitusi ke LPSK

News | Rabu, 29 April 2026 | 20:04 WIB