Disebut Sama Ganasnya dengan Kanker, Kim Jong Un Bakal Perangi K-Pop

Reza Gunadha | Rima Suliastini | Suara.com

Selasa, 15 Juni 2021 | 15:14 WIB
Disebut Sama Ganasnya dengan Kanker, Kim Jong Un Bakal Perangi K-Pop
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un. [AFP]

Suara.com - Pimpinan tertinggi Korea Utara, Kim Jong Un kembali menekankan dampak buruk budaya K-Pop yang membanjiri negaranya. Ia bahkan menyamakannya dengan kanker ganas.

Menyadur New York Post Selasa (15/06) pemimpin Korea Utara berusia 37 tahun itu akan memberi hukuman yang lebih keras pada warganya yang mendengar musik K-pop.

Kampanye rahasia anti-K-pop ini terungkap melalui dokumen internal yang diselundupkan keluar dari Republik Rakyat Demokratik Korea (DPRK) oleh sumber berita yang berbasis di Seoul, Daily NK.

New York Times adalah media asing pertama yang melaporkannya pada hari Jumat. Ini kemudian diumumkan oleh legislator Korea Selatan.

Kim Jong UN bahka dilaporkan menyebut budaya yang datang dari negara saudaranya itu dengan kanker ganas yang merusak anak muda Korea Utara.

Red Velvet. (Instagram/@redvelvet.smtown)
Red Velvet, grup K-Pop yang pernah diundang ke Kores Utara oleh Kim Jong Un. (Instagram/@redvelvet.smtown)

Ia menyebut pakaian, gaya rambut, pidato, perilaku K-Pop identik dengan menari mirip dengan film 'Footloose' era 80-an, tapi kali ini jauh lebih gelap.

Kim Jong Un memperkenalkan undang-undang baru pada bulan Desember yang menetapkan penonton atau pemilik konten Korea Selatan dihukum hingga 15 tahun kerja paksa.

Hukuman maksimum sebelumnya untuk penggemar k-Pop adalah 5 tahun. Ini artinya, hukuman yang baru ditingkat berkali-kali lipat dari hukuman sebelumnya.

Menurut bocoran dokumen, pembawa konten K-Pop bisa menghadapi eksekusi mati sementara orang yang bernyanyi, bicara atau menulis "gaya Korea Selatan" akan dihukum dua tahun di kamp kerja.

Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un sedang mengunjungi Gunung Paektu. Foto ini dirilis KCNA pada 9 Desember kemarin. [AFP/KCNA]
Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un sedang mengunjungi Gunung Paektu. Foto ini dirilis KCNA pada 9 Desember kemarin. [AFP/KCNA]

Mei lalu, seorang warga dibunuh melalui regu tembak karena menjajakan musik bajakan dari Korea Selatan.

Sementara itu, pada Februari, Kim memerintahkan provinsi, kota, dan kabupaten di negara itu untuk menekan pengaruh kapitalis yang meningkat.

Media pemerintah Korea Utara bahkan memperingatkan bahwa genre musik populer dapat membuat negara "hancur seperti dinding yang basah" jika tidak ditindak sejak awal.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terlalu Bikin Candu, 4 Lagu K-Pop Ini Dilarang saat Musim Ujian

Terlalu Bikin Candu, 4 Lagu K-Pop Ini Dilarang saat Musim Ujian

Your Say | Selasa, 15 Juni 2021 | 10:00 WIB

Cegah Peredaran Produk Palsu, K-Link Rilis Aplikasi Toko Online

Cegah Peredaran Produk Palsu, K-Link Rilis Aplikasi Toko Online

Press Release | Senin, 14 Juni 2021 | 10:02 WIB

Kerumunan di Promo BTS Meal McD di Solo, Gibran: Lagi Euforia K-Pop

Kerumunan di Promo BTS Meal McD di Solo, Gibran: Lagi Euforia K-Pop

Surakarta | Rabu, 09 Juni 2021 | 16:43 WIB

Terkini

Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit

Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 23:13 WIB

Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru

Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 22:30 WIB

Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate

Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 22:10 WIB

Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?

Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 21:56 WIB

Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus

Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 21:43 WIB

Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?

Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 21:01 WIB

Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos

Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:50 WIB

Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!

Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:37 WIB

Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli

Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:08 WIB

Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat

Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:07 WIB