Ngabalin: Karena Saya Punya Uang, Langsung Vaksin Berbayar

Rendy Adrikni Sadikin

Senin, 12 Juli 2021 | 10:28 WIB
Ngabalin: Karena Saya Punya Uang, Langsung Vaksin Berbayar
Tenaga Ahli Kantor Staf Kepresidenan (KSP), Ali Mochtar Ngabalin saat bertakziah atas meninggalnya mantan Jubir Presiden, Wimar Witoelar di rumah duka di kawasan Cilandak, Jaksel. (Suara.com/Yaumal)

Suara.com - Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin, menanggapi riuhnya pro dan kontra terkait vaksin berbayar. Menurut Ngabalin, tidak ada kok niatan pemerintah membisniskan vaksin Covid-19.

Ali Mochtar Ngabalin menambahkan vaksin berbayar tersebut diadakan dengan tujuan untuk mempercepat tercapainya kekebalan komunitas alias herd immunity.

Ngabalin menegaskan, sesuai kebijakan Presiden Jokowi, vaksin untuk rakyat akan tetap gratis. Biaya vaksin seluruhnya ditanggung oleh negara melalui APBN.

Terkait perubahan vaksin sesuai Peraturan Menteri Kesehatan terbaru nomor 19 Tahun 2021 tentang Vaksin Gotong Royong, yang membuka keran vaksin berbayar, Ngabalin mengakui. Tapi, kata dia, vaksin berbayar ini tidak serta merta bisnis yang dikedepankan.

Vaksin Gotong Royong yang berbayar ini dipertuntukkan bagi individu atau kelompok masyarakat yang punya kelebihan uang maka bisa memilih vaksin berbayar yang akan dijalankan oleh BUMN itu.

Menurut Ngabalin, salah satu tujuan hadirnya vaksin berbayar ini adalah mengakselerasi perluasan akses vaksinasi dan akhirnya bisa tercapai herd immunity.

“Harapan yang diinginkan pemerintah kan di akhir 2021, setidaknya bisa mencapai 180 juta warga yang telah vaksinasi meski satu dosis vaksin saja, ini untuk bisa capai herd immunity,” jelasnya dalam siaran Apa Kabar Pagi tvOne seperti dikutip Terkini.id, Senin (12/7/2021).

Jadi, Ngabalin menegaskan vaksi berbayar ini merupakan salah satu upaya perluasan vaksin bagi rakyat, namun dengan pilihan membayar.

Ngabalin mengaku tertarik akan ikut vaksin berbayar. Alasannya dia ingin cepat mengerjar vaksin dosis kedua. Ngabalin sudah divaksi sekali namun jadwal vaksin dosis kedua masih menunggu beberapa pekan lagi. Makanya adanya keran vaksin berbayar ini menjadi solusi bagi orang seperti dia yang tak ingin menunggu terlalu lama untuk menuntaskan dosis vaksin.

baca juga

“Jadi bukan mentang-mentang kita dari KSP harus didahulukan, bukan. Jadwal sudah ditentukan dari kantor (tapi masih nunggu). Nah berhubung saya ada uang, maka saya langsung ke Kimia Farma (vaksin berbayar) untuk bisa lebih cepat (dapat dosis kedua). Orang kayak saya ini jutaan, di negeri ini,” jelas Ngabalin.

Nah mengenai vaksin berbayar yang dilakukan oleh perusahaan atau badan swasta, setahu Ngabalin maka karyawan akan mendapatkan vaksin gratis.

Cuma nanti biaya vaksin mandiri yang diselenggarakan oleh perusahaan atau swasta ini nanti akan dibebankan ke negara lho.

“Makanya ini adalah perluas akses vaksin Gotong Royong, sehingga masyarakat harus mengerti Presiden menetapkan aturannya ada, vaksin ini tak dipungut biaya, itu ditanggung oleh negara. Kecuali bagi vaksin individu perorangan yang biayai sendiri. Dibiayai perusahaan bisa, atau badan usaha. Juga bisa perorangan itu ada ketentuannya di Permenkes,” jelasnya.

Pemerintah menyatakan vaksinasi mandiri bisa dilakukan melalui klinik Kimia Farma mulai hari Senin, 12 Juli 2021.

Wakil Menteri BUMN Pahala N. Mansury, Vaksinasi Gotong Royong (VGR) Individu dapat mempercepat pembentukan kekebalan komunal (herd immunity) sehingga pemulihan perekonomian nasional dapat berjalan lebih cepat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tegas! Fahri Hamzah Sentil DPR: Tugas Kalian Bicara, Jangan Diam Saja!

Tegas! Fahri Hamzah Sentil DPR: Tugas Kalian Bicara, Jangan Diam Saja!

News | Senin, 12 Juli 2021 | 10:26 WIB

Perhatian, Ini Beda Varian Covid-19 Delta, Delta Plus, Kappa, dan Lambda

Perhatian, Ini Beda Varian Covid-19 Delta, Delta Plus, Kappa, dan Lambda

Tekno | Senin, 12 Juli 2021 | 10:15 WIB

Jaga Semangat! 2.791 Pasien Covid-19 di Klaten Sembuh dalam Sepekan Terakhir

Jaga Semangat! 2.791 Pasien Covid-19 di Klaten Sembuh dalam Sepekan Terakhir

Surakarta | Senin, 12 Juli 2021 | 09:56 WIB

Terkini

Kita Cari! Bahar bin Smith Geruduk The Sounds Project Buru Pelaku Hafalan Quran Hadiah Miras

Kita Cari! Bahar bin Smith Geruduk The Sounds Project Buru Pelaku Hafalan Quran Hadiah Miras

Entertainment | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:22 WIB

Konvoi Usai Menang Futsal Berujung Petaka, 9 Pelajar Diamankan Polisi di Solo

Konvoi Usai Menang Futsal Berujung Petaka, 9 Pelajar Diamankan Polisi di Solo

Jawa Tengah | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:13 WIB

Polresta Cirebon Sita 6.964 Butir Obat Keras Ilegal, Tiga Pengedar Ditangkap

Polresta Cirebon Sita 6.964 Butir Obat Keras Ilegal, Tiga Pengedar Ditangkap

Jabar | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:07 WIB

Kolaborasi Kampus dan Industri Dinilai Penting untuk Bangun Kota Berkelanjutan

Kolaborasi Kampus dan Industri Dinilai Penting untuk Bangun Kota Berkelanjutan

Jabar | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:03 WIB

Mahasiswa Tersangka Tabrak Lari di Bandung Mengemudi dalam Kondisi Mabuk

Mahasiswa Tersangka Tabrak Lari di Bandung Mengemudi dalam Kondisi Mabuk

Jabar | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:58 WIB

Kasus Hafalan Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Sound Project Dilimpahkan ke Polda Metro Jaya

Kasus Hafalan Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Sound Project Dilimpahkan ke Polda Metro Jaya

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:50 WIB

Pelaku Pemerkosaan dan Pembunuhan di Tangerang Beraksi Saat Mabuk, Pintu Rumah Korban Tak Terkunci

Pelaku Pemerkosaan dan Pembunuhan di Tangerang Beraksi Saat Mabuk, Pintu Rumah Korban Tak Terkunci

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:44 WIB

Donald Trump Ingin 3 Periode, Bakal Tabrak Konstitusi AS?

Donald Trump Ingin 3 Periode, Bakal Tabrak Konstitusi AS?

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:43 WIB

Tak Ditemukan Tanda Kekerasan, Penyebab Kematian Sutrimo Masih Misteri

Tak Ditemukan Tanda Kekerasan, Penyebab Kematian Sutrimo Masih Misteri

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:35 WIB

Bencana Karhutla Bukan Soal Tak Mampu, Masalahnya Ada di Komitmen

Bencana Karhutla Bukan Soal Tak Mampu, Masalahnya Ada di Komitmen

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:33 WIB

×