Vaksin Nusantara: Penelitian Metode Sel Dendritik Dilanjutkan

Siswanto, BBC

Rabu, 21 April 2021 | 12:32 WIB
Vaksin Nusantara: Penelitian Metode Sel Dendritik Dilanjutkan
BBC

Suara.com - Kepala Staf Angkatan Darat Andika Perkasa menyatakan penelitian sel dendritik di RSPAD Gatot Soebroto tetap dilanjutkan, dan bukan menjadi kelanjutan dari tahap uji klinis vaksin Nusantara.

Langkah ini sebut didukung untuk memenuhi rasa keadilan bagi pasien Covid-19 yang tak bisa disuntik dengan vaksin massal.

Pekan lalu, sejumlah polisi melakukan pengambilan darah di RSPAD untuk uji vaksin Nusantara untuk apa yang mereka sebut langkah nasionalisme.

Namun, seorang ahli kesehatan menilai langkah itu diambil sebagai jalur kompromi di tengah polemik vaksin yang digagas mantan menteri kesehatan Terawan Agus Putranto.

Sementara itu, seorang peneliti vaksin Nusantara dan pejabat Kementerian Kesehatan masih enggan berkomentar banyak.

Di sisi lain, peneliti dari lembaga pemerhati kesehatan CISDI Olivia Herlinda melihat kajian sel dendritik di RSPAD Gatot Soebroto hasilnya tak banyak manfaatnya untuk masyarakat.

Terapi imun melawan Covid

Metode penggunaan sel dendritik untuk membangun imun seseorang dari serangan virus SARS-CoV-2 ini sebelumnya digunakan dalam vaksin Nusantara.

Namun, vaksin Nusantara tak mendapat izin untuk dilanjutkan ke tahap II oleh BPOM. Salah satunya karena 20 dari 28 relawan uji tahap I mengalami Kejadian Tak Diinginkan seperti mual hingga masalah kolesterol.

Andika mengatakan penelitian berdasarkan MoU terbaru dengan Menteri Kesehatan dan Badan Pengawas Obat dan Makanan, tidak bertujuan menciptakan vaksin seperti sebelumnya. Tetapi, ditujukan sebagai terapi imun melawan Covid-19.

baca juga

"Penelitian kali ini adalah penelitian berbasis pelayanan, yang menggunakan sel dendritik, jadi sama, untuk meningkatkan imunitas terhadap Sar-Cov 2 atau Covid-19. Jadi, lebih sederhana, sehingga tidak juga menghasilkan vaksin seperti yang dilakukan uji klinis fase I, kemarin di (RS) Kariadi."

"Ini tidak ada hubungannya dengan vaksin sedemikian rupa, sehingga tidak perlu izin edar. Karena memang dilakukan menggunakan metode yang autologus, dan tidak ada produksi massal," kata Andika kepada wartawan, Selasa (20/04).

Menanggapi hal itu, Epidemiolog dari Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia Masdalina Pane mengatakan sudah benar sel dendritik diteliti terpisah, karena penerapannya yang individual, bukan massal.

Menurutnya, penelitian sel dendritik ini berguna untuk memberikan rasa keadilan bagi pasien Covid-19.

"Vaksin yang sekarang ini kan tidak semua bisa dapat, orang yang komorbit berat tidak terkontrol, tidak boleh. Mungkin vaksin yang sekarang diteliti ini bisa untuk mereka. Kan, mereka juga arus dilindungi," kata Masdalina kepada BBC News Indonesia, Selasa (20/04).

Bagaimana kelanjutan uji klinis vaksin Nusantara?

BBC menghubungi seorang peneliti Muhammad Karyana dari Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kemenkes, namun ia enggan berkomentar banyak.

"Tapi saya sudah nggak boleh ngomong. Tanya ke biro komunikasi pelayanan masyarakat Kemenkes, biar mereka yang jawab," kata Karyana kepada BBC News Indonesia, Selasa (24/04).

Saat ditanya mengenai apakah nanti akan ada aturan khusus untuk penelitian sel dendritik di RSPAD, Karyana menjawab singkat, "Ada", namun tak menjelaskan lebih rinci.

Sementara itu, Juru bicara Vaksin Covid-19 dari Kemenkes Siti Nadia Tarmizi belum mau berkomentar.

Jalan tengah meredam konflik

Ahli Patologi Klinik dari Universitas Sebelas Maret Tonang Dwi Ardyanto menilai MoU penelitian sel dendritik di RSPAD Gatot Subroto sebagai jalan tengah untuk meredam polemik vaksin Nusantara.

"Saya sebut jalan tengah, karena berpolemik terus," katanya.

Dokter Tonang menyinggung Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 32/2018 tentang Penyelenggaraan Pelayanan Sel Punca dan/atau Sel.

Pelayanan sel punca adalah tindakan medis yang dilakukan dalam rangka pengambilan, penyimpanan, pengolahan dan pemberian terapi sel.

Berdasarkan aturan ini, kemungkinan penelitian sel dendritik berbasis pelayanan ini wajib harus memiliki protokol penelitian, ethical clearance, tim pengawas independen, persetujuan komite Sel Punca, persetujuan kepala rumah sakit, persetujuan pasien sebagai subjek penelitian, dan penelitian yang dapat diakses oleh masyarakat dan pasien.

Fokus pada vaksin Merah-Putih

"Termasuk berarti permenkes sel punca ini juga harus dibuktikan dulu keamanannya, harus ada proses untuk membuktikan," kata Dokter Tonang, yang menambahkan, "Kalau ini masih penelitian dari awal, masih perlu pembuktian beberapa hal, dan personal memang secara logika tidak tepat untuk tujuan pandemi."

Dokter Tonang menilai sebaiknya pemerintah fokus pada vaksin Merah-Putih yang sedari awal jelas dengan penggunaan prosedur yang ilmiah.

"Vaksin Merah-Putih yang kita punya, walau pun itu masih perlu waktu tapi minimal track record-nya dari awal sudah ketahuan," katanya.

Pemerhati masalah kesehatan dari CISDI, Olivia Herlinda ikut menimpali. Menurutnya, penelitian sel dendritik ini tak sepadan dengan kemaslahatan publik.

"Tujuannya ini, kurang memenuhi kaidah public health. Dan, cost effectiveness-nya juga sangat kurang."

"Jadi sebenarnya, melihat ini dari sudut pandang kebijakan publik, ini sangat tidak efisien, karena lagi-lagi terapinya sangat orang per orang. Kemudian, dana yang dikeluarkan sangat besar. Jadi tidak melihat manfaatnya sangat besar untuk masyarakat banyak," kata Olivia.

Sebelumnya, program vaksin Nusantara yang digagas mantan menkes Terawan Agus Putranto mendapat polemik di masyarakat. Pasalnya, mesti BPOM tak mengizinkan uji klinis fase II, sejumlah politikus memamerkan diri menjadi relawan vaksin Nusantara.

BPOM bahkan menyarankan penelitian ini dikembangkan dulu di pra-klinik sebelum masuk uji klinik untuk mendapatkan konsep dasar yang jelas, "Sehingga pada uji klinik pada manusia bukan merupakan percobaan yang belum pasti."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dituding Jadi Aktor Intelektual Demo Tolak MBG, PDIP Buka Suara: Mahasiswa Nggak Bisa Diperintah!

Dituding Jadi Aktor Intelektual Demo Tolak MBG, PDIP Buka Suara: Mahasiswa Nggak Bisa Diperintah!

News | Rabu, 17 Juni 2026 | 15:05 WIB

Kini Jadi 'Pesakitan', Tiyo Ardianto Diduga Terafiliasi Tim Pemenangan Ganjar Pranowo

Kini Jadi 'Pesakitan', Tiyo Ardianto Diduga Terafiliasi Tim Pemenangan Ganjar Pranowo

News | Rabu, 17 Juni 2026 | 13:57 WIB

Berapa Gaji AKP Hafiz Prasetia Akbar? Menantu Jenderal Andika Perkasa Jadi Kapolsek Geger

Berapa Gaji AKP Hafiz Prasetia Akbar? Menantu Jenderal Andika Perkasa Jadi Kapolsek Geger

Lifestyle | Senin, 22 September 2025 | 20:56 WIB

Timothy Ronald Ejek Orang Nge-gym, Pendidikan Deddy Corbuzier hingga Ade Rai Lebih Mentereng

Timothy Ronald Ejek Orang Nge-gym, Pendidikan Deddy Corbuzier hingga Ade Rai Lebih Mentereng

Lifestyle | Rabu, 06 Agustus 2025 | 17:07 WIB

Drama Sengketa Pilkada Jateng Andika-Hendi vs Luthfi-Yasin: Pencabutan Gugatan Dikabulkan MK!

Drama Sengketa Pilkada Jateng Andika-Hendi vs Luthfi-Yasin: Pencabutan Gugatan Dikabulkan MK!

News | Selasa, 04 Februari 2025 | 10:30 WIB

Gugatan Sengketa Pilkada Jateng Dicabut Pihak Andika Perkasa, Luthfi-Yasin Akan Gandeng PDIP

Gugatan Sengketa Pilkada Jateng Dicabut Pihak Andika Perkasa, Luthfi-Yasin Akan Gandeng PDIP

News | Senin, 20 Januari 2025 | 12:15 WIB

Andika-Hendi Cabut Gugatan Sengketa Pilkada di MK, Tim Luthfi-Yasin: Jateng Akan Segera Dapatkan Gubernur Baru

Andika-Hendi Cabut Gugatan Sengketa Pilkada di MK, Tim Luthfi-Yasin: Jateng Akan Segera Dapatkan Gubernur Baru

News | Senin, 20 Januari 2025 | 11:41 WIB

Pihak Andika-Hendi Ungkapkan Alasan di Balik Pencabutan Gugatan Pilkada Jateng di Sidang MK

Pihak Andika-Hendi Ungkapkan Alasan di Balik Pencabutan Gugatan Pilkada Jateng di Sidang MK

News | Senin, 20 Januari 2025 | 09:00 WIB

Kawasaki KLX150 Jadi Saksi, Potret Lawas Meutya Hafid dan Andika Perkasa Bikin Geger Publik

Kawasaki KLX150 Jadi Saksi, Potret Lawas Meutya Hafid dan Andika Perkasa Bikin Geger Publik

Otomotif | Rabu, 15 Januari 2025 | 19:00 WIB

Misteri Pencabutan Gugatan Andika-Hendi di MK, Kubu Luthfi-Yasin: Kami Tak Tahu

Misteri Pencabutan Gugatan Andika-Hendi di MK, Kubu Luthfi-Yasin: Kami Tak Tahu

News | Selasa, 14 Januari 2025 | 14:05 WIB

Terkini

Seni Tidak Melakukan Apa-Apa: Membedah Konsep Niksen Lewat Neurosains

Seni Tidak Melakukan Apa-Apa: Membedah Konsep Niksen Lewat Neurosains

Your Say | Selasa, 22 September 2026 | 07:05 WIB

Perbankan Diminta Waspadai Dampak Karhutla, Risiko NPL Jadi Perhatian

Perbankan Diminta Waspadai Dampak Karhutla, Risiko NPL Jadi Perhatian

Bisnis | Selasa, 22 September 2026 | 07:05 WIB

Kelompok Houthi Ancam Pakistan dan Turki: Jangan Ikut Campur Bela Arab Saudi

Kelompok Houthi Ancam Pakistan dan Turki: Jangan Ikut Campur Bela Arab Saudi

News | Selasa, 22 September 2026 | 06:56 WIB

10 Cara Menghilangkan Noda Oli di Baju untuk Ibu Rumah Tangga

10 Cara Menghilangkan Noda Oli di Baju untuk Ibu Rumah Tangga

Lifestyle | Selasa, 22 September 2026 | 06:44 WIB

Apakah Aman Membiarkan Charger HP Tetap Menancap di Stop Kontak Seharian?

Apakah Aman Membiarkan Charger HP Tetap Menancap di Stop Kontak Seharian?

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 05:42 WIB

Bukan Sekadar Mendampingi, Ini Peran Perawat dalam Perawatan Pasien Kanker

Bukan Sekadar Mendampingi, Ini Peran Perawat dalam Perawatan Pasien Kanker

Health | Senin, 21 September 2026 | 23:37 WIB

Dari Pesantren ke Layar Lebar, Syakir Daulay Ingin Santri Kuasai Dunia Film

Dari Pesantren ke Layar Lebar, Syakir Daulay Ingin Santri Kuasai Dunia Film

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 23:31 WIB

4 Kreasi Minuman Unik, Dipadukan Serai, Jahe hingga Cabai

4 Kreasi Minuman Unik, Dipadukan Serai, Jahe hingga Cabai

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 23:16 WIB

Erick Thohir Semangati Atlet Indonesia, Emas Asian Games Diganjar Rp3 Miliar

Erick Thohir Semangati Atlet Indonesia, Emas Asian Games Diganjar Rp3 Miliar

Video | Senin, 21 September 2026 | 23:10 WIB

vivo X500 Bikin Pangling, Modul Kamera Kini Lebih Kecil dan Bodi Bisa Berkilau

vivo X500 Bikin Pangling, Modul Kamera Kini Lebih Kecil dan Bodi Bisa Berkilau

Tekno | Senin, 21 September 2026 | 23:02 WIB

×