Suara.com - Pemerintah Australia akhirnya melarang semua bentuk aksi protes di luar klinik aborsi. Mereka yang tetap berdemo akan dipenjara.
Setelah parlemen negara bagian Australia Barat mengesahkan Undang-Undang Zona Aman bagi perempuan yang ingin melakukan aborisi pada hari Kamis (12/8/2021), maka praktis seluruh negara bagian di Australia telah memiliki undang-undang serupa.
Dengan adanya aturan tersebut, kaum perempuan di setiap negara bagian dan teritori sekarang dilindungi dari intimidasi saat mereka mengakses klinik aborsi.
Zona-zona aman itu akan mencegah siapa pun melakukan protes dalam jarak 150 meter dari klinik aborsi dan akan berlaku 24 jam sehari, tujuh hari seminggu.
Seorang warga Kota Perth, Jessica Williams, yang pernah mengalami pelecehan di luar klinik aborsi pada 2019, menyambut baik lolosnya undang-undang itu.
Setelah dicemooh dan dicaci-maki karena mendatangi klinik aborsi, Jessica kemudian membentuk kelompok advokasi bernama Western Australians for Safe Access Zones.
"Sebagai seorang perempuan yang telah melakukan aborsi, saya bangga karena ikut berperan dalam mengakhiri pelecehan terhadap gadis-gadis dan kaum perempuan yang mencari layanan aborsi di Australia Barat," katanya.
"Akhirnya, para gadis dan perempuan ini tidak perlu lagi dihadapkan atau dilecehkan oleh orang yang menetang aborsi," ujar Jessica.
"Pasangan mereka, teman dan keluarga yang mendukung, juga staf medis di klinik kesehatan reproduksi tak lagi harus menanggung penderitaan yang disebabkan oleh kelompok tersebut," katanya.
Dinilai terlambat
Direktur Asosiasi Pusat Hukum dan Hak Asasi Manusia setempat, Adrianne Walters, mengatakan UU itu sebenarnya datang terlambat.
"Sudah terlalu lama perempuan di Australia telah menjadi sasaran serangan dari aktivis anti-aborsi. Mereka harus mengalami pelecehan hanya karena menemui dokter aborsi," katanya.
"UU Zona Akses Aman berperan penting untuk memastikan tidak ada orang yang dilecehkan atau direkam (untuk dipermalukan) oleh orang lain saat mereka menuju pintu klinik," jelas Adrianne.
Menteri Kesehatan Asutralia Barat Roger Cook mengatakan bagaimana pun UU ini sangat diperlukan.
"UU ini memberi jaminan untuk mengakses layanan medis legal tanpa diintimidasi, diganggu, dan dilecehkan," ujarnya.
Direktur Marie Stopes Australia, sebuah organisasi swadaya masyarakat setempat, Jamal Hakim mengatakan, pengesahan UU ini signifikan, tetapi masih banyak yang perlu dilakukan untuk mengurangi stigma seputar aborsi.
Kumpulan Kuis Menarik
Komentar
Terkait
Parlemen Australia Usul agar Syarat WNA jadi Penduduk Tetap Dipermudah
News | Jum'at, 13 Agustus 2021 | 14:06 WIB
Berbanggalah, Bahasa Indonesia Diajarkan di 10 Negara Ini!
Your Say | Jum'at, 13 Agustus 2021 | 11:13 WIB
CEK FAKTA: Benarkah Rakyat Australia Ricuh Melawan Rencana New World Order?
News | Jum'at, 13 Agustus 2021 | 09:45 WIB
Dulu Sukses Mengendalikan, Kini Vietnam Masuki Krisis Pandemi Covid-19
News | Kamis, 12 Agustus 2021 | 18:58 WIB
CEK FAKTA: Rakyat Australia Demo Melawan Rencana New World Order?
News | Kamis, 12 Agustus 2021 | 16:28 WIB
Kasus COVID-19 Masih Naik, Australia Mungkin Lakukan Lockdown Lebih Lama
Health | Selasa, 10 Agustus 2021 | 18:01 WIB
Kisah Atlet Lari Riley Day, Rela Kerja di Supermarket Demi Biaya Ikut Olimpiade
Lifestyle | Selasa, 10 Agustus 2021 | 11:55 WIB
Seorang Bayi di Australia Tewas Terjatuh dari Gendongan Ibu setelah Diterkam Burung Murai
News | Selasa, 10 Agustus 2021 | 10:07 WIB
Dua Tentara Australia Diserang Buaya, Badan dan Kepala Luka Parah
Sumbar | Minggu, 08 Agustus 2021 | 11:10 WIB
Terkini
Polemik Status Tahanan Rumah Gus Yaqut, Tersangka Korupsi Dapat Perlakuan Istimewa dari KPK?
News | Kamis, 26 Maret 2026 | 23:03 WIB
Seskab Ungkap Detik-detik Prabowo Ingin Lihat Warga di Bantaran Rel: Dadakan Ingin Menyamar
News | Kamis, 26 Maret 2026 | 22:31 WIB
Tanpa Lencana Presiden, Prabowo Santai Sapa Warga di Bantaran Rel Senen, Janjikan Hunian Layak
News | Kamis, 26 Maret 2026 | 22:27 WIB
Eks Pejabat Keamanan AS: Eropa Hati-hati, Rudal Iran Bisa Capai Paris
News | Kamis, 26 Maret 2026 | 21:43 WIB
Serangan Iran ke Israel Berlanjut: Puluhan Warga Jadi Korban, Sirene Terus Meraung
News | Kamis, 26 Maret 2026 | 21:14 WIB
Iran: Ada Negara Arab yang Mau Bantu AS Kuasai Pulau Kharg
News | Kamis, 26 Maret 2026 | 21:12 WIB
Belajar dari Perang ASIsrael vs Iran, Indonesia Harus Perkuat 'Character Building' dan Perang Siber
News | Kamis, 26 Maret 2026 | 21:00 WIB
Remaja 20 Tahun Gugat Meta dan Youtube Gegara Kecanduan Sosmed, Dapat Ganti Rugi Rp90 M
News | Kamis, 26 Maret 2026 | 20:59 WIB
Senator AS Curigai Trump di Kasus Trader Misterius yang Raup Rp800 M dalam 15 Menit
News | Kamis, 26 Maret 2026 | 20:46 WIB