Cerita Dokter Forensik RS Polri Identifikasi Jenazah: Hidung Kami Tak Kebal Bau Mayat

Agung Sandy Lesmana, Yaumal Asri Adi Hutasuhut

Jum'at, 17 September 2021 | 11:23 WIB
Cerita Dokter Forensik RS Polri Identifikasi Jenazah: Hidung Kami Tak Kebal Bau Mayat
Cerita Dokter Forensik RS Polri Identifikasi Jenazah: Hidung Kami Tak Kebal Bau Mayat. Ilustrasi jenazah di RS Polri, Jakarta Timur, Selasa (30/10). [Suara.com/Muhaimin A Untung]

“Kami langsung menyiapkan tim, meskipun kami belum tahu jenazah akan dibawa ke sini, tapi seperti biasa kami mempersiapkan diri,” ujarnya.

Benar saja, 41 jenazah langsung dibawa ke RS Polri. Agung mendapat mandat, dipercaya menakhodai Tim Rekonsiliasi, yang bertugas untuk membandingkan data-data postmortem dan data antemortem.

Memasuki hari pertama dan kedua, Agung sangat sibuk, hampir 24 jam bekerja. Dalam benaknya puluhan jenazah harus segera teridentifikasi, sebab ada puluhan keluarga yang menanti kepastian dari nasib saudaranya.

“Tetapi biar kami ingin cepat, kami memiliki tanggung jawab moral, cepat tapi tepat. Jadi kami tidak mau cepat tapi asal-asalan. Jadi harus benar-benar dikombinasikan cepat selesai, tetapi tepat,” tegas Agung.

Dalam proses identifikasi kecepatan dan ketepatan adalah tanggung jawab moral bagi mereka. Tidak boleh ada kesalahan dalam proses itu, karena pastinya akan berakibat fatal.

Tragedi 98 hingga Tsunami Aceh

Menjadi dokter forensik telah berpuluh tahun dijalani Agung. Pria berusia 55 tahun ini, pertama kali bertugas di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo. Pada saat itu dia terlibat dalam proses identifikasi jenazah korban tragedi Mei 1998.

“Saat itu ada banyak korban,” kata Agung mengingat masa itu.

Banyak peristiwa yang dilaluinya sebagai dokter forensik. asi. Mulai dari kecelakaan pesawat Sriwijaya (9/1/2021), kecelakaan pesawat Lion Air (29/10/2018), kecelakaan derek di Mekkah, Arab Saudi (11/9/2021), hingga bencana Tsunami di Aceh (26/12/2004) dan berbagai peristiwa besar lainnya.

baca juga

Kebal Bau Mayat 

Menjadi dokter forensik, identik dengan jenazah dalam bentuk aneka rupa dan baunya.

Tentu yang menjadi pertanyaan banyak orang, bagaimana mereka bertahan dengan aneka aroma dari mayat dan bentuknya yang sudah tidak utuh.

Petugas menurunkan kantong jenazah korban kebakaran lapas di RSUD Kabupaten Tangerang, Tangerang, Banten, Rabu (8/9/2021). (ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/aww/am.)
Petugas menurunkan kantong jenazah korban kebakaran lapas di RSUD Kabupaten Tangerang, Tangerang, Banten, Rabu (8/9/2021). (ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/aww/am.)

“Itu juga banyak persepsi awam yang salah, bahwa kami khususnya dokter forensik yang berkecimpung di jenazah, sebenarnya hidung masih normal, tidak kebal juga,” jawab Agung ketika Suara.com menyebutnya dan rekan seprofesinya kebal dari bau yang tidak enak, khususnya dari aroma dari jasad yang telah lama meninggal.

“Yang kebal itu adalah mindset (pola pikir), tetapi hidung tetap normal. Kenapa kami kebal dalam arti mindset-nya tidak merasa bau dengan aroma tidak enak, karena adaptasi lagi. Karena kami melihat bahwa ini adalah pekerjaan yang harus kami hadapi, pada saat ini baunya tidak enak, ya biasa saja,” paparnya menjelaskan.

Agung pun lantas memberikan trik, untuk bisa bertahan dan mulai terbiasa dengan aroma yang tidak sedap.

“Kuncinya itu adalah ketika mencium bau tidak enak, jangan sampai dilawan. Jadi tetap saja dihirup, jangan meludah itu saja. Kalau di awal tidak tahan ulangi, kalau bisa jangan sampai meludah,” ujar Agung membocorkan triknya itu.

Penampakan salah satu jenazah korban kebakaran Lapas Tangerang saat diserahkan ke keluarga. (Suara.com/Yaumal)
Penampakan salah satu jenazah korban kebakaran Lapas Tangerang saat diserahkan ke keluarga. (Suara.com/Yaumal)

Ikut Bersedih

Layaknya manusia pada umumnya, dokter forensik juga memiliki perasaan, yang terkadang membuat mereka larut dalam emosi.

“Kadang-kadang kami juga bisa larut,” ujar Agung.

Pada sebuah tragedi, seperti dalam kecelakaan pesawat, korban dapat beraneka ragam latar belakangnya, mulai dari anak-anak sampai orang tua yang memasuki usia senja.

Tangis keluarga pecah saat menjemput jenazah korban kebakaran Lapas Tangerang di RS Polri, Jakarta. (Suara.com/Yaumal)
Tangis keluarga pecah saat menjemput jenazah korban kebakaran Lapas Tangerang di RS Polri, Jakarta. (Suara.com/Yaumal)

Tentunya para korban adalah orang-orang yang sangat dicintai oleh keluarganya. Kepergian mereka adalah kehilangan mendalam bagi yang ditinggalkan.

Namun kata Agung, perasaan itu harus mereka lawan, jika tidak, akan mempengaruhi proses identifikasi yang sedang berlangsung. Dalam arti mereka harus objektif, menarik diri dari perasaan itu, demi kelancaran proses identifikasi.

Dokter lulusan Universitas Indonesia ini berkata, pada situasi itu mereka harus berpikir logis, menjalani tugas dengan menganggapnya bagian dari proses ilmiah.

“Tapi kami kembali lagi ke tugas utama kami, untuk mengidentifikasi. Hal-hal semacam itu (rasa duka, perasan sedih) bisa kami singkirkan,” ujarnya.

Obrolan kami dengan dr Agung Wijayonto berakhir bersamaan dengan azan Magrib yang berkumandang. Setelah panjang lebar menceritakan pekerjaannya yang bersinggungan dengan orang mati, Agung pun lekas beranjak dari tempat duduknya, menuju salah satu musala kecil untuk melaksanakan salat. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Penampungan Hewan di Orlando Terbakar, 20 Lebih Kucing Mati Terpanggang

Penampungan Hewan di Orlando Terbakar, 20 Lebih Kucing Mati Terpanggang

News | Jum'at, 17 September 2021 | 09:11 WIB

Jenazah WNA Portugal Napi Korban Kebakaran Lapas Tangerang akan Dikirim ke Negaranya Sabtu

Jenazah WNA Portugal Napi Korban Kebakaran Lapas Tangerang akan Dikirim ke Negaranya Sabtu

News | Kamis, 16 September 2021 | 20:33 WIB

Penyebab Kebakaran Pasar Bawah Bukittinggi Belum Jelas, Polisi Masih Kumpulkan Barang Bukt

Penyebab Kebakaran Pasar Bawah Bukittinggi Belum Jelas, Polisi Masih Kumpulkan Barang Bukt

Sumbar | Kamis, 16 September 2021 | 17:25 WIB

Tragedi Napi Terbakar di Blok C2: Ilham jadi Marbot hingga Janji Bersih Narkoba usai Bebas

Tragedi Napi Terbakar di Blok C2: Ilham jadi Marbot hingga Janji Bersih Narkoba usai Bebas

News | Kamis, 16 September 2021 | 17:24 WIB

Terkini

Tuntutan Trump Dorong Harga Minyak ke Level Tertinggi

Tuntutan Trump Dorong Harga Minyak ke Level Tertinggi

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2026 | 09:02 WIB

Purbaya: Peran Kemenkeu Bukan Hanya Bagi-bagi Anggaran

Purbaya: Peran Kemenkeu Bukan Hanya Bagi-bagi Anggaran

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2026 | 08:58 WIB

Modal Rp300 Ribuan! Ini 5 Sepatu Lari Lokal Terbaik untuk Pemula

Modal Rp300 Ribuan! Ini 5 Sepatu Lari Lokal Terbaik untuk Pemula

Your Say | Selasa, 11 Agustus 2026 | 08:55 WIB

Investor RI Mulai Lirik Saham AS, Transaksi Aktif Melonjak 6 Kali Lipat

Investor RI Mulai Lirik Saham AS, Transaksi Aktif Melonjak 6 Kali Lipat

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2026 | 08:48 WIB

Disidang Hari Ini, Peran Gus Yaqut di Korupsi Haji Bakal Dibongkar Jaksa KPK

Disidang Hari Ini, Peran Gus Yaqut di Korupsi Haji Bakal Dibongkar Jaksa KPK

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 08:43 WIB

Bea Cukai Kalbagbar Gagalkan Penyelundupan 2,7 Juta Rokok Ilegal

Bea Cukai Kalbagbar Gagalkan Penyelundupan 2,7 Juta Rokok Ilegal

Kalbar | Selasa, 11 Agustus 2026 | 08:35 WIB

Rembulan Tenggelam di Wajahmu: Perjalanan Menemukan Makna TakdirdanKehidupan

Rembulan Tenggelam di Wajahmu: Perjalanan Menemukan Makna TakdirdanKehidupan

Your Say | Selasa, 11 Agustus 2026 | 08:35 WIB

5 Zodiak yang Paling Setia dan Cocok Dijadikan Pasangan Seumur Hidup, Kamu Termasuk?

5 Zodiak yang Paling Setia dan Cocok Dijadikan Pasangan Seumur Hidup, Kamu Termasuk?

Lifestyle | Selasa, 11 Agustus 2026 | 08:35 WIB

Harga Emas Meroket! Perak Ikut Melesat Tajam di Tengah Badai Pasar Global

Harga Emas Meroket! Perak Ikut Melesat Tajam di Tengah Badai Pasar Global

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2026 | 08:30 WIB

Pemerintah Siapkan Tiga Skema Pembayaran PPPK di Daerah, Pastikan Tak Ada yang Dirumahkan

Pemerintah Siapkan Tiga Skema Pembayaran PPPK di Daerah, Pastikan Tak Ada yang Dirumahkan

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 08:25 WIB

×