Presiden Prancis Ditampar saat Kunjungan, Pelaku Teriak: Ganyang Macronia!

Reza Gunadha | Hikmawan Muhamad Firdaus | Suara.com

Rabu, 09 Juni 2021 | 13:23 WIB
Presiden Prancis Ditampar saat Kunjungan, Pelaku Teriak: Ganyang Macronia!
Detik-detik Presiden Prancis ditampar seorang pria.[Twitter]

Suara.com - Presiden Prancis Emmanuel Macron pada hari Selasa (8/6) ditampar oleh seorang pria yang meminta foto saat ia berjalan-jalan sore di kota Lyon.

Dalam sebuah video yang beredar di media sosial, awalnya Presiden Macron terlihat menghampiri sebuah kerumunan dan menyapanya.

Kemudian, dalam sebuah video terlihat ia dipanggil oleh seorang pria dan Macron mengulurkan tangannya untuk menyapanya. Tiba-tiba pria tersebut langsung menampar Macron di bagian wajah bagian kiri.

Setelah menampar Presiden, pria yang mengenakan kaos tersebut kemudian berteriak "A Bas La Macronie" ("Ganyang Macronia").

Pria tersebut juga terdengar meneriakkan "Montjoie Saint Denis", seruan perang tentara Prancis ketika negara itu masih monarki.

Dua petugas keamanan Macron langsung menahan dan menangani pria berkaus itu, dan seorang lagi mengantar Macron sedikit menjauh dari kerumunan.

Setelah kejadian tersebut, Presiden tampak masih di dekat kerumanan dan tampak sedikit berdialog dengan para warga yang hadir.

Dua orang ditangkap, kata seorang sumber polisi kepada Reuters. Identitas pria yang menampar Macron, dan motifnya, belum diketahui.

Menyadur Euro News, Rabu (9/6/2021), Presiden Macron sedang dalam kunjungan ke wilayah Drome untuk bertemu dengan pemilik restoran dan siswa dan berbicara tentang kembali ke kehidupan normal setelah pandemi Covid-19.

Itu adalah salah satu dari serangkaian kunjungan Presiden Macron, kata para pembantunya, untuk mengukur detak jantung bangsa sebelum pemilihan presiden tahun depan. Ia kemudian melanjutkan kunjungannya ke wilayah tersebut.

Walikota setempat, Xavier Angeli, mengatakan kepada radio franceinfo bahwa Macron meminta pasukan pengawalnya untuk "tinggalkan dia, tinggalkan dia" saat pelaku ditahan.

Kantor presiden mengatakan telah ada upaya untuk menyerang Macron, tetapi menolak berkomentar lebih lanjut.

Dikutuk

Perdana Menteri Jean Castex mengutuk insiden itu. "Demokrasi tidak pernah bisa tentang kekerasan, agresi verbal, dan apalagi tentang agresi fisik. Saya menyerukan kebangkitan republik, kita semua prihatin, fondasi demokrasi kita dipertaruhkan," katanya.

Pemimpin sayap kanan Marine Le Pen, sekaligus lawan Macron di pemilihan presiden tahun depan, juga mengkritik serangan itu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Presiden Prancis Umumkan Lockdown Nasional Ke-3 selama Satu Bulan

Presiden Prancis Umumkan Lockdown Nasional Ke-3 selama Satu Bulan

News | Kamis, 01 April 2021 | 18:28 WIB

Macron Habiskan Uang Negara Rp 10 M untuk Beli Bunga, Warga Prancis Murka

Macron Habiskan Uang Negara Rp 10 M untuk Beli Bunga, Warga Prancis Murka

News | Rabu, 13 Januari 2021 | 13:28 WIB

Presiden Positif Covid-19, Prancis Tambah 18.000 Kasus Baru Virus Corona

Presiden Positif Covid-19, Prancis Tambah 18.000 Kasus Baru Virus Corona

Health | Jum'at, 18 Desember 2020 | 21:49 WIB

Terkini

Mengapa 9 WNI Ditangkap Militer Israel? Kronologi, Misi, dan Jerat Hukum Internasional

Mengapa 9 WNI Ditangkap Militer Israel? Kronologi, Misi, dan Jerat Hukum Internasional

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 22:11 WIB

Menlu Sugiono Geram, Kutuk Tindakan Israel yang Rendahkan Martabat 9 WNI

Menlu Sugiono Geram, Kutuk Tindakan Israel yang Rendahkan Martabat 9 WNI

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 22:05 WIB

Leony Vitria 'Kuliti' Borok Sampah Tangsel: Anggaran Miliaran, Hasilnya Nol Besar?

Leony Vitria 'Kuliti' Borok Sampah Tangsel: Anggaran Miliaran, Hasilnya Nol Besar?

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 21:54 WIB

LKPP Akui Sistem Belum User Friendly, Padahal Anggaran Pengadaan Capai Rp1.200 Triliun

LKPP Akui Sistem Belum User Friendly, Padahal Anggaran Pengadaan Capai Rp1.200 Triliun

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 21:35 WIB

Sedang Tidur Pulas, Gunawan Dihujani 9 Bacokan Celurit di Kontrakan Tomang

Sedang Tidur Pulas, Gunawan Dihujani 9 Bacokan Celurit di Kontrakan Tomang

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 21:24 WIB

Pelapor Mafia Tanah Malah jadi Tersangka, Kini Pasrah Kehilangan Harta

Pelapor Mafia Tanah Malah jadi Tersangka, Kini Pasrah Kehilangan Harta

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 21:17 WIB

Menteri LH: Sampah Organik Jadi Kunci Utama Penurunan Emisi Metana Indonesia

Menteri LH: Sampah Organik Jadi Kunci Utama Penurunan Emisi Metana Indonesia

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 20:52 WIB

9 WNI Bebas dari 'Neraka' Penjara Ktziot Israel, Alami Kekerasan dan Pelecehan

9 WNI Bebas dari 'Neraka' Penjara Ktziot Israel, Alami Kekerasan dan Pelecehan

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 20:52 WIB

Terkuak, Instruksi 'Rem Dikit-dikit' di Balik Tragedi KA Argo Bromo Tabrak KRL di Bekasi Timur

Terkuak, Instruksi 'Rem Dikit-dikit' di Balik Tragedi KA Argo Bromo Tabrak KRL di Bekasi Timur

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 20:33 WIB

Geger Dugaan Tender Janggal Kemenkes Rp267 M di RSUD Rodo Fabo, Gugatan PTUN Bergulir

Geger Dugaan Tender Janggal Kemenkes Rp267 M di RSUD Rodo Fabo, Gugatan PTUN Bergulir

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 20:24 WIB