Keluarga Minta Dikremasi, Jenazah Embalo WN Portugal Masih Tertahan di RS Polri

Agung Sandy Lesmana | Yaumal Asri Adi Hutasuhut | Suara.com

Selasa, 14 September 2021 | 13:19 WIB
Keluarga Minta Dikremasi, Jenazah Embalo WN Portugal Masih Tertahan di RS Polri
Penyerahan jenazah napi korban kebakaran Lapas Tangerang di RS Polri, Kramat Jati, Jaktim. (Suara.com/Yaumal)

Suara.com - Sebanyak enam jenazah korban kebakaran Lapas Tangerang kembali diserahkan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM (Ditjenpas Kemenkumham) ke keluarga, Selasa (14/9/2021). Namun, ada dua jenazah lain yang masih tertahan di RS Polri karena belum diserahkan kepada keluarganya. 

“(Ada) enam jenazah hari ini telah diserahterimakan kepada keluarga dan telah berangkat ke pemakaman masing-masing,” kata Direktur Keamanan dan Ketertiban Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Kemenkumham, Abdul Aris di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta.

Keenam jenazah tersebut teridentifikasi pada Senin (13/9/2021) kemarin, bersama dua korban lainnya atas nama I Wayan Tirta Utama bin Noman Sami (36) dan Ricardo Ussumane Embalo bin Antonio Embalo (51), WNA asal Portugal. Adapun enam jenazah yang telah diserahkan kepada keluarganya sebagai berikut, 

  1. Anton bin Idal (35) 
  2. Lim Angie Sugianto bin Go Shong Weng (68) 
  3. Sarim bin Harkam (56) 
  4. Rezkil Khairi bin Nursin (23)  
  5. Sumatri J Jayaprana bin Darman (35)
  6. Petra Eka bin Sehendar (25)

Sementara dua jenazah atas nama I Wayan Tirta Utama bin Noman Sami (36) dan Ricardo Ussumane Embalo bin Antonio Embalo (51) belum diserahkan kepada keluarganya.  

Khusus Embalo yang merupakan warga negara asing asal Portugal, pihak Kementerian Hukum dan HAM masih berkoordinasi dengan kedutaan besar negaranya di Indonesia. Sebelumnya diketahui pihak keluarganya meminta jenazah Embalo dikremasi.

Penyerahan jenazah napi korban kebakaran Lapas Tangerang di RS Polri, Kramat Jati, Jaktim. (Suara.com/Yaumal)
Penyerahan jenazah napi korban kebakaran Lapas Tangerang di RS Polri, Kramat Jati, Jaktim. (Suara.com/Yaumal)

Sedangkan jenazah I Wayan Tirta Utama, masih menunggu persiapan untuk dikremasi.

Total hingga saat ini, dari 41 jenazah yang dibawa ke RS Polri telah ada 16 jenazah yang telah diserahkan ke keluarga masing-masing. Adapun datanya sebagai berikut; 

  1. Rudhi alias Cangak bin Ong Eng Cue (43) 
  2. Diyan Adi Priyana bin Kholil (44) 
  3. Kusnadi bin Rauf (44) 
  4. Bustanil Arifin bin Arwani (50) 
  5. Alfin bin Marsum (23) 
  6. Mat Idris bin Abdrismon (29) 
  7. Ferdian Perdana bin Sukriadi (28). 
  8. Hadi Wijoyo bin Sri Tunjung Pamungkas (39). 
  9. Pujiyono alias Destro bin Mundori (28). 
  10. Rocky Purmanna bin Syafrizal Sani (28).  
  11. Anton bin Idal (35) 
  12. Lim Angie Sugianto bin Go Shong Weng (68) 
  13. Sarim bin Harkam (56) 
  14. Rezkil Khairi bin Nursin (23)  
  15. Sumatri J Jayaprana bin Darman (35)
  16. Petra Eka bin Sehendar (25)

Sementara secara keseluruhan telah ada 18 jenazah yang teridentifikasi, datanya sebagai berikut,  

  1. Rudhi alias Cangak bin Ong Eng Cue (43) 
  2. Diyan Adi Priyana bin Kholil (44) 
  3. Kusnadi bin Rauf (44) 
  4. Bustanil Arifin bin Arwani (50) 
  5. Alfin bin Marsum (23) 
  6. Mat Idris bin Abdrismon (29) 
  7. Ferdian Perdana bin Sukriadi (28). 
  8. Hadi Wijoyo bin Sri Tunjung Pamungkas (39). 
  9. Pujiyono alias Destro bin Mundori (28). 
  10. Rocky Purmanna bin Syafrizal Sani (28).  
  11. Anton bin Idal (35) 
  12. Lim Angie Sugianto bin Go Shong Weng (68) 
  13. Sarim bin Harkam (56) 
  14. Rezkil Khairi bin Nursin (23)  
  15. Sumatri J Jayaprana bin Darman (35) 
  16. I Wayan Tirta Utama bin Noman Sami (36) 
  17. Petra Eka bin Sehendar (25)
  18. Ricardo Ussumane Embalo bin Antonio Embalo (51) 

Dengan bertambahnya jumlah itu, dari 41 jenazah yang dibawa ke RS Polri tersisa 23 jenazah yang belum teridentifikasi hingga Senin pukul 12.00 WIB. Kekinian Tim DVI Porli terus bekerja untuk mengungkapkan identitas para korban yang meninggal.

Pada Rabu (8/9) dini hari lalu sekitar pukul 01.45 WIB, kebakaran terjadi di Lapas Kelas I Tangerang, Banten.

Akibatnya 41 orang meninggal dunia. Kemudian delapan orang mengalami luka berat dan 73 orang luka ringan. Namun belakangan diketahui, bertambah 5 korban yang meninggal, sehingga total korban tewas menjadi 46 orang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Update: Bertambah 2, Korban Napi Tewas Kebakaran Lapas Tangerang jadi 48 Orang

Update: Bertambah 2, Korban Napi Tewas Kebakaran Lapas Tangerang jadi 48 Orang

News | Selasa, 14 September 2021 | 12:02 WIB

Penuhi Panggilan Polda Metro Jaya, Kalapas Kelas I Tangerang Bungkam

Penuhi Panggilan Polda Metro Jaya, Kalapas Kelas I Tangerang Bungkam

Jakarta | Selasa, 14 September 2021 | 11:23 WIB

Kebakaran Tewaskan 48 Tahanan, Hari Ini Polisi Periksa Kalapas Tangerang

Kebakaran Tewaskan 48 Tahanan, Hari Ini Polisi Periksa Kalapas Tangerang

News | Selasa, 14 September 2021 | 08:42 WIB

Dugaan Sementara, Ini Penyebab Kebakaran Hebat Lapas Tangerang

Dugaan Sementara, Ini Penyebab Kebakaran Hebat Lapas Tangerang

Kaltim | Senin, 13 September 2021 | 20:18 WIB

Terkini

Kades Salah Administrasi Tak Bisa Jadi Tersangka? Simak Aturan Baru dari Jaksa Agung Burhanuddin

Kades Salah Administrasi Tak Bisa Jadi Tersangka? Simak Aturan Baru dari Jaksa Agung Burhanuddin

News | Minggu, 19 April 2026 | 23:08 WIB

Hashim Sebut Program MBG Banyak Diserang Fitnah dan Hoaks dari Kelompok Tertentu

Hashim Sebut Program MBG Banyak Diserang Fitnah dan Hoaks dari Kelompok Tertentu

News | Minggu, 19 April 2026 | 21:22 WIB

Ternyata Ide Makan Bergizi Gratis Sudah Dirancang Prabowo Sejak 2006, Jauh Sebelum Ada Gerindra

Ternyata Ide Makan Bergizi Gratis Sudah Dirancang Prabowo Sejak 2006, Jauh Sebelum Ada Gerindra

News | Minggu, 19 April 2026 | 21:17 WIB

Penikaman Kader Golkar Nus Kei di Maluku Tenggara Picu Kekhawatiran Stabilitas Daerah

Penikaman Kader Golkar Nus Kei di Maluku Tenggara Picu Kekhawatiran Stabilitas Daerah

News | Minggu, 19 April 2026 | 21:13 WIB

Terima Kunjungan Mentan di Gudang Bulog Jatim, Dirut Pastikan Stok Beras Tertinggi Sepanjang Sejarah

Terima Kunjungan Mentan di Gudang Bulog Jatim, Dirut Pastikan Stok Beras Tertinggi Sepanjang Sejarah

News | Minggu, 19 April 2026 | 20:06 WIB

Kebakaran Hebat Hanguskan 1.000 Rumah di Kampung Bahagia Malaysia dalam Sekejap

Kebakaran Hebat Hanguskan 1.000 Rumah di Kampung Bahagia Malaysia dalam Sekejap

News | Minggu, 19 April 2026 | 20:04 WIB

Pramono Anung Ungkap Cara Putus Rantai Kemiskinan di Jakarta: Kunci di Pendidikan

Pramono Anung Ungkap Cara Putus Rantai Kemiskinan di Jakarta: Kunci di Pendidikan

News | Minggu, 19 April 2026 | 19:13 WIB

Pasukan Perdamaian Prancis Gugur, RI Tegas: Serangan ke UNIFIL Tak Bisa Diterima

Pasukan Perdamaian Prancis Gugur, RI Tegas: Serangan ke UNIFIL Tak Bisa Diterima

News | Minggu, 19 April 2026 | 18:56 WIB

Skorsing 19 Hari, Siswa yang Acungkan Jari Tengah ke Guru Terancam Tidak Naik Kelas

Skorsing 19 Hari, Siswa yang Acungkan Jari Tengah ke Guru Terancam Tidak Naik Kelas

News | Minggu, 19 April 2026 | 18:49 WIB

Gudang Bulog Penuh, Presiden Sebut Negara Hadir Penuhi Kebutuhan Dasar Rakyat

Gudang Bulog Penuh, Presiden Sebut Negara Hadir Penuhi Kebutuhan Dasar Rakyat

News | Minggu, 19 April 2026 | 18:41 WIB