Cerita Perempuan Aktivis Inggris Berupaya Selamatkan Wanita Afganistan

Reza Gunadha, BBC

Selasa, 24 Agustus 2021 | 13:55 WIB
Cerita Perempuan Aktivis Inggris Berupaya Selamatkan Wanita Afganistan
Perempuan dan anak Afganistan. [BBC]

Suara.com - Jurnalis dan penulis asal Inggris, Nadene Ghouri, berupaya mengeluarkan orang-orang dari Afghanistan. Dia sempat bekerja untuk BBC, lalu pindah ke Afghanistan untuk melanjutkan karier dan melatih wartawan lokal.

Ketika Taliban beberapa langkah menguasai Kabul jelang akhir pekan lalu, Ghouri mulai membuat daftar orang-orang yang perlu keluar dari negara itu. Bersama sejumlah koleganya, dia mengatakan kepada BBC bahwa dia tengah berupaya keras.

Ini adalah cerita tentang apa yang dia lakukan dan saksikan dalam beberapa hari sebelum dan sesudah Taliban menguasai Afganistan.

***

Kami adalah kelompok berisi jurnalis, pekerja sosial, diplomat, dan siapa saja yang bekerja di Afghanistan,

Kami berkumpul selama beberapa hari terakhir dan mengoordinasikan upaya memasukkan sejumlah nama ke daftar evakuasi. Kami berasal dari negara yang berbeda dan kelompok ini bersifat sementara.

Situasi di Kabul berlangsung begitu cepat sekaligus mengejutkan banyak orang. Tak seorang pun bisa menduga Taliban akan menguasai Kabul begitu cepat.

Begitu mereka sudah begitu dekat menuju Kabul, kami mulai berbagi informasi tentang situasi masyarakat. Banyak orang di berbagai wilayah di Afganistan berusaha tetap berkomunikasi dengan kami sesering mungkin. Mereka terjebak di rumah mereka dan mengirimkan pesan darurat kepada kami.

Beberapa orang telah dikirimi surat berisi ancaman pembunuhan. Mereka menjadi sasaran karena menurut Taliban, pekerjaan orang-orang itu tidak sesuai dengan ajaran Islam.

baca juga

Yang dikatakan Taliban kepada publik internasional dan kenyataan di lapangan sangat tidak sesuai. Pimpinan Taliban tidak selalu dapat mengendalikan apa yang dilakukan para bawahannya. Prajurit mereka dapat bertindak apapun tanpa hukuman. Di beberapa daerah berlaku hukum jalanan.

Beberapa perempuan yang memiliki citra di publik kini menghadapi ancaman besar.

Miris, banyak perempuan yang memiliki hubungan dengan institusi internasional sekarang terjebak.

Perempuan sering dilibatkan orang-orang dari negara Barat pada proyek yang didanai pemerintah untuk menunjukkan bahwa program mereka berhasil.

Para perempuan ini mempercayai kami. Mereka adalah teman dan sekutu kami. Sekarang kami benar-benar mengkhianati mereka.

Ini sangat memilukan, tapi Anda harus menilai siapa yang memiliki tingkat risiko tertinggi dan siapa yang harus diprioritaskan untuk dimasukkan ke daftar evakuasi.

Anda tidak dapat membantu semua orang sekaligus. Ada banyak prioritas saat ini bagi perempuan, terutama yang membawa anak-anak.

Saya memegang sekitar 30 perempuan yang mendesak untuk dibantu. Tapi akan selalu ada lebih banyak lagi perempuan yang datang meminta bantuan.

Kami mengumpulkan informasi dan memberinya kepada organisasi hak asasi manusia yang menyusun data. Informasi itu kemudian akan diberikan kepada sejumlah pemerintahan negara lain untuk mengatur evakuasi.

Saya mencemaskan para sukarelawan yang berusaha mengumpulkan informasi ini. Kami tidak terlatih untuk melakukan ini. Beberapa dari kami merasakan tekanan psikologi dan mengalami kelelahan.

Banyak kedutaan besar negara Barat dan staf pemerintah mereka yang bekerja sepanjang waktu untuk membantu kami.

Namun sistem resmi mereka belum ada dan pemerintah mereka tidak bereaksi cukup cepat untuk mengatur penerbangan evakuasi.

Negara-negara anggota NATO perlu meningkatkan dan memperluas akses ke visa sementara.

Basis data siap digunakan, tapi sangat dibutuhkan koordinasi internasional pusat untuk menyusun daftar evakuasi dan penerbangan, baik oleh Badan Pengungsi PBB atau NATO.

Tanpa itu, nama-nama direplikasi di seluruh daftar evakuasi negara, jadi kursi akan terbuang sia-sia.

Peluang mengeluarkan mereka sekarang terbuka, tapi momentum itu akan dengan cepat sirna.

Kami mendengar bahwa hari ini Taliban telah mendirikan pos pemeriksaan baru di dekat bandara dan tidak mengizinkan mereka yang memiliki dokumen perjalanan evakuasi untuk masuk. Jadi penerbangan penyelamatan dibiarkan setengah kosong.

Pemerintah asing harus menguasai proses penyelamatan. Mereka menciptakan kekacauan ini, mereka perlu melakukan semua yang mereka bisa untuk memperbaikinya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ketakutan dan Keputusasaan Perempuan Afganistan di Bawah Kuasa Taliban

Ketakutan dan Keputusasaan Perempuan Afganistan di Bawah Kuasa Taliban

News | Selasa, 24 Agustus 2021 | 13:51 WIB

Cerita Perempuan yang Hidup saat Taliban Kuasai Afganistan Tahun 1999

Cerita Perempuan yang Hidup saat Taliban Kuasai Afganistan Tahun 1999

News | Selasa, 24 Agustus 2021 | 13:48 WIB

Singa Lembah Panjshir, Mujahidin Nyatakan Siap Perang Lawan Taliban

Singa Lembah Panjshir, Mujahidin Nyatakan Siap Perang Lawan Taliban

News | Selasa, 24 Agustus 2021 | 13:42 WIB

Indonesia Dulu Ajarkan Islam Moderat ke Taliban, Efeknya Tak Signifikan

Indonesia Dulu Ajarkan Islam Moderat ke Taliban, Efeknya Tak Signifikan

News | Selasa, 24 Agustus 2021 | 13:34 WIB

Taliban Kembali Berkuasa, Akankah Afganistan Jadi Ladang Teroris?

Taliban Kembali Berkuasa, Akankah Afganistan Jadi Ladang Teroris?

News | Selasa, 24 Agustus 2021 | 13:15 WIB

Viral Video Diduga Gadis Afghanistan Sesenggukan Meminta Tolong ke Tentara Amerika

Viral Video Diduga Gadis Afghanistan Sesenggukan Meminta Tolong ke Tentara Amerika

Your Say | Selasa, 24 Agustus 2021 | 12:41 WIB

Demo Imigran Afghanistan di Jakarta Dibubarkan Polisi, 10 Anak Diamankan

Demo Imigran Afghanistan di Jakarta Dibubarkan Polisi, 10 Anak Diamankan

Jabar | Selasa, 24 Agustus 2021 | 12:26 WIB

Demo di UNHCR Dibubarkan Paksa, 3 Imigran Afghanistan Diseret ke Mobil Polisi

Demo di UNHCR Dibubarkan Paksa, 3 Imigran Afghanistan Diseret ke Mobil Polisi

News | Selasa, 24 Agustus 2021 | 11:31 WIB

Terkini

Titik Terang Kabar Pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby, KUA: Surat Rekomendasi Sudah Masuk

Titik Terang Kabar Pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby, KUA: Surat Rekomendasi Sudah Masuk

Entertainment | Selasa, 15 September 2026 | 00:04 WIB

KPK Tangkap 17 Orang saat OTT Kasus HGB Bogor! Ada Fahd A Rafiq hingga Arif Sugiyanto

KPK Tangkap 17 Orang saat OTT Kasus HGB Bogor! Ada Fahd A Rafiq hingga Arif Sugiyanto

News | Senin, 14 September 2026 | 23:56 WIB

Disulap 'Penyihir' Makassar, Toyota Alphard 2012 Ini Bisa 'Time Travel' ke Tahun 2026

Disulap 'Penyihir' Makassar, Toyota Alphard 2012 Ini Bisa 'Time Travel' ke Tahun 2026

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 23:54 WIB

Kepala BPN Kabupaten Bogor Diamankan KPK dalam OTT, 17 Orang Diperiksa

Kepala BPN Kabupaten Bogor Diamankan KPK dalam OTT, 17 Orang Diperiksa

Jabar | Senin, 14 September 2026 | 23:42 WIB

Di Balik Penembakan 3 ASN di Muliama: Mengapa Konflik Bersenjata Papua Tak Kunjung Reda?

Di Balik Penembakan 3 ASN di Muliama: Mengapa Konflik Bersenjata Papua Tak Kunjung Reda?

News | Senin, 14 September 2026 | 22:51 WIB

Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor

Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor

News | Senin, 14 September 2026 | 22:08 WIB

KPK Konfirmasi Penindakan Senyap, Pihak Kantor Pertanahan Terjaring OTT

KPK Konfirmasi Penindakan Senyap, Pihak Kantor Pertanahan Terjaring OTT

Bogor | Senin, 14 September 2026 | 22:05 WIB

Jakarta Kian Seksi Bagi Musisi Dunia, Pramono: BTS hingga Kanye West Pilih Konser di Sini

Jakarta Kian Seksi Bagi Musisi Dunia, Pramono: BTS hingga Kanye West Pilih Konser di Sini

News | Senin, 14 September 2026 | 22:00 WIB

Puluhan Siswa MTsN 2 Kisaran Diduga Keracunan Usai Santap MBG

Puluhan Siswa MTsN 2 Kisaran Diduga Keracunan Usai Santap MBG

Sumut | Senin, 14 September 2026 | 21:53 WIB

Toilet Terminal Bubulak Dikeluhkan Sopir dan Pedagang, Jauh hingga Berbayar

Toilet Terminal Bubulak Dikeluhkan Sopir dan Pedagang, Jauh hingga Berbayar

Jabar | Senin, 14 September 2026 | 21:47 WIB

×