- Istana Kepresidenan menghormati proses hukum oleh Polri terkait dugaan korupsi yang menyeret Jampidsus Febrie Adriansyah sejak Juli 2026.
- Presiden Prabowo Subianto mendukung tindakan tegas aparat penegak hukum dan berkomitmen penuh untuk memberantas korupsi di Indonesia.
- Pemerintah mengimbau masyarakat tetap menjaga stabilitas nasional sambil menanti hasil penyidikan resmi terhadap pihak yang terlibat kasus.
Suara.com - Istana Kepresidenan akhirnya buka suara terkait tiga dugaan skandal korupsi yang menyeret nama Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah. Kasus tersebut menjadi perhatian publik setelah tim gabungan Polri menggeledah sejumlah lokasi yang berkaitan dengan penyidikan.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menegaskan pemerintah menghormati seluruh proses hukum yang sedang berjalan. Ia juga mengingatkan pentingnya menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah.
"Kita semua menghormati setiap proses hukum yang sedang dilaksanakan oleh Aparat Penegak Hukum (APH), dalam hal ini Kepolisian. Kita juga menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah sehingga terhindar dari spekulasi maupun penilaian yang tidak produktif," kata Prasetyo kepada wartawan, Jumat (10/7/2026).
Prasetyo menegaskan, sejak awal Presiden Prabowo Subianto memiliki komitmen kuat dalam pemberantasan korupsi. Menurutnya, kepala negara berulang kali mengingatkan seluruh aparatur negara agar segera berbenah dan membersihkan diri.
"Beliau berulang kali mengingatkan seluruh jajaran pemerintahan, khususnya para aparatur negara, agar segera berbenah dan membersihkan diri sebelum tindakan penegakan hukum atau pembersihan itu dilakukan," ujarnya.
Prasetyo mengatakan Prabowo terus menegaskan bahwa korupsi merupakan salah satu pekerjaan rumah terbesar bangsa. Meski demikian, pemerintah tidak boleh menyerah dalam menghadapi tantangan tersebut.
"Pemerintah terus memperbaiki tata kelola, memperkuat integritas, dan membangun pemerintahan yang bersih," kata Prasetyo.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga kondusivitas, stabilitas, dan persatuan di tengah proses penegakan hukum.
"Yang tidak kalah penting adalah menjaga kondusivitas, stabilitas, dan persatuan sebagai sesama anak bangsa. Hanya dengan suasana yang aman, bersatu, dan saling percaya, kita dapat menyelesaikan berbagai persoalan bangsa serta mempercepat pelaksanaan program-program pembangunan demi kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia," tuturnya.
Keberadaan Febrie Masih Jadi Tanda Tanya
Sebelumnya diberitakan, keberadaan Jampidsus Febrie Adriansyah hingga Kamis (9/7/2026) sore belum diketahui. Namanya menjadi sorotan publik setelah tim gabungan Polri menggeledah sejumlah lokasi pada Rabu (8/7) dalam penyidikan tiga dugaan skandal korupsi yang disebut menyeret namanya.
Sejumlah sumber kepada Suara.com menyebut Presiden Prabowo Subianto telah mengetahui perkembangan penyidikan tersebut. Sumber itu juga mengklaim Presiden meminta aparat penegak hukum bertindak tegas apabila memang diperlukan untuk memperlancar proses hukum.
"Yang saya tahu, presiden minta Febrie Adriansyah ditangkap bila memang itu untuk mempermudah pengusutan," ujar sumber tersebut.
Sumber yang sama menyatakan Prabowo tidak akan pandang bulu terhadap pejabat negara yang tersandung persoalan hukum.
Sementara itu, mengenai isu adanya pertemuan di rumah dinas Presiden di Widya Chandra pada Kamis pagi yang dikaitkan dengan nasib Febrie, sumber tersebut memastikan kabar itu tidak benar.
"Tidak ada pertemuan di Widya Chandra hari Kamis pagi. Pada pukul itu, presiden ada acara di Bekasi," katanya.
Hingga kini, belum ada keterangan resmi mengenai keberadaan Febrie Adriansyah maupun tanggapan langsung dari yang bersangkutan terkait penyidikan tersebut.