Kisah di Balik Sukaria Badut Jalanan

Siswanto Suara.Com
Senin, 03 Mei 2021 | 03:40 WIB
Kisah di Balik Sukaria Badut Jalanan
Badut karakter animasi [Suara.com/Siswanto]

“Semenjak pandemi kadang-kadang aja dapat kerjaan. Kadang seminggu ada, kadang sebulan nganggur sehingga alternatif yang bisa saya kerjakan ya inilah, ngebadut,” kata Ahmad sambil tangannya membetulkan posisi topi putih bertuliskan Indonesia Merdeka yang dia pakai.

Mencari jalan keluar

Ahmad tidak termasuk kategori orang yang gampang menyerah dengan keadaan, sesulit apapun.

Setelah banyak industri tutup karena bangkrut pada tahun 2000 dan membuatnya kehilangan pekerjaan, Ahmad segera memeras otak untuk mendapatkan sumber ekonomi baru.

Dia berprinsip tak akan memilih-milih pekerjaan. Apapun itu, selama halal, dia akan lakoni.

Sambil tak putus-putus mencari informasi proyek yang sesuai dengan keahlian -- bidang mekanikal elektrikal -- Ahmad menjadi pengamen di terminal Bekasi sampai muka gerbang tol Bekasi Timur.

“Ya semenjak mentok ini juga, semenjak nggak kerja di PT itu kerja serabutan. Kan kerja serabutan itu belum tentu ada. Sedangkan kebutuhan kan harus ada, wajib itu, nggak ada alasan itu, kita mau kerja atau nggak, nggak ada alasan itu. Sehingga kalau kita keluar, pulang harus bawa duit. Ngamen saya,” kata Ahmad.

Dia mengajak kawan yang kurang lebih bernasib sama. Dia teringat mula-mula kawannya meragukan kemampuannya dalam menghibur orang, tetapi pada akhirnya Ahmad berhasil meyakinkan dan mereka pun bekerjasama.

“Saya punya skill punya suara lumayanlah. Makanya ayo ajalah. Ya alhamdulillah. Dia juga kaget waktu kami berdua ngamen itu. Saya emang nggak bisa gitar dan nggak bisa main musik. Cuma punya suara gitu. Ya alhamduillah, nggak sengaja sih. Start jam 14.30 WIB, sampai jam 17.00 WIB itu bisa dapat Rp80 ribu lebih.”

Baca Juga: Kisah Penyedot Tinja: Rezeki dan Malapetaka di Balik Tahi

Di lain kesempatan, pernah pula dia menjadi tukang pijat.

Badut karakter animasi [Suara.com/Siswanto]
Badut karakter animasi [Suara.com/Siswanto]

Memutuskan jadi badut

Ahmad hanya satu dari sekian banyak orang yang tak punya banyak pilihan jalan keluar dari himpitan ekonomi di tengah pandemi Covid-19.

Keadaan yang demikian membuat dia memegang prinsip: sangat menghargai setiap kesempatan pekerjaan yang ada.

Tapi Ahmad barangkali hanya sedikit orang terjepit keadaan yang bersedia menekuni pekerjaan menjadi badut.

“Karena memang sudah nggak kecari lagilah (pekerjaan), mau kerja apa. Saya nggak pernah milih-milih kerja,” kata Ahmad.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI