Perjuangan Para Pengumpul Barang Bekas Bantu Singapura 100% Bebas Sampah

Arsito Hidayatullah, BBC

Selasa, 22 Juni 2021 | 07:24 WIB
Perjuangan Para Pengumpul Barang Bekas Bantu Singapura 100% Bebas Sampah
Madam Ng. [BBC]

Suara.com - Anda dapat mendengar suara troli Madam Ng yang terhuyung-huyung di jalan, jauh sebelum Anda melihatnya.

Di pagi yang sunyi, suara trolinya bergema di jalan-jalan kawasan Tiong Bahru yang bersejarah di Singapura.

Madam Ng adalah seorang karang guni, salah satu pengumpul barang bekas, yang secara tradisional memungut barang-barang yang dibuang orang.

Apa yang diangkutnya bermacam-macam, mulai dari koran bekas, kaleng minuman, pakaian bekas hingga perangkat elektronik yang tidak diinginkan.

Mereka biasanya menjualnya ke pedagang karang guni lain atau ke perusahaan daur ulang.

Karang guni sendiri berasal dari istilah Melayu untuk karung goni, yang mereka gunakan untuk membawa barang-barang bekas itu.

Saat ini, karung itu telah digantikan oleh troli seperti yang digunakan Madam Ng, gerobak datar roda empat, atau troli roda dua, serta truk dan van.

Madam Ng menjadi karang guni lebih dari tiga dekade lalu karena dia ingin menghasilkan uang tambahan agar salah satu puterinya bisa sekolah di luar negeri.

"Saat itu saya berusia 40-an dan masih bekerja sebagai seorang perawat. Saya dulu berkeliling mengumpulkan koran, majalah, dan buku setelah bekerja - tetapi sekarang saya melakukannya setiap hari sejak saya pensiun," katanya.

Sekarang, di usia 78 tahun, rutinitas kerja sehari-harinya mungkin menjadi hal yang menakutkan bagi orang-orang seusianya.

"Setiap hari saya bangun pukul 4 pagi dan keluar rumah pukul 4.30 pagi. Saya mendorong gerobak saya di sekitar lingkungan, mengumpulkan koran dan kaleng bekas. Saya bekerja sekitar empat hingga lima jam, lalu saya pulang."

'Nol limbah'

Sementara pengumpul barang bekas mungkin tampak seperti bagian masa lalu di banyak negara, di Singapura, mereka masih eksis saat ini dan mungkin akan terus berperan di masa depan.

Singapura dikenal sebagai salah satu kota terbersih di dunia dan pasukan pengumpul barang bekas adalah pendaur ulang asli negara kota itu.

Pemerintah melihat para karang guni memainkan peran penting dalam program kebijakan yang berkelanjutan.

Rencana Hijau Singapura 2030 mencakup pengurangan jumlah sampah yang dikirim ke TPA sebesar 30% dalam dekade berikutnya.

Bisnis daur ulang terpukul keras oleh pandemi ketika volume bahan daur ulang Singapura turun karena ekonomi global ditutup untuk memperlambat penyebaran Covid.

Penghentian tiba-tiba itu membuat angka daur ulang keseluruhan negara itu, baik untuk rumah dan bisnis, turun menjadi 52% pada tahun 2020. Di tahunnya, angka daur ulang mencapai 59% tahun.

Badan Lingkungan Nasional (NEA), yang bertanggung jawab atas upaya daur ulang Singapura, berpikir bahwa ini hanya sebuah kemunduran kecil dan sekarang fokus pada rencana untuk mencapai ekonomi tanpa limbah.

Christopher Tan, direktur divisi keberlanjutan NEA mengatakan dia melihat karang guni memainkan peran penting dalam program daur ulang negara kota itu.

"Mereka dapat melengkapi metode pengumpulan saat ini. Masih ada tantangan untuk mendapatkan daur ulang dari pintu rumah Anda. Para karang guni ini memiliki jaringan. Mereka memiliki pengetahuan tentang apa yang dapat dan apa yang tidak dapat didaur ulang," katanya.

Singapura mengandalkan sektor swasta untuk mengelola pengumpulan sampah, pembuangan limbah, dan layanan daur ulang - dan perusahaan-perusahaan inilah yang bekerja sama dengan industri karang guni.

Generasi selanjutnya

Salah satu perusahaan tersebut adalah SembWaste.

Perusahaan ini telah menciptakan sebuah aplikasi - ezi - yang membantu untuk menghubungkan karang guni dengan perusahaan, serta anggota masyarakat yang ingin barang bekasnya didaur ulang.

"Kami telah menjalin kemitraan dengan jaringan karang guni... dengan lebih dari 100 di antaranya sebagai bagian dari jaringan ezi," kata Goh Siok Ling, direktur komersial SembWaste.

Di usia 32 tahun, Aiden Ang merupakan bagian dari generasi baru karang guni.

Setelah lulus dengan gelar diploma di bidang teknik telekomunikasi ia memilih mengikuti jejak ayahnya untuk bergabung dengan bisnis daur ulang pakaian daripada mengejar karier yang lebih umum.

Terlepas dari penurunan daur ulang karena Covid, Ang yakin industri ini memiliki masa depan yang menjanjikan: "Saya pribadi percaya perdagangan ini akan bertahan dalam jangka panjang.

"Semua orang menjadi terbiasa mendaur ulang karena pendidikan. Saya yakin jumlah pendaur ulang akan meningkat di tahun-tahun mendatang."

Ang melihat penggunaan aplikasi sebagai langkah maju, "dengan darah muda di perusahaan, kami dapat menjalankan bisnis dengan cara yang lebih baik, terutama dengan teknologi".

Dia mengatakan inilah yang meyakinkannya untuk memasuki industri ini dan untuk memperbaikinya.

"Sangat nyaman bagi warga yang tertarik untuk berpartisipasi dalam gerakan daur ulang. Bagi kami sebagai operator, ini membantu kami mengatur alur operasional dan menangani transaksi dengan sangat efisien."

Ang juga menunjukkan peluang yang dia lihat untuk kaum muda karena perdagangan itu saat ini masih didominasi oleh kolektor karang guni tua, seperti Madam Ng.

Banyak di antara mereka yang hampir pensiun.

'Saya ingin terus bekerja'

Meskipun Madam Ng mungkin bukan bagian dari generasi baru karang guni yang paham teknologi, dia belum berencana untuk berhenti bekerja.

"Saya menjual barang yang saya kumpulkan saya ke karang guni lain yang menggunakan truk. Dia sangat sibuk karena banyak karang guni senior yang melakukan apa yang saya lakukan dan dia mengumpulkan dari mereka juga," katanya.

Kritik terhadap bisnis karang guni adalah bahwa industri ini bergantung pada lansia yang dibayar rendah untuk pekerjaan fisik yang mereka lakukan.

Namun, bagi Nyonya Ng, pekerjaan ini bukan tentang uang. Sejak menjanda, dia hidup nyaman dengan salah satu putrinya dan keluarganya.

"Ini pekerjaan yang berat secara fisik. Anak perempuan saya menyuruh saya berhenti. Tapi saya lebih suka melakukannya daripada duduk-duduk di rumah."

"Duduk terlalu banyak tidak baik untuk Anda - sangat buruk untuk pikiran. Ketika saya keluar dengan troli saya, itu membantu saya menjernihkan pikiran."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Ketegangan Gas dengan Singapura, Indonesia Disebut Buktikan Nyali dan Kedaulatan Energi

Ketegangan Gas dengan Singapura, Indonesia Disebut Buktikan Nyali dan Kedaulatan Energi

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:53 WIB

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Video | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:15 WIB

Bakar Sampah Berujung Petaka, Pohon di Joglo Ambruk Timpa Kabel dan Tembok

Bakar Sampah Berujung Petaka, Pohon di Joglo Ambruk Timpa Kabel dan Tembok

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:21 WIB

Pekerja Migran Indonesia di Singapura Dipenjara 3 Tahun usai Pukuli Anak Berkebutuhan Khusus 23 Kali

Pekerja Migran Indonesia di Singapura Dipenjara 3 Tahun usai Pukuli Anak Berkebutuhan Khusus 23 Kali

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:30 WIB

Media Singapura Ikut Bingung Minuman Kemasan Diduga Mengandung Sabun Beredar di Demo Bundaran HI

Media Singapura Ikut Bingung Minuman Kemasan Diduga Mengandung Sabun Beredar di Demo Bundaran HI

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 11:20 WIB

Bahlil Curiga Singapura Jual Lagi Gas Impor dari Indonesia

Bahlil Curiga Singapura Jual Lagi Gas Impor dari Indonesia

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 08:43 WIB

A Suspicious Secondhand Shop: Ketika Barang Bekas Menyimpan Kisah Manusia

A Suspicious Secondhand Shop: Ketika Barang Bekas Menyimpan Kisah Manusia

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 08:00 WIB

Malaysia dan Singapura Protes Keras Asap Karhutla dari RI, Ini Respons Dasco

Malaysia dan Singapura Protes Keras Asap Karhutla dari RI, Ini Respons Dasco

Video | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:05 WIB

RI - Singapura Bentuk Satgas Tindak Perusahaan Pembakar Hutan

RI - Singapura Bentuk Satgas Tindak Perusahaan Pembakar Hutan

Video | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:30 WIB

Terkini

Kecelakaan Maut Bus Penumpang Tabrak Truk Berat: 10 Orang Tewas dan 24 Luka

Kecelakaan Maut Bus Penumpang Tabrak Truk Berat: 10 Orang Tewas dan 24 Luka

News | Minggu, 01 November 2026 | 23:00 WIB

Pura-pura Ban Motor Bocor, Pria di Bandar Lampung Diduga Bunuh Sepupunya

Pura-pura Ban Motor Bocor, Pria di Bandar Lampung Diduga Bunuh Sepupunya

Lampung | Minggu, 01 November 2026 | 22:48 WIB

Viral Pasien Lansia Terlantar di Teras Puskesmas Bantarujeg, Ini Kronologinya

Viral Pasien Lansia Terlantar di Teras Puskesmas Bantarujeg, Ini Kronologinya

Jabar | Minggu, 01 November 2026 | 22:44 WIB

Truk Molen Tabrak 12 Orang di Halte Bekasi, Enam Tewas dan Kelayakan Kendaraan Disorot

Truk Molen Tabrak 12 Orang di Halte Bekasi, Enam Tewas dan Kelayakan Kendaraan Disorot

Jakarta | Minggu, 01 November 2026 | 22:31 WIB

Rumor MSCI Downgrade IHSG Panaskan Hubungan RI-Singapura

Rumor MSCI Downgrade IHSG Panaskan Hubungan RI-Singapura

Bisnis | Minggu, 01 November 2026 | 22:20 WIB

Target Harga Saham BBCA di Tengah Koreksi Ekstrem

Target Harga Saham BBCA di Tengah Koreksi Ekstrem

Bisnis | Minggu, 01 November 2026 | 22:11 WIB

Kepung Lokasi Balap Liar KM 77 Cipali, Polsek Campaka Amankan 35 Remaja dan 24 Motor

Kepung Lokasi Balap Liar KM 77 Cipali, Polsek Campaka Amankan 35 Remaja dan 24 Motor

Jabar | Minggu, 01 November 2026 | 22:08 WIB

Patuhi Danantara, PTBA Resmi Bubarkan Anak Usaha

Patuhi Danantara, PTBA Resmi Bubarkan Anak Usaha

Bisnis | Minggu, 01 November 2026 | 22:05 WIB

Aparat Bersenjata Geledah Ponpes Putri saat Santri Tidur, Komnas HAM Turun Tangan

Aparat Bersenjata Geledah Ponpes Putri saat Santri Tidur, Komnas HAM Turun Tangan

News | Minggu, 01 November 2026 | 22:00 WIB

Waspada! Ada Dokter Gadungan Rawat 169 Pasien Kanker, Ngaku Tak Bersalah dan Siapkan Vaksin Kanker

Waspada! Ada Dokter Gadungan Rawat 169 Pasien Kanker, Ngaku Tak Bersalah dan Siapkan Vaksin Kanker

News | Minggu, 01 November 2026 | 22:00 WIB

×