Presiden Joe Biden: Kembalinya Taliban adalah Kesalahan Pemimpin Afganistan

Reza Gunadha, Deutsche Welle

Selasa, 17 Agustus 2021 | 12:55 WIB
Presiden Joe Biden: Kembalinya Taliban adalah Kesalahan Pemimpin Afganistan
Presiden Amerika Serikat Joe Biden [ANTARA FOTO/REUTERS/Joshua Roberts/nz/cfo]

Suara.com - Amerika Serikat dikecam banyak pihak lantaran menarik pasukannya dari Afganistan, yang menyebabkan kembalinya kelompok puritan Taliban ke tampuk kekuasaan.

Padahal, AS pula lah yang memulai invansi terhadap Afganistan satu dekade silam atas nama demokrasi, dan meruntuhkan rezim Taliban.

Namun, Presiden AS Joe Biden berkukuh membela keputusannya tersebut.Presiden AS Joe Biden pada hari Senin (16/8/2021) kembali menegaskan bahwa keputusannya menarik pasukan dari Afganistan adalah keputusan "yang tepat bagi Amerika.”

Hal itu diutarakannya dalam pidato televisi pertamanya sejak Taliban mengklaim kemenangan di Afganistan pada Minggu (15/06) malam.

"Saya tetap pada keputusan saya. Setelah 20 tahun, saya belajar dengan cara yang sulit bahwa tidak pernah ada waktu yag tepat untuk menarik pasukan,” kata Biden.

Pasukan Afganistan dituding enggan melawan Taliban Meskipun Biden mengakui bahwa Afganistan runtuh lebih cepat dari yang diperkirakan, ia bersikeras bahwa AS telah melakukan "perencanaan untuk setiap kemungkinan.”

Di saat yang sama, ia juga melempar kesalahan kepada pasukan Afganistan. "Kenyataannya adalah: ini terungkap lebih cepat dari yang kami perkirakan. Jadi apa yang terjadi? Para pemimpin politik Afganistan menyerah dan melarikan diri dari negara itu. Militer Afganistan menyerah, kadang tanpa upaya untuk melawan,” kata Biden.

"Pasukan Amerika tidak bisa dan tidak seharusnya berperang dan mati dalam perang di mana pasukan Afganistan sendiri tidak mau berjuang untuk dirinya sendiri,” tambahnya.

Biden telah banyak menerima kritikan baik dari dalam negeri maupun secara internasional. Namun, Biden mengaku lebih memilih dikritik daripada harus menyerahkan keputusan kepada presiden lain.

baca juga

Ia menyinggung bahwa dirinya "mewarisi” kesepakatan yang sebelumnya telah dinegosiasikan oleh pendahulunya, mantan Presiden AS Donald Trump, dengan Taliban.

Biden mengatakan bahwa AS akan terus mendorong diplomasi regional dan berbicara untuk hak-hak dasar rakyat Afganistan.

Sementara jika Taliban menyerang personel AS atau menganggu operasi militer yang sedang berlangsung di bandara Kabul, Biden berjanji akan menanggapinya dengan kekuatan.

Biden juga mengatakan bahwa perang yang lebih lama di Afganistan hanya akan menguntungkan "pesaing strategis sejati” dari Washington.

Moskow dan Beijing "hanya ingin agar AS terus menghabiskan miliaran dolar untuk sumber daya dan perhatian dalam menstabilkan Afganistan,” kata Biden.

Biden di bawah tekanan

Biden telah menuai banyak kecaman karena keputusannya menarik pasukan dari Afganistan.

Kecaman muncul bahkan dari sekutu NATO sendiri. Di antara mereka yang kritis adalah Ketua Partai Uni Kristen Demokrat (CDU) Jerman, Armin Laschet, yang mengatakan bahwa penarikan pasukan itu memalukan bagi aliansi.

"Ini adalah bencana terbesar yang dialami NATO sejak didirikan,” ujarnya. Sementara itu, Menteri Pertahanan Inggris Ben Wallace mengatakan pengambilalihan Afganistan oleh Taliban mencerminkan "kegagalan komunitas internasional.”

"Kita semua tahu bahwa Afganistan belum selesai. Ini adalah masalah yang belum selesai bagi dunia, dan dunia perlu membantunya,” ujarnya kepada televisi BBC.

Wallace menyatakan bahwa intervensi di Afganistan tidak sepenuhnya sia-sia, tetapi ia menuding kekuatan Barat berpandangan sempit secara politik.

"Jika ini merupakan kegagalan, maka ini adalah kegagalan komunitas internasional karena tidak menyadari bahwa Anda tidak dapat memperbaiki keadaan hanya dalam semalam,” katanya.

Dalam sebuah pernyataan tertulis pada hari Sabtu (14/08), Biden membela keputusan penarikan pasukan yang ia lakukan dengan menyebutnya sebagai satu-satunya pilihan.

"Satu tahun lagi, atau lima tahun lagi, kehadiran militer AS tidak akan membuat perbedaan jika militer Afganistan tidak dapat atau tidak akan mempertahankan negaranya sendiri,” ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ada Usul Rizieq Shihab Ditaruh di Afghanistan, Jadi Dubes RI Pemerintahan Taliban, Cocok?

Ada Usul Rizieq Shihab Ditaruh di Afghanistan, Jadi Dubes RI Pemerintahan Taliban, Cocok?

Malang | Selasa, 17 Agustus 2021 | 11:14 WIB

HUT RI, Biden: Atas Nama AS, Saya Ucapkan Salam Hangat Pada Bapak dan Rakyat Indonesia

HUT RI, Biden: Atas Nama AS, Saya Ucapkan Salam Hangat Pada Bapak dan Rakyat Indonesia

News | Selasa, 17 Agustus 2021 | 10:36 WIB

Selain China, Kedutaan Besar Rusia Masih Beroperasi di Afghanistan

Selain China, Kedutaan Besar Rusia Masih Beroperasi di Afghanistan

News | Selasa, 17 Agustus 2021 | 11:27 WIB

Ucapkan Selamat Dirgahayu Indonesia, Presiden AS Sampaikan Mitra Dua Negara Makin Penting

Ucapkan Selamat Dirgahayu Indonesia, Presiden AS Sampaikan Mitra Dua Negara Makin Penting

Batam | Selasa, 17 Agustus 2021 | 10:10 WIB

JS Prabowo: Pencinta Taliban Jangan Mimpi Hal Seperti Itu Terjadi di Indonesia!

JS Prabowo: Pencinta Taliban Jangan Mimpi Hal Seperti Itu Terjadi di Indonesia!

Bogor | Selasa, 17 Agustus 2021 | 09:19 WIB

Presiden Iran: Kekalahan AS di Afghanistan Peluang Terciptanya Perdamaian Abadi

Presiden Iran: Kekalahan AS di Afghanistan Peluang Terciptanya Perdamaian Abadi

News | Selasa, 17 Agustus 2021 | 09:05 WIB

China Nyatakan Siap Jalin Hubungan Persahabatan dengan Taliban

China Nyatakan Siap Jalin Hubungan Persahabatan dengan Taliban

News | Selasa, 17 Agustus 2021 | 09:08 WIB

Terkini

Banjir Rob Ganggu Aktivitas Nelayan Kerang Hijau di Muara Angke, Proses Pengolahan Molor

Banjir Rob Ganggu Aktivitas Nelayan Kerang Hijau di Muara Angke, Proses Pengolahan Molor

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 16:13 WIB

Ngamuk Cuma Diberi Rp10 Ribu, Pria Bermasker Hantam Kepala Nenek 71 Tahun di Lampung Barat

Ngamuk Cuma Diberi Rp10 Ribu, Pria Bermasker Hantam Kepala Nenek 71 Tahun di Lampung Barat

Lampung | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 16:12 WIB

Bedanya Sunscreen Skin Aqua Tutup Hijau dan Biru Apa? Cek Kecocokannya Sesuai Jenis Kulit

Bedanya Sunscreen Skin Aqua Tutup Hijau dan Biru Apa? Cek Kecocokannya Sesuai Jenis Kulit

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 16:10 WIB

Telkom Raih "SOE In-House of The Year" di ALB Indonesia Law Awards 2026

Telkom Raih "SOE In-House of The Year" di ALB Indonesia Law Awards 2026

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 16:06 WIB

Mending HP Midrange Baru atau Mantan Flagship Bekas? Ini Analisis Plus Minusnya

Mending HP Midrange Baru atau Mantan Flagship Bekas? Ini Analisis Plus Minusnya

Tekno | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 16:04 WIB

Kenapa Orang Superkaya Raup Untung Berkali-kali Lipat dari Krisis Iklim?

Kenapa Orang Superkaya Raup Untung Berkali-kali Lipat dari Krisis Iklim?

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 16:00 WIB

Cegah Kulit Kering, 4 Masker Hidrogel Korea untuk Wajah Lembap dan Sehat

Cegah Kulit Kering, 4 Masker Hidrogel Korea untuk Wajah Lembap dan Sehat

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 16:00 WIB

Bos CFX: Ekosistem Kripto RI Lebih Aman dan Nyaman Dibanding Negara Lain

Bos CFX: Ekosistem Kripto RI Lebih Aman dan Nyaman Dibanding Negara Lain

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 15:57 WIB

Dimeriahkan Dewa 19 hingga Jamrud, Remember Fest 2026 Satukan Film, Musik, dan Budaya Pop

Dimeriahkan Dewa 19 hingga Jamrud, Remember Fest 2026 Satukan Film, Musik, dan Budaya Pop

Entertainment | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 15:56 WIB

Ancaman Megathrust di Wisata Jateng, Sarif Abdillah Desak Hotel dan Destinasi Punya Standar Mitigasi

Ancaman Megathrust di Wisata Jateng, Sarif Abdillah Desak Hotel dan Destinasi Punya Standar Mitigasi

Jawa Tengah | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 15:53 WIB

×