alexametrics

Aksi Demo Anti-Lockdown di Melbourne Rusuh, Polisi Tangkap 235 Orang

Reza Gunadha | Hikmawan Muhamad Firdaus
Aksi Demo Anti-Lockdown di Melbourne Rusuh, Polisi Tangkap 235 Orang
Foto sebagai ilustrasi. Polisi menyemprotkan cairan merica ke pengunjuk rasa selama demonstrasi anti-lockdown di Melbourne, Australia, pada (21/8/2021). [William WEST / AFP]

Sedikitnya 190 orang ditangkap karena dituduh melanggar aturan pembatasan Covid-19.

Suara.com - Sedikitnya 235 orang ditangkap dan 10 polisi menderita luka setelah mengamankan aksi demo anti-lockdown di Melbourne, Australia, pada Sabtu (18/9/2021).

Menyadur 9News Selasa (21/9/2021), 193 orang yang ditangkap dituduh melanggar aturan pembatasan Covid-19 di Melbourne.

Sementara yang lain ditahan karena pelanggaran lain, termasuk diduga menyerang polisi serta pelanggaran narkoba dan penyalahgunaan senjata.

Ratusan demonstran yang banyak di antaranya tidak mengenakan masker mengadakan aksi protes di pinggiran kota Richmond pukul 12.00 siang waktu setempat.

Baca Juga: Sempat Diserbu Covid-19 Varian Delta, 114 Desa di Kabupaten Kudus Berada di Zona Hijau

Ratusan orang berbaris di tengah jalan dan meneriakkan jargon yang menuntut tidak ada lagi penguncian dan pecat Dan Andrews.

Beberapa demonstran memegang spanduk bertuliskan "Tidak ada lagi penguncian". Aksi protes tersebut kemudian pecah menjadi kerusuhan.

Kerusuhan pecah ketika Polisi Victoria memulai operasi untuk mencegah pengunjuk rasa berkumpul yang melanggar perintah kesehatan masyarakat.

Komandan Kepolisian Victoria Mark Galliott menggambarkan jika operasi yang dilakukan oleh pihaknya sukses.

"Kami dapat memobilisasi semua patroli dan sumber daya polisi kami untuk menghadapi kelompok-kelompok itu dan menangkap mereka yang melanggar arahan Kepala Petugas Kesehatan," kata Galliott.

Baca Juga: Update 21 September: Pasien Covid-19 Indonesia Tambah 3.263, Kasus Aktif 52.447 Orang

Akibat kerusuhan tersebut, sedikitnya 10 polisi mengalami, enam diantaranya harus dibawa ke rumah sakit karena luka yang dideritanya cukup serius.

Para petugas yang dibawa ke rumah sakit tersebut menderita luka memar, robek, hingga patah di bagian siku, hidung, dan jari.

"Apa yang kita lihat hari ini adalah sekelompok pengunjuk rasa yang berkumpul, bukan untuk memprotes kebebasan tetapi hanya untuk melawan dan berkelahi dengan polisi," kata Komandan Galliott.

"Apa yang kami lihat adalah laki-laki muda yang marah dan agresif di sana untuk melawan polisi, bukan untuk memprotes kebebasan," sambungya.

Polisi awalnya memperkirakan antara 6.000-7.000 orang akan ikut aksi protes anti-lockdown di CBD Melbourn, tetapi hanya sekitar 500 orang yang hadir.

Galliott mengatakan sedih ketika melihat pengunjuk rasa bertindak kasar kepada polisi, yang bertugas untuk melindungi masyarakat.

"Yang ingin kami lakukan adalah mengakhiri penguncian, keluar dari penguncian yang kita hadapi saat ini dan kembali normal," katanya.

Sementara itu, 20 orang ditangkap di Sydney saat Polisi NSW melakukan operasi besar untuk mencegah kegiatan aksi protes.

Aksi demonstrasu yang menuntut diakhirinya kuncian juga terjadi di Adelaide, Perth, Brisbane dan Gold Coast pada Sabtu (19/9/2021).

Komentar