Kasus Covid-19 Terus Meroket, Partai Oposisi India Minta Lockdown Nasional

Reza Gunadha, Hikmawan Muhamad Firdaus

Rabu, 05 Mei 2021 | 16:49 WIB
Kasus Covid-19 Terus Meroket, Partai Oposisi India Minta Lockdown Nasional
Sejumlah pasien COVID-19 dirawat di dalam bangsal yang penuh sesak di sebuah rumah sakit di New Delhi, India, Sabtu (1/5/2021). India mencatat lebih dari 400.000 kasus COVID-19 baru untuk pertama kalinya saat gelombang kedua virus corona melanda negara tersebut. Upaya vaksinasi besar-besaran negara itu terhambat di beberapa daerah karena kekurangan pasokan vaksin. ANTARA FOTO/REUTERS/Danish Siddiqui/pras.

Suara.com - Pemimpin oposisi India Rahul Gandhi menyerukan lockdown nasional setelah jumlah kasus Covid-19 di India melebihi 20 juta pada hari Selasa (4/5).

Menyadur France24, Rabu (5/5/2021) pada hari Selasa, India melaporkan 357.229 kasus baru selama 24 jam terakhir. Korban jiwa juga naik 3.449 sehingga totalnya menjadi 222.408 jiwa, data kementerian kesehatan menunjukkan.

Pakar medis mengatakan angka sebenarnya bisa jadi lima hingga 10 kali lebih tinggi daripada kasus yang dilaporkan.

"Satu-satunya cara untuk menghentikan penyebaran Corona sekarang adalah penguncian total ... kelambanan Pemerintah India membunuh banyak orang yang tidak bersalah," kata anggota parlemen dari Partai Kongres Gandhi tersebut di Twitter.

Perdana Menteri Narendra Modi enggan memberlakukan lockdown nasional karena jatuhnya ekonomi, namun beberapa negara bagian telah memberlakukan batasan sosial.

PM Narendra Modi sudah mendapat kritik karena tidak bergerak lebih cepat untuk membatasi gelombang infeksi terbaru.

Narendra juga mendapat kecaman saat membiarkan jutaan orang yang sebagian besar tidak memakai masker menghadiri festival keagamaan dan kampanye pada Maret dan April.

"Apa yang diungkapkan beberapa pekan terakhir adalah bahwa baik Pusat maupun negara bagian sangat tidak siap untuk gelombang kedua," kata editorial di Times of India pada hari Selasa.

Menawarkan secercah harapan, kasus Covid-19 di beberapa daerah tidak berubah, seorang pejabat kementerian kesehatan federal mengatakan pada hari Senin.

Menurut prediksi pemerintah, puncak gelombang saat ini jatuh pada Rabu pekan ini, beberapa hari lebih awal dari perkiraan sebelumnya, karena virus menyebar lebih cepat dari yang diperkirakan.

baca juga

Kelangkaan vaksin

Lonjakan COVID-19 di India bertepatan dengan penurunan drastis dalam program vaksinasi karena masalah pasokan dan pengiriman.

Setidaknya tiga negara bagian India, termasuk negara bagian terkaya Maharashtra, melaporkan kelangkaan vaksin bahkan hingga menutup beberapa pusat vaksinasi.

Negara bagian tersebut pada hari Senin memberikan 79.491 dosis, dibandingkan dengan rekor 534.372 seminggu yang lalu.

Di negara bagian asal PM Modi, Gujarat, tiga kota terbesarnya yakni Ahmedabad, Surat dan Vadodara membatasi vaksin untuk kelompok usia 18-44 tahun, kata para pejabat.

Negara bagian timur Odisha juga menghentikan program vaksinasi di 11 dari 30 distriknya, kata pejabat kesehatan setempat kepada Reuters, dengan alasan kekurangan sumber daya.

"Saya lelah berdiri dalam antrean. Saya akan mencoba sekali lagi. Jika saya tidak mendapatkannya, saya akan menyerah," kata Anil Rajapure, seorang petani berusia 49 tahun di kota Satara, Maharashtra.

India telah mengundang Pfizer, Johnson & Johnson dan Moderna Inc untuk menjual vaksin mereka ke negara tersebut tetapi belum ada yang kesepakatan.

Bantuan internasional terus berdatangan di India pada Selasa, 545 konsentrator oksigen dari Amerika Serikat mendarat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Blak-blakan! Nadiem Ungkap Permasalahan Sekolah Online Selama Pandemi

Blak-blakan! Nadiem Ungkap Permasalahan Sekolah Online Selama Pandemi

News | Rabu, 05 Mei 2021 | 15:04 WIB

Seberapa Sering Penyintas Covid-19 Bisa Donor Plasma? Simak Kata Ahli

Seberapa Sering Penyintas Covid-19 Bisa Donor Plasma? Simak Kata Ahli

Health | Rabu, 05 Mei 2021 | 15:20 WIB

Kemenkes: Butuh Dukungan Pihak Swasta Agar Target Vaksinasi Tercapai

Kemenkes: Butuh Dukungan Pihak Swasta Agar Target Vaksinasi Tercapai

Health | Rabu, 05 Mei 2021 | 15:10 WIB

Terkini

Pelajar Palembang Viral Usai Pamer Revolver saat Konvoi, Ternyata Senpira Dibeli dari Facebook

Pelajar Palembang Viral Usai Pamer Revolver saat Konvoi, Ternyata Senpira Dibeli dari Facebook

Sumsel | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:58 WIB

Nama Bupati PALI Muncul di Kasus Suap Audit BPK, KPK Periksa Asgianto Sebagai Saksi

Nama Bupati PALI Muncul di Kasus Suap Audit BPK, KPK Periksa Asgianto Sebagai Saksi

Sumsel | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:43 WIB

Kondisi Terbaru Gunung Semeru, Enam Kali Erupsi dalam Sehari dan Masih Berstatus Siaga

Kondisi Terbaru Gunung Semeru, Enam Kali Erupsi dalam Sehari dan Masih Berstatus Siaga

Sumsel | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:32 WIB

Detik-detik Narapidana Narkoba Diborgol Usai Bebas karena Remisi 17 Agustus, Ada Apa?

Detik-detik Narapidana Narkoba Diborgol Usai Bebas karena Remisi 17 Agustus, Ada Apa?

Sumsel | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:22 WIB

Dedi Mulyadi Sindir Birokrasi Minta Dihormati: Rapat Habis Puluhan Juta, Tapi Rakyat Tetap Menderita

Dedi Mulyadi Sindir Birokrasi Minta Dihormati: Rapat Habis Puluhan Juta, Tapi Rakyat Tetap Menderita

Jabar | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:21 WIB

Koreksi Data Pidato Presiden: 6 Fakta Realitas Hidup Susanah, Kuli Kain Majun Asal Cileungsi Bogor

Koreksi Data Pidato Presiden: 6 Fakta Realitas Hidup Susanah, Kuli Kain Majun Asal Cileungsi Bogor

Jabar | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:16 WIB

Bantah Isu Pisah dari NKRI, Ini 6 Pesan Penting Sultan Banten ke-18 untuk Masyarakat

Bantah Isu Pisah dari NKRI, Ini 6 Pesan Penting Sultan Banten ke-18 untuk Masyarakat

Banten | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:08 WIB

Penerbangan Langsung Palembang-Bandung Kembali Hadir, Ini Jadwal dan Harga Tiket Citilink

Penerbangan Langsung Palembang-Bandung Kembali Hadir, Ini Jadwal dan Harga Tiket Citilink

Sumsel | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Oknum Petugas Bandara Terlibat Penyelundupan 22 Kg Emas Batangan

Oknum Petugas Bandara Terlibat Penyelundupan 22 Kg Emas Batangan

Banten | Selasa, 18 Agustus 2026 | 22:58 WIB

Mati Lampu hingga 4 Jam, Cek Daftar Wilayah di Palembang yang Terdampak Pemadaman PLN

Mati Lampu hingga 4 Jam, Cek Daftar Wilayah di Palembang yang Terdampak Pemadaman PLN

Sumsel | Selasa, 18 Agustus 2026 | 22:50 WIB

×