alexametrics

Keistimewan Hajar Aswad, Batu Surga Saksi Hari Kiamat

Rifan Aditya
Keistimewan Hajar Aswad, Batu Surga Saksi Hari Kiamat
Foto Hajar Aswab yang diungkapkan Arab Saudi pertama kali secara detail.[SPA]

Pemerintah Arab Saudi telah merilis foto Hajar Aswad dengan resolusi tinggi untuk pertama kalinya. Umat Islam khususnya, perlu mengetahui keistimewaan Hajar Aswad.

Suara.com - Pemerintah Arab Saudi telah merilis foto Hajar Aswad dengan resolusi tinggi untuk pertama kalinya. Umat Islam khususnya, perlu mengetahui keistimewaan Hajar Aswad ini

Foto Hajar Aswad tersebut merupakan foto kali pertama Hajar Aswad dipotret dengan resolusi tinggi yakni dengan 49.000 megapiksel. Terdapat 1.050 stok foto untuk diproses selama 50 jam untuk menghasilkan gambar 49.000 megapiksel tersebut. Siapapun yang melihat foto tersebut dapat memperhatikan setiap detail bagian Hajar Aswad.

Diketahui bahwa Hajar Aswad merupakan batu berasal dari surga yang pertama kali ditemukan oleh Nabi Ismail AS dan diletakkan oleh Nabi Ibrahim AS pada sudut Ka’bah. Umat Islam yang melaksanakan ibadah Haji dan Umroh dapat berkesempatan untuk mencium Hajar Aswad meskipun harus berdesakan dengan jamaah lainnya saat melakukan tawaf mengelilingi Ka’bah. Mencium batu Hajar Aswad merupakan sunnah Nabi Muhammad SAW karena setiap melaksanakan tawaf selalu menciumnya.

Hajar Aswad tentunya memiliki berbagai macam keistimewaan bagi para umat Islam diseluruh dunia. Untuk lebih lengkapnya simak 5 keistimewaan Hajar Aswad berikut ini.

Baca Juga: Foto Hajar Aswad usai Di-zoom Ribuan Kali, Ini Penampakannya

1.     Merupakan batu berasal dari Surga

Hajar Aswad merupakan sebuah batu berasal dari surga seperti yang diriwayatkan oleh Nabi Muhammad SAW. Hajar Aswad memiliki arti “hajar” yang berarti batu,, dan “Aswad” berarti hitam.

Diketahui bahwa batu Hajar Aswad pada awalnya berwarna seputih susu, namun doa umat manusia yang membuat batu tersebut menjadi hitam. Nabi Muhammad SAW bersabda, “Batu hitam turun dari surga dan itu lebih putih dari susu, tetapi dosa anak-anak Adam mengubahnya menjadi hitam." (HR Tirmidzi).

2.     Merupakan Pondasi Kakbah

Pada zaman Nabi Ibrahim AS, ia diutus oleh Allah SWT untuk membangun Kakbah. Untuk membuat Ka’bah diperlukannya batu untuk menutupi ruangan Ka’bah. Kemudian Malaikat Jibril memberikan batu tersebut kepada Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS.

Baca Juga: Untuk Kali Pertama, Arab Saudi Rilis Foto Hajar Aswad secara Detail

3.     Mencium Hajar Aswad

Di bulan Ramadhan penuh berkah ini, mari kita ringankan beban saudara sesama yang kesusahan. Berbagi sambil menambah amalan lewat sedekah makanan bersama Suara.com di laman Indonesia Dermawan. Untuk langsung meng-input jumlah sedekah silakan KLIK DI SINI!

Komentar