Elit Parpol Pendukung Nongkrong, Pengamat: Merugikan Jokowi

Erick Tanjung, Ria Rizki Nirmala Sari

Jum'at, 25 Juni 2021 | 20:37 WIB
Elit Parpol Pendukung Nongkrong, Pengamat: Merugikan Jokowi
Sejumlah sekjen partai pendukung Jokowi-Maruf dalam Koalisi Indonesia Maju reunian. [Tangkapan layar IG Rajaantoni]

Suara.com - Masyarakat pengguna media sosial tampak geram melihat sejumlah sekretaris jenderal serta elit partai politik tim kampanye nasional atau TKN Joko Widodo-Maruf Amin berkumpul di restoran saat kasus Covid-19 di Indonesia sedang mengkhawatirkan. Perilaku mereka jelas dianggap merugikan Presiden Joko Widodo.

Pengamat Politik dari Universitas Al Azhar Indonesia (UAI) Ujang Komaruddin menilai bahwa apa yang dilakukan oleh elit parpol tersebut berbanding terbalik dengan imbauan Jokowi. Mereka malah berkerumun disaat Jokowi meminta masyarakat untuk berdiam diri di rumah.

"Sangat merugikan, karena mereka cuek pada imbauan Jokowi," kata Ujang kepada Suara.com, Jumat (25/6/2021).

Dalam keterangan yang disampaikan Sekretaris Jenderal Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Raja Juli Antoni, pertemuan itu dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan (prokes). Padahal kalau dilihat dari foto mereka berkumpul lebih dari 5 orang dan tidak berjaga jarak.

Ujang menganggap apa yang dilakukan mereka menjadi contoh kurang baik. Kalau memang Jokowi sudah memberikan imbauan, maka seharusnya mereka pun bisa memberikan contoh yang baik kepada masyarakat dengan tidak ke luar rumah untuk keperluan tidak mendesak.

"Mereka pun mestinya memberi contoh untuk diam di rumah. Tidak kumpul-kumpul di tengah kasus Covid-19 yang terus menanjak," ujarnya.

Foto reuni ini dibagikan oleh Sekjen Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Raja Juli Antoni di Twitter. Ia memamerkan makan malam bersama teman-teman yang dulu menjadi TKN Presiden Jokowi.

"Reuni TKN Jokowi - Maruf Amin. Makan malam bersama dengan kawan-kawan seperjuangan," tulisnya dalam Twitter seperti dikutip oleh Suara.com, Kamis (24/6).

Acara itu dihadiri sejumlah tokoh politik ternama. Diantaranya Wakil Ketua MPR Arsul Sani, Menkominfo Johnny Plater, hingga mantan Menaker Hanif Dhakiri.

baca juga

"Bawah : Pak Asrul Wakil Ketua @mprgoid, Mas Hasto Sekjen @PDI_Perjuangan, Bang Johnny Plate @kemkominfo, Cak Udin Sekjen PKB," tulis Raja J. Antoni.

"Atas Mas Verry @pkpindonesia, Bang Ferry @DPP_PKB, saya @psi_id, Mas Awi Sekjen @DPP_PPP, Cak Rofiq Sekjen @PartaiPerindo serta Mas Hanif mantan Menaker," lanjutnya menjabarkan.

Acara ini langsung mendapatkan kritikan setelah Raja mengatakan tidak ada pembicaraan serius dari reuni itu. Menurut pengakuannya, mereka hanya makan malam berjamaah.

"Tidak ada pembicaraan serius. Reuni ringan dan makan malam berjamaah," katanya dalam Twitter.

Tak ingin publik salah paham, Raja menjelaskan semua yang hadir menerapkan protokol kesehatan seketat mungkin. Mereka hanya mencopot masker selama 3 detik saat berfoto-foto. Acara sendiri disebunya cukup singkat karena hanya berlangsung 2 jam.

"FYI: pertemuan dimulai pukul 17.00 WIB, kurang dari pukul 19.00 WIB sudah bubar. Semua pakai masker dan jaga jarak aman kecuali 2-3 detik untuk foto," jelasnya.

Meski sudah menjelaskan soal prokes, postingan acara reuni ini mendapatkan kritikan habis-habisan. Salah satu sorotan tajam datang dari musisi Baskara Putra.

Ia mempertanyakan apa manfaat acara reuni itu jika tidak membahas hal penting. Apalagi, acara reuni itu cukup padat dihadiri 10 orang yang tidak menjaga jarak dalam satu meja makan.

"Tidak ada pembicaraan serius, berarti gak urgent, gak penting-penting amat. 10 orang satu meja, gak ada jarak. Makan kan buka masker. Mane katanya PPKM mikro. Prokes seketat mungkin my ass," kritiknya di Twitter.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dokter Tirta Beberkan 3 Alasan Orang Belum Terpapar Corona

Dokter Tirta Beberkan 3 Alasan Orang Belum Terpapar Corona

Riau | Jum'at, 25 Juni 2021 | 16:16 WIB

Sentil Pemerintah yang Enggan Lockdown, Sujiwo Tejo: Padahal Rakyat Bisa Biayai Pilpres

Sentil Pemerintah yang Enggan Lockdown, Sujiwo Tejo: Padahal Rakyat Bisa Biayai Pilpres

Surakarta | Jum'at, 25 Juni 2021 | 08:32 WIB

Covid-19 di Indonesia Semakin Melonjak Naik, Rizal Ramli Sindir Jokowi: Ganti Presiden

Covid-19 di Indonesia Semakin Melonjak Naik, Rizal Ramli Sindir Jokowi: Ganti Presiden

Bogor | Rabu, 23 Juni 2021 | 09:10 WIB

Terkini

Ditinjau Gubsu Bobby Nasution dan Komisi VII DPR RI, PRSU Bakal Masuk Kalender Event Nasional

Ditinjau Gubsu Bobby Nasution dan Komisi VII DPR RI, PRSU Bakal Masuk Kalender Event Nasional

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 12:09 WIB

Jampidsus Febrie Adriansyah: Saya Tidak Mundur! Masih Terima Perintah Usut Kasus Korupsi

Jampidsus Febrie Adriansyah: Saya Tidak Mundur! Masih Terima Perintah Usut Kasus Korupsi

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 11:59 WIB

Dikaitkan dengan Kasus Blackout Sumatera, Jampidsus Febrie: Saya Tidak Paham Keterkaitannya

Dikaitkan dengan Kasus Blackout Sumatera, Jampidsus Febrie: Saya Tidak Paham Keterkaitannya

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 11:57 WIB

Usai Penggeledahan, Polda Metro Jaya Fokus Amankan Barang Bukti Bernilai Fantastis

Usai Penggeledahan, Polda Metro Jaya Fokus Amankan Barang Bukti Bernilai Fantastis

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 11:55 WIB

Membangun PLTS Saja Tidak Cukup: Bagaimana Mewujudkan Elektrifikasi yang Berkelanjutan di Indonesia?

Membangun PLTS Saja Tidak Cukup: Bagaimana Mewujudkan Elektrifikasi yang Berkelanjutan di Indonesia?

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 11:48 WIB

Polisi Sempat Lepas Lampu Diduga CCTV Sebelum Geledah Ruko Cipete

Polisi Sempat Lepas Lampu Diduga CCTV Sebelum Geledah Ruko Cipete

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 11:47 WIB

Akui Rumah Sentul Miliknya, Jampidsus Febrie Masih Rahasikan Sosok Pemilik 74 Kg Emas

Akui Rumah Sentul Miliknya, Jampidsus Febrie Masih Rahasikan Sosok Pemilik 74 Kg Emas

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 11:44 WIB

Pintu Lantai Tiga Ruko Cipete Dipotong, Polisi Buru Jejak Dokumen Kasus Korupsi Hingga TPPU

Pintu Lantai Tiga Ruko Cipete Dipotong, Polisi Buru Jejak Dokumen Kasus Korupsi Hingga TPPU

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 11:43 WIB

KPK Boyong Bupati Sukoharjo ke Jakarta untuk Pemeriksaan Lanjutan

KPK Boyong Bupati Sukoharjo ke Jakarta untuk Pemeriksaan Lanjutan

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 11:31 WIB

Perpres Pelindungan Jaksa Dinilai Terlalu Longgar, Pakar Minta Batas Pelibatan TNI Dipertegas

Perpres Pelindungan Jaksa Dinilai Terlalu Longgar, Pakar Minta Batas Pelibatan TNI Dipertegas

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 11:20 WIB

×