Stok Pfizer Langka, Warga Australia Akhirnya Mau Divaksinasi AstraZeneca

Reza Gunadha

Rabu, 25 Agustus 2021 | 18:59 WIB
Stok Pfizer Langka, Warga Australia Akhirnya Mau Divaksinasi AstraZeneca
Ilustrasi. Suasana kota Melbourne, Australia. [ABC News]

Suara.com - Tatkala persediaan Pfizer terbatas di Australia, banyak warga akhirnya mau divaksinasi memakai AstraZeneca, termasuk warga Indonesia.

Marika Salim dan suaminya Leonardi Djuhari, pemilik kafe di Melbourne, Victoria, misalnya, akhirnya memilih vaksin AstraZeneca agar terlindungi sedini mungkin.

"Kami berdua berisiko tinggi karena bekerja di kafe, bertemu banyak orang setiap hari. Melihat apa yang terjadi di Sydney, kami khawatir itu juga bisa terjadi di sini," kata Marika.

"Saya tentu tidak mengharapkannya, tapi bila kafe kami ini masuk dalam daftar situs terpapar COVID, saya ingin agar kami sudah divaksinasi," ujarnya.

Marika mengaku, sebelumnya ia memang menginginkan vaksin Pfizer, tetapi ia tidak mau menunggu terlalu lama.

"Sepertinya banyak orang yang mau divaksinasi Pfizer. Saya khawatir nanti saat vaksin itu tersedia untuk kelompok di bawah 40 tahun, perlu waktu lama untuk booking dan menunggu giliran, nanti jadi tertunda lama kalau saya menunggu."

Hal senada disampaikan Bhaskara Indrajaya (23), warga asal Indonesia yang telah tinggal di Melbourne sejak tahun 2009.

Dia mengaku pada awalnya juga menunggu vaksin Pfizer, tapi akhirnya segera mengambil suntikan AstraZeneca setelah tersedia untuknya awal bulan ini.

baca juga

Bhaskara yang bekerja di manajemen properti mengatakan "lebih baik mendapatkan vaksinasi lebih cepat daripada menundanya".

"Tidak pasti kapan vaksin Pfizer akan tersedia untuk saya saat itu," katanya.

"Saya mengalami efek samping yang sangat kecil, termasuk demam ringan. Tapi saya merasa lebih baik setelah satu hari," jelasnya.

Bhaskara mengatakan orang harus membuat keputusan sendiri tentang vaksin mana yang akan digunakan berdasarkan pemahaman tentang risiko dan manfaatnya.

"Jika tidak yakin tentang vaksin, Anda dapat menanyakannya ke dokter," tambahnya.

Berubah pikiran setelah mendengar penjelasan dokter

Warga Sydney Guimei Li selalu menunggu vaksin Pfizer, sampai akhirnya mengubah pikiran setelah mendapatkan penjelasan dalam bahasa ibunya.

"Saya [sebelumnya] sangat menolak AstraZeneca," ujar warga asal China berusia 65 tahun ini.

"Saya memiliki kondisi kesehatan, dan sangat takut mengalami pembekuan darah, jadi saya tidak ingin divaksinasi dengan AstraZeneca," tambahnya.

Seperti banyak orang lain di Australia, Li ragu-ragu dengan vaksin AstraZeneca karena telah dikaitkan dengan kasus pembekuan darah Trombosis dengan sindrom trombositopenia (TTS).

Namun para ahli kesehatan telah menekankan bahwa kondisi ini sangat langka dan suntikan AstraZeneca sama baiknya dengan vaksin lain dalam hal mencegah rawat inap, penyakit parah, dan kematian.

Pesan ini diterima Li saat ikut webinar tentang vaksinasi yang diselenggarakan oleh Australian Chinese Medical Practitioners Society.

Para dokter menjawab pertanyaan dalam bahasa Mandarin tentang efektivitas, efek samping, dan data klinis vaksin AstraZeneca.

Awal bulan ini, Li dan suaminya pun menerima dosis pertama AstraZeneca di salah satu klinik.

Seorang warga keturunan China lainnya, Lisa Li yang berusia 61 tahun, juga akhirnya bersedia mendapatkan suntikan AstraZeneca setelah menunggu vaksin Pfizer.

Dia mengatakan ada keraguan tentang vaksin AstraZeneca di kalangan komunitas China, terutama saat penularan COVID tidak terjadi di Sydney beberapa bulan lalu.

"Saat itu, efek samping vaksin tampaknya dibesar-besarkan oleh media," kata Li, yang banyak membaca berita dari platform media sosial WeChat.

"Mereka mengatakan negara ini ditutup, untuk apa divaksinasi? Itu tidak perlu," ujarnya.

'Lebih baik divaksinasi dan terlindungi'

Hingga saat ini hanya mereka yang berusia 40 hingga 59 tahun atau memiliki kondisi kesehatan dan pekerjaan tertentu yang memenuhi syarat untuk mendapatkan dosis Pfizer di negara bagian Victoria.

Itulah sebabnya warga seperti Sweta Patel, seorang ibu berusia 37 tahun di Melbourne, menerima suntikan AstraZeneca minggu lalu.

Dia mengaku ingin divaksinasi sehingga bisa melindungi putranya dari penularan COVID-19.

"Saya tahu hal ini akan membuat saya aman, keluarga saya aman, dan juga akan mulai membuka dan menghentikan lockdown ini," kata Sweta.

Meskipun Sweta Patel senang karena telah divaksinasi dan tidak menyesal mendapatkan suntikan AstraZeneca, dia mengaku sepertinya merasa "dirugikan".

Syarat penerima vaksin berubah

Mulai hari ini (25/08), semua warga Victoria yang berusia 16 hingga 39 tahun memenuhi syarat untuk mendapatkan vaksin Pfizer di tempat vaksinasi yang dikelola pemerintah.

Di NSW, vaksin Pfizer telah tersedia untuk kelompok usia ini di 12 wilayah, dan akan dapat diakses oleh semua orang dalam kelompok usia ini mulai 30 Agustus.

Badan pengawasan obat-obatan Therapeutic Goods Administration (TGA) telah menyetujui penggunaan vaksin Pfizer untuk anak-anak berusia antara 12 dan 15 tahundalam Skema Asuransi Disabilitas Nasional.

Pfizer juga diperbolehkan bagi anak-anak dalam kelompok usia tersebut yang memiliki kondisi kesehatan tertentu, serta anak-anak Aborigin.

Perdana Menteri Scott Morrison mengatakan negara ini harus siap untuk hidup dengan COVID-19 dan fokus pada "menangani penyakit serius, rawat inap, kemampuan ICU, kemampuan merespons keadaan seperti itu."

Negara bagian dan teritori menyetujui rencana nasional bulan lalu untuk membuka perbatasan dan mengurangi lockdown setelah 70 hingga 80 persen warga Australia divaksinasi.

Laporan tambahan dari Will Jackson.

Simak artikel selengkapnya dalam Bahasa Inggris di sini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Percepat Kekebalan, Australia Pertimbangkan Vaksinasi Covid-19 Per Keluarga

Percepat Kekebalan, Australia Pertimbangkan Vaksinasi Covid-19 Per Keluarga

News | Rabu, 25 Agustus 2021 | 18:45 WIB

Vaksin Johnson and Johnson Masuk Indonesia Bulan Depan, Ketahui Bedanya

Vaksin Johnson and Johnson Masuk Indonesia Bulan Depan, Ketahui Bedanya

Health | Rabu, 25 Agustus 2021 | 16:40 WIB

Vaksinasi Pfizer di Tangerang Ricuh, Warga: Kalau Enggak Bisa Kerja Saya Laporin

Vaksinasi Pfizer di Tangerang Ricuh, Warga: Kalau Enggak Bisa Kerja Saya Laporin

Banten | Rabu, 25 Agustus 2021 | 15:28 WIB

BPIC Tolak Jadi Lokasi Vaksinasi Vaksin AZ, Pemkot Samarinda Kondisikan Buddhist Center

BPIC Tolak Jadi Lokasi Vaksinasi Vaksin AZ, Pemkot Samarinda Kondisikan Buddhist Center

Kaltim | Rabu, 25 Agustus 2021 | 14:37 WIB

Indonesia Terima 1,5 Juta Dosis Vaksin Pfizer, Ini Syarat Penerimanya

Indonesia Terima 1,5 Juta Dosis Vaksin Pfizer, Ini Syarat Penerimanya

Batam | Rabu, 25 Agustus 2021 | 12:57 WIB

Vaksin Pfizer Untuk Siapa? Begini Syarat Penerimanya

Vaksin Pfizer Untuk Siapa? Begini Syarat Penerimanya

Banten | Rabu, 25 Agustus 2021 | 12:10 WIB

Australia Kembali Pecah Rekor Kasus Covid-19, Beban Fasilitas Kesehatan Meningkat

Australia Kembali Pecah Rekor Kasus Covid-19, Beban Fasilitas Kesehatan Meningkat

Health | Rabu, 25 Agustus 2021 | 11:48 WIB

Terkini

Spesifikasi dan Harga Helm KYT Elsico, yang Nyaman Buat Perempuan Berhijab

Spesifikasi dan Harga Helm KYT Elsico, yang Nyaman Buat Perempuan Berhijab

Otomotif | Senin, 21 September 2026 | 08:20 WIB

Pengusaha Mau Genjot Ekonomi Daerah, UMKM Dipacu Naik Kelas

Pengusaha Mau Genjot Ekonomi Daerah, UMKM Dipacu Naik Kelas

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 08:19 WIB

Gak Bikin Iritasi! 5 Invisible Acne Patch yang Aman untuk Kulit Sensitif

Gak Bikin Iritasi! 5 Invisible Acne Patch yang Aman untuk Kulit Sensitif

Your Say | Senin, 21 September 2026 | 08:10 WIB

Harga Emas Berpotensi Dijual Rp2,82 Juta per Gram

Harga Emas Berpotensi Dijual Rp2,82 Juta per Gram

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 08:10 WIB

Pekan Lalu KPK Mangkir, Sidang Praperadilan Silmy Karim Kembali Digelar Hari Ini

Pekan Lalu KPK Mangkir, Sidang Praperadilan Silmy Karim Kembali Digelar Hari Ini

News | Senin, 21 September 2026 | 08:07 WIB

Kepercayaan dan Kolaborasi Jadi Fondasi Utama Dunia Kerja

Kepercayaan dan Kolaborasi Jadi Fondasi Utama Dunia Kerja

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 08:02 WIB

Sudah 5 Kali Beraksi! Dua Pengedar 62,5 Kg Ganja Ditangkap di Petamburan

Sudah 5 Kali Beraksi! Dua Pengedar 62,5 Kg Ganja Ditangkap di Petamburan

News | Senin, 21 September 2026 | 07:53 WIB

Wake Me Up When September Ends

Wake Me Up When September Ends

Your Say | Senin, 21 September 2026 | 07:45 WIB

Threads Mulai Bisa Dikendalikan dari Jauh, Orang Tua Atur Waktu hingga Privasi Anak

Threads Mulai Bisa Dikendalikan dari Jauh, Orang Tua Atur Waktu hingga Privasi Anak

Tekno | Senin, 21 September 2026 | 07:35 WIB

3 Shio yang Paling Beruntung sampai 27 September 2026, Nasib Baik Selama Sepekan

3 Shio yang Paling Beruntung sampai 27 September 2026, Nasib Baik Selama Sepekan

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 07:35 WIB

×