alexametrics

Tak Lulus Tes Matematika dari Mempelai Perempuan, Lelaki Ini Gagal Menikah

Reza Gunadha | Hikmawan Muhamad Firdaus
Tak Lulus Tes Matematika dari Mempelai Perempuan, Lelaki Ini Gagal Menikah
Ilustrasi pernikahan India. (Pexels/Viresh Studio Photo)

Mempelai pria diminta untuk menghafal perkalian tabel dua namun tidak bisa.

Suara.com - Seorang pria di India gagal menikah setelah ketahuan bahwa ia tidak bisa berhitung, dan keluarga mempelai wanita menduga jika ia tidak berpendidikan.

Menyadur Telanga Today, Selasa (4/5/2021, insiden tersebut bermula ketika sepasang pengantin akan melangsungkan pernikahan.

Sebelum keduanya bertemu, mempelai wanita menaruh curiga jika calon suaminya tersebut tidak memiliki kualifikasi pendidikan sesuai harapannya.

Saat pernikahan hendak dilangsungkan, pengantin wanita mengatakan dia tidak bisa menikah dengan orang yang tidak tahu dasar-dasar matematika.

Baca Juga: Benda Misterius Muncul di Perairan Pangumbahan Sukabumi

Sebelum mereka bersanding di pelaminan, mempelai wanita itu mengajukan satu permintaan agar calon suaminya menghafal perkalian tabel dua.

Teman dan kerabat mempelai wanita sempat mencegah niatannya, namun gagal meyakinkan.

Benar saja pengantin pria tersebut akhirnya gagal menuruti permintaan dari mempelai wanita dan akhirnya pernikahan dibatalkan.

Petugas Stasiun Panwari, Vinod Kumar, mengatakan, jika mereka merupakan pasangan yang dijodohkan dan mempelai pria berasal dari Desa Dhawar, Kabupaten Mahoba.

Sepupu pengantin wanita tersebut mengatakan bahwa mereka terkejut mengetahui jika pengantin pria tidak bisa berhitung.

Baca Juga: Hits Pagi: Soal Matematika Tentang Kue, Bahasa Inggris Lucinta Luna

"Keluarga mempelai pria tidak memberitahu kami tentang pendidikannya. Dia bahkan mungkin tidak bersekolah. Keluarga mempelai pria telah menipu kami. Tapi saudara perempuan saya yang pemberani keluar tanpa takut tabu sosial," katanya.

Polisi tidak mengajukan kasus setelah kedua belah pihak melakukan kompromi berkat intervensi dari tetua warga desa.

Kesepakatan tersebut mensyaratkan bahwa keluarga kedua mempelai mengembalikan hadiah dan perhiasan yang digunakan untuk pernikahan tersebut.

Komentar