Hormat Aktivis untuk Jeff Smith, Jalan Terjal Legalisasi Ganja Medis

Reza Gunadha | Muhammad Yasir | Suara.com

Jum'at, 23 April 2021 | 20:06 WIB
Hormat Aktivis untuk Jeff Smith, Jalan Terjal Legalisasi Ganja Medis
Aktor Jeff Smith saat dihadirkan dalam rilis kasus narkoba yang menjeratnya di Polres Metro Jakarta Barat, Senin (19/4/2021). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Jeff Smith menjadi artis pertama yang ditangkap polisi karena pemakaian ganja, dan berani menyatakan mariyuana tak pantas digolongkan sebagai narkoba. Penegasan itu memantik polemik lama tentang legalisasi ganja.

AWALNYA, pernyataan Jeff Smith biasa-biasa saja, sama seperti artis-artis terdahulu yang ditangkap karena persoalan narkoba, yakni meminta maaf dan menyatakan diri bersalah.

"Pertama-tama saya ingin meminta maaf sebesar-besarnya kepada keluarga besar dan orang yang saya sayangi," kata Jeff Smith.

Ia juga meminta maaf kepada masyarakat, "Karena memberikan contoh tidak baik." Jeff menyatakan hal itu dengan tangan terborgol dan sudah memakai rompi tahanan.

Tapi, setelah melontarkan pernyataan-pernyataan 'standar' itu, Jeff Smith mengutarakan hal yang sama sekali baru itu terjadi. 

"Lalu, menurut saya, ganja tidak layak untuk dikategorikan sebagai narkotika golongan satu. Secepatnya Indonesia harus melakukan penelitian," kata Jeff Smith.

Pernyataan Jeff Smith sontak membuat aparat kepolisian memegang mik untuknya beraksi. Si polisi menepuk dan memegang tengkuk sang artis.

Selanjutnya, polisi itu mematikan mik, memberitahukan kepada awak media bahwa konferensi pers telah selesai. Ia lantas menggiring Jeff Smith keluar dari ruangan.

Yohan Misero, Direktur dan Kebijakan Yayasan Sativa Nusantara, mengakui kaget sekaligus mengapresiasi Jeff Smith yang mengafirmasi ganja tak layak masuk golongan narkoba.

"Sangat berani dan patut diapresiasi. Sangat berbeda dengan banyak hal yang sudah terjadi sebelum ini," kata Yohan Misero kepada Suara.com, Kamis (22/4/2021).

Yayasan Sativa Nusantara adalah rganisasi yang fokus mengadvokasi pemanfaatan tanaman-tanaman Indonesia termasuk ganja untuk medis. Mereka gencar mendorong pemerintah dapat segera merevisi undang-undang narkotika. 

Afirmasi Jeff, menurut Yohan, sedikit banyak bisa mengubah peta polemik tentang pemanfaatan ganja di Tanah Air.

"Kita semua tahu, setiap ada penangkapan selebritis biasanya selalu diiringi dengan panggung permintaan maaf. Seakan-akan selebritis ini memiliki kesalahan besar kepada publik dengan mengkonsumsi nafza apapun zat atau tanamannya," kata dia.

Yohan menilai, penangkapan selebritis kerap dijadikan bahan kampanye oleh aparat kepolisian atau Badan Narkotika Nasional. Harapannya, mungkin untuk mengurangi kasus penyalahgunaan narkotika.

"Permasalahannya kemudian, kita cek saja datanya, apakah benar seperti itu atau justru sebaliknya," tantang Yohan.

Berdasar data BNN beberapa tahun terkahir maupun situasi riil, akses peredaran narkotika masih massif.

Artinya, kata Yohan, ada problem lain yang semestinya menjadi fokus pemerintah dan penegak hukum untuk kemudian mencari jalan lain penyelesaian. 

"Di lain sisi, kita justru harus menghargai keberanian Jeff Smith. Harapannya keberanian Jeff juga disambut masyarakat yang punya antusiasme terhadap isu ini, dan juga oleh pemerintah serta parlemen," imbuh Yohan.

Perjuangan Ganja Medis

"Soal ganja tidak tepat dikategorikan narkotika golongan I itu sangat menarik, dan permintaan Jeff Smith ini sebenarnya sangat relevan dengan berbagai kasus sebelumnya," kata Yohan, memulai pembahasan soal pentingnya pemanfaatan ganja untuk medis.

Tahun 2017, Fidelis Ari Suderwato harus mendekam di penjara atas kasus kepemilikan 39 batang ganja untuk kepentingan medis istri tercintanya, Yeni Riawati.

Yeni menderita penyakit langka bernama syringomyelia, dan kondisinya sempat berangsur membaik seusai mengonsumsi ekstrak ganja racikan Fidelis.

Nahas, di tengah kebahagiaan yang dirasakan Fidelis atas perkembangan kesehatan istri, BNN menangkapnya. Sampai akhirnya dia divonis 8 bulan penjara dan denda Rp 1 miliar. 

Tak henti di situ, Fidelis juga harus menerima kenyataan pahit. Istri tercintanya meninggal dunia setelah tak lagi menjalani pengobatan ekstrak ganja yang diraciknya.

Kisah lain datang dari Musa Ibnu Hassan Pedersen. Dia meninggal dunia akhir tahun 2020, seusai menderita penyakit cerebral palsy selama 16 tahun. 

Kondisi Musa seperti diutarakan ibunya Dwi Pertiwi, sempat membaik saat menjalani pengobatan atau terapi menggunakan ganja di Australia pada tahun 2016.

Namun, sekembalinya ke Indonesia, kondisi Musa berangsur menurun. Dwi tak berani melanjutkan pengobatan menggunakan ganja di Tanah Air khawatir akan berujung pidana seperti yang dialami Fidelis. 

Dwi kemudian mengambil jalur perjuangannya ke Mahkamah Konstitusi. Dia mengajukan uji materi terhadap Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Salah satu pasal yang diuji, yakni larangan penggunaan narkotika golongan I seperti ganja untuk kepentingan medis.

"Selama ganja dikategorikan narkotika golongan I dengan regulasi saat ini, maka enggak bisa atau tidak mungkin ganja dimanfaatkan untuk medis secara legal di Indonesia," ungkap Yohan.

Dalam Pasal 6 Ayat 3 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, setidaknya terdapat tiga golongan narkotika:

  1. Narkotika golongan I, adalah narkotika yang hanya dapat digunakan untuk tujuan pengembangan ilmu pengetahuan dan tidak digunakan dalam terapi, serta mempunyai potensi sangat tinggi mengakibatkan ketergantungan;
  2. Narkotika golongan II, adalah narkotika berkhasiat pengobatan digunakan sebagai pilihan terakhir dan dapat digunakan dalam terapi dan/atau untuk tujuan pengembangan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi tinggi mengakibatkan ketergantungan; dan
  3. Narkotika golongan III, adalah narkotika berkhasiat pengobatan dan banyak digunakan dalam terapi dan/atau untuk tujuan pengembangan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi ringan mengakibatkan ketergantungan.

Klasifikasi penggolongan tersebut bisa dinaik-turunkan atau diubah melalui Peraturan Menteri Kesehatan. Sayangnya, Menteri Kesehatan belum melakukan itu, agar ganja bisa dimanfaatkan untuk kepentingan medis.

"Ini sangat berhubungan dengan apa yang disampaikan oleh Jeff Smith di kalimatnya yang kedua, yakni 'Indonesia harus segera melakukan penelitian'," jelas Yohan.

Buku disita dan Upaya demonisasi

Strategi Gerakan Lingkar Ganja Nusantara; Hikayat Pohon Ganja; Dunia Dalam Ganja; dan, Kriminalisasi Ganja. Empat buku pengetahuan tentang ganja itu disita oleh aparat kepolisian dari Jeff Smith.

Keberanian yang diutarakan oleh Jeff Smith di hadapan awak media dan aparat kepolisian bukan soal nyali semata. Aspirasi yang dia sampaikan nyatanya memang berbekal literasi.

Wajar saja jikalau Jeff Smith tak lantas diam ketika aparat kepolisian menepuk-nepuk lehernya usai dia menyatakan 'ganja tak layak dikategorikan narkotika golongan I'.

Dia justru melanjutkan berbicara, 'secepatnya Indonesia harus melakukan penelitian' hingga aparat kepolisian bergegas menarik mik.

"Saya sebenarnya ketika melihat rekaman (video Jeff Smith) itu cukup terkejut juga," ucap Yohan.

Salut atas keberanian Jeff Smith dan miris atas sikap aparat kepolisian. Itu yang dirasakan Yohan.

"Kebijakan narkotika atau ganja yang ada saat ini seakan-akan menjadi hal yang tidak patut dipertanyakan, tidak patut kita cari tahu lebih jauh. Kemudian seakan-akan juga kalau memiliki buku-buku soal ganja ini adalah sebuah hal yang amat bermasalah dan bisa menimbulkan masalah kejahatan di kemudian hari," keluh Yohan.

Pembungkaman dan penyitaan buku-buku pengetahuan soal ganja seperti yang dialami Jeff Smith dinilai Yohan sebagai upaya mendiskreditkan atau mendemonisasi.

Khususnya, terhadap gerakan yang mempertanyakan kebijakan narkotika termasuk ganja di Indonesia.

Pendiskreditan dan demonisasi ini barangkali penting bagi mereka yang tidak menyukai arah kebijakan ganja atau napza untuk kepentingan medis. Sebab, jikalau kebijakan itu terealisasi maka penggunaan napza tidak layak dipenjara.

Alhasil, secara otomatis akan menggangu atau menghilangkan 'lahan pendapatan' oknum nakal seperti yang terjadi dalam sekema aturan yang berlaku saat ini.

"Tapi Yayasan Sativa Nusantara atau seruan Jeff Smith sebenarnya sedang fokusnya tidak bicara ke arah sana. Saat ini ada fokus yang sangat penting terhadap keberadaan kebijakan ganja medis di Indonesia. Kebijakan ganja medis tidak mengubah struktur atau skena pemidanaan narkotika di Indonesia secara maksimal. Tapi dia akan menghindarkan kasus-kasus seperti Fidelis atau kematian Musa," kata Yohan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Komentari Pernyataan Jeff Smith soal Ganja, DPR: Dilarang dan Berbahaya!

Komentari Pernyataan Jeff Smith soal Ganja, DPR: Dilarang dan Berbahaya!

News | Jum'at, 23 April 2021 | 11:20 WIB

DPR: Indonesia Bisa Disorot Dunia Kalau Ganja Dikeluarkan dari Golongan I

DPR: Indonesia Bisa Disorot Dunia Kalau Ganja Dikeluarkan dari Golongan I

News | Jum'at, 23 April 2021 | 10:42 WIB

Selamat Hari Ganja Sedunia: Seruan Jeff Smith dan Peluang Legalisasi

Selamat Hari Ganja Sedunia: Seruan Jeff Smith dan Peluang Legalisasi

Hits | Selasa, 20 April 2021 | 16:16 WIB

Protes Penyitaan Buku Soal Ganja, YSN: Seolah Jadi Alat Kejahatan

Protes Penyitaan Buku Soal Ganja, YSN: Seolah Jadi Alat Kejahatan

News | Selasa, 20 April 2021 | 15:15 WIB

Sambil Tertawa, Jeff Smith: Ganja Tak Layak Dikategorikan Narkotika!

Sambil Tertawa, Jeff Smith: Ganja Tak Layak Dikategorikan Narkotika!

Bogor | Selasa, 20 April 2021 | 02:34 WIB

Pernyataan Kontoversial Jeff Smith saat Konferensi Pers

Pernyataan Kontoversial Jeff Smith saat Konferensi Pers

Video | Senin, 19 April 2021 | 21:10 WIB

Ustaz Zacky Mirza Ambruk, Tisya Erni Disorot karena Dekat dengan Sule

Ustaz Zacky Mirza Ambruk, Tisya Erni Disorot karena Dekat dengan Sule

Entertainment | Senin, 19 April 2021 | 21:12 WIB

Pakai Ganja, Jeff Smith Minta Maaf

Pakai Ganja, Jeff Smith Minta Maaf

Entertainment | Senin, 19 April 2021 | 18:20 WIB

Terkini

KSAD Minta Keluarga Prajurit TNI yang Bertugas di Lebanon Tak Risau: Doakan Saja

KSAD Minta Keluarga Prajurit TNI yang Bertugas di Lebanon Tak Risau: Doakan Saja

News | Sabtu, 04 April 2026 | 21:35 WIB

Menjangkau Area Terisolir, Tito Pastikan Bantuan Tersalurkan dan Kebutuhan Warga Terpenuhi

Menjangkau Area Terisolir, Tito Pastikan Bantuan Tersalurkan dan Kebutuhan Warga Terpenuhi

News | Sabtu, 04 April 2026 | 21:17 WIB

Lepas Jenazah 3 Prajurit TNI Gugur, Menlu Sugiono Mengutuk Keras Serangan Terhadap Pasukan UNIFIL

Lepas Jenazah 3 Prajurit TNI Gugur, Menlu Sugiono Mengutuk Keras Serangan Terhadap Pasukan UNIFIL

News | Sabtu, 04 April 2026 | 20:57 WIB

Tinjau Aceh Tamiang, Tito Karnavian Pastikan Penanganan Pengungsi Dipercepat

Tinjau Aceh Tamiang, Tito Karnavian Pastikan Penanganan Pengungsi Dipercepat

News | Sabtu, 04 April 2026 | 20:34 WIB

SBY Hadiri Upacara Pelepasan 3 Jenazah Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Haru Saat Hampiri Keluarga

SBY Hadiri Upacara Pelepasan 3 Jenazah Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Haru Saat Hampiri Keluarga

News | Sabtu, 04 April 2026 | 20:09 WIB

Prabowo Beri Ucapan Belasungkawa ke Keluarga dan Penghormatan ke 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon

Prabowo Beri Ucapan Belasungkawa ke Keluarga dan Penghormatan ke 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon

News | Sabtu, 04 April 2026 | 19:36 WIB

'Ayah, Ayah!' Tangis Histeris Keluarga Pecah saat Jenazah 3 Prajurit TNI Gugur Tiba di Tanah Air

'Ayah, Ayah!' Tangis Histeris Keluarga Pecah saat Jenazah 3 Prajurit TNI Gugur Tiba di Tanah Air

News | Sabtu, 04 April 2026 | 18:55 WIB

Puluhan Siswa di Duren Sawit Diduga Keracunan Makanan, BGN Minta Maaf dan Tanggung Biaya Pengobatan

Puluhan Siswa di Duren Sawit Diduga Keracunan Makanan, BGN Minta Maaf dan Tanggung Biaya Pengobatan

News | Sabtu, 04 April 2026 | 18:02 WIB

Gugur Akibat Serangan Artileri di Lebanon, Jenazah 3 Prajurit TNI Tiba di Bandara Soetta Sore Ini

Gugur Akibat Serangan Artileri di Lebanon, Jenazah 3 Prajurit TNI Tiba di Bandara Soetta Sore Ini

News | Sabtu, 04 April 2026 | 17:43 WIB

Jangan Tergiur Jalur Cepat! Ini Risiko Fatal Berhaji Pakai Visa Ziarah

Jangan Tergiur Jalur Cepat! Ini Risiko Fatal Berhaji Pakai Visa Ziarah

News | Sabtu, 04 April 2026 | 16:15 WIB