alexametrics

Viral Pengantin Wanita Rewel Saat Dirias MUA: Ini Aku Bayar Rp 50 Juta Lho!

Reza Gunadha | Ruth Meliana Dwi Indriani
Viral Pengantin Wanita Rewel Saat Dirias MUA: Ini Aku Bayar Rp 50 Juta Lho!
Viral Pengantin Wanita Rewel Saat Dirias MUA. (TikTok)

"Mbaknya bisa gak sih make up? Gimana sih ini? Aku bayar Rp 50 juta hlo, kok kayak gini sih?" kata sang pengantin wanita.

Suara.com - Video pengantin wanita yang rewel saat dirias Make Up Artist (MUA) menjadi viral. Pengantin ini tampak berkali-kali marah dalam proses make up karena sudah membayar Rp 50 juta.

Momen ini dibagikan oleh sang MUA di akun TikTok miliknya. Hingga berita ini dipublikasikan, video sedikitnya telah disaksikan 8 juta kali dan mendapatkan hampir 600 ribu tanda suka.

"Klien rewel. Pengantin Palembang. #fyp #viral," tulisnya sebagai keterangan TikTok seperti dikutip Suara.com, Rabu (18/8/2021).

MUA ini menceritakan mendapat klien yang sangat rewel. Ia pun bertanya ke sesama MUA lainnya apakah sering mengalami hal serupa.

Baca Juga: Niat Bikin Konten Pakai Motor Bergambar Barbie, Orang Ini Malah Berurusan dengan Polisi

"Kalau kalian dapet klien seperti ini, gimana gaes? Kira-kira ngurangin mood kalian sebagai MUA gak?" tanya sang MUA.

Dalam video, tampak pengantin wanita sedang dirias. Namun, ia terus mengeluh dan merasa tidak puas dengan kerja MUA.

Viral Pengantin Wanita Rewel Saat Dirias MUA. (TikTok)
Viral Pengantin Wanita Rewel Saat Dirias MUA. (TikTok)

"Mbaknya bisa gak sih make up? Plis deh mbak. Gimana sih ini? Aku bayar Rp 50 juta hlo, kok kayak gini sih?" kata sang pengantin wanita dalam video.

Saat wajahnya akan dibedak, ia tiba-tiba berteriak. Ternyata, pengantin ini mengaku matanya terkena bedak sampai perih.

"Aduh mbak perih mbak. Hih ini apa sih, bedak apa sih? Kok bau banget sih," tegur sang pengantin.

Baca Juga: Pamer Jajanan Cheeseburger, Pas Dizoom Publik Syok Lihat Isinya: Itu Test Pack?

Keluhan pengantin wanita ini terus berlanjut. Ia malah asyik bermain ponsel, mulai dari membalas chat sampai telepon kerabatnya.

Komentar