facebook

Coba Peringatkan untuk Pakai Masker, Penjaga SPBU Tewas Ditembak Pelanggan

Reza Gunadha | Hikmawan Muhamad Firdaus
Coba Peringatkan untuk Pakai Masker, Penjaga SPBU Tewas Ditembak Pelanggan
Ilustrasi garis polisi. (Shutterstocks)

Petugas SPBU itu tewas ditempak setelah ditembak di bagian kepala.

Suara.com - Seorang kasir stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) ditembak di bagian kepala hingga tewas oleh seorang pria yang menolak untuk memakai masker.

Menyadur Sky News Rabu (22/9/2021), penembakkan tersebut terjadi pada Sabtu (18/9/2021) malam waktu setempat di salah satu SPBU di kota Idar-Oberstein.

Korban diketahui seorang wanita berusia 20 tahun. Ia tewas setelah ditembak karena memperingatkan pelaku untuk memakai masker.

Pria yang dilaporkan ingin membeli bir tersebut, menolak untuk mengenakan masker dan meninggalkan pom bensin.

Baca Juga: Dalam 1,5 Tahun, Wabah COVID-19 Membuat 40.000 Warga Jakbar Jadi Pengangguran

Setengah jam kemudian, pria itu kembali dan mengenakan masker. Namun, tiba-tiba dia mengeluarkan sepucuk senjata dan langsung menembak kasir itu.

"Pelaku mengeluarkan pistol dan menembak kasir dari depan. Korban jatuh ke lantai dan langsung tewas," kata jaksa Kai Fuhrmann.

Pihak berwenang mengungkapkan jika pelaku melarikan diri dari tempat kejadian, namun akhirnya menyerahkan dirinya ke polisi keesokan paginya.

Pelaku mengatakan kepada petugas bahwa dia tega menembak kasir tersebut karena marah setelah diperintahkan untuk memakai masker.

Polisi juga mengungkapkan bahwa pelaku menyatakan selama pemeriksaan jika dia menolak tindakan pencegahan virus corona di Jerman.

Baca Juga: Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama 2022 Akan Ditentukan Mengikuti Perkembangan Covid-19

Jerman masih mewajibkan warganya untuk mengenakan masker di tempat umum sebagai langkah pencegahan penyebaran Covid-19.

Aksi protes yang menentang aturan pembatasan pandemi di Jerman kerap terjadi selama setahun terakhir.

Gerakan Querdenken, yang mencakup para penentang masker dan vaksin, ahli teori konspirasi dan ekstremis sayap kanan, dikatakan ikut bertanggung jawab atas protes tersebut.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar