alexametrics

Tak Minta Maaf Soal Covid-19, Pidato Kenegaraan Jokowi Dinilai Optimisme Semu

Erick Tanjung | Stephanus Aranditio
Tak Minta Maaf Soal Covid-19, Pidato Kenegaraan Jokowi Dinilai Optimisme Semu
Presiden Joko Widodo menyampaikan pidato kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR Tahun 2021 di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (16/8/2021). [Antara/Foto]

Tidak ada kata maaf, tidak ada rasa empati kepada tenaga kesehatan, tidak ada rasa duka cita kepada rakyat yang ditinggalkan anggota keluarganya akibat Covid-19, kata Firdaus.

Suara.com - Tim Koalisi Warga LaporCovid-19 sangat menyayangkan tidak ada permintaan maaf sedikitpun dari Presiden Joko Widodo dalam pidato kenegaraannya di Sidang Tahunan MPR, Senin (16/8/2021).

Anggota Tim Advokasi Laporan Warga LaporCovid-19, Firdaus Ferdiansyah mengatakan, bahkan tidak ada ucapan belasungkawa kepada 118.833 jiwa rakyat Indonesia yang meninggal dunia akibat pandemi Covid-19.

"Tidak ada kata maaf, tidak ada rasa empati kepada tenaga kesehatan, tidak ada rasa duka cita kepada rakyat yang ditinggalkan anggota keluarganya atau saudaranya akibat Covid-19. Seolah-olah membuat pengorbanan yang sudah hampir berjalan 2 tahun ini, terlewat begitu saja," kata Firdaus kepada Suara.com, Senin (16/8/2021).

Firdaus mengatakan pidato Jokowi yang menyinggung kebangkitan melawan Covid-19 adalah semu karena tidak sejalan dengan kenyataan di masyarakat. "Optimisme semu. Minta maaf lah kepada rakyat," tegasnya.

Baca Juga: Koalisi Masyarakat Sipil: Jokowi Harus Angkat Status 75 Pegawai KPK Jadi ASN

Sebelumnya, Jokowi menyampaikan sejumlah poin terkait penanganan pandemi Covid-19. Dia meminta masyarakat meningkatkan kesadaran dan gotong royong soal protokol kesehatan memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan agar pandemi bisa terkendali.

Jokowi juga berharap Indonesia bisa mendapatkan sebanyak mungkin vaksin tidak melulu di negara besar yang sudah banyak melakukan vaksinasi Covid-19, masyarakat juga perlu sadar pentingnya vaksin untuk kesehatan.

"Perang melawan Covid-19 tidak akan berhasil jika ketidakadilan akses terhadap vaksin masih terjadi," ucap Jokowi saat Sidang Tahunan di Gedung Parlemen, Senin (16/8).

Jokowi juga meminta lembaga legislatif dan pemeriksa memberikan dukungan kepada pemerintah untuk cepat mengkonsolidasikan kekuatan fiskal.

Baca Juga: LIVE STREAMING: Update Hasil Evaluasi PPKM Level 4

Komentar