alexametrics

Luhut: Ada Peningkatan Mobilitas Warga di Sektor Ritel dan Rekreasi

Erick Tanjung
Luhut: Ada Peningkatan Mobilitas Warga di Sektor Ritel dan Rekreasi
Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan (Dok Humas Kemenko Marves)

"Peningkatan mobilitas terutama terjadi di aktivitas ritel dan recreation parks," kata Luhut.

Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi sekaligus Koordinator PPKM Jawa-Bali, Luhut Binsar Pandjaitan menyebut ada peningkatan mobilitas masyarakat terutama di sektor ritel dan rekreasi.

"Peningkatan mobilitas terutama terjadi di aktivitas ritel dan recreation parks," kata Luhut dalam konferensi pers daring yang dipantau dari Jakarta, Senin (27/9/2021).

Menurut Luhut, peningkatan mobilitas terjadi kendati pemerintah telah melakukan sejumlah langkah di tengah pelonggaran Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM.

"Ini mobilitas menunjukkan peningkatan walaupun sudah diambil langkah-langkah segala macam, mulai dari genap ganjil dan sebagainya, tetap saja masih angka itu naik. Ini jadi perhatian kita semua," ujarnya.

Baca Juga: Ingatkan Warga Tak Puas Diri Kasus COVID-19 Melandai, Luhut: Justru Tambah Hati-Hati

Per 27 September 2021 pukul 12.00 WIB, kasus baru Covid-19 di Indonesia bertambah 1.390 kasus, lebih rendah dibandingkan Minggu (26/9) yang tercatat 1.760 kasus. Kasus sembuh naik 3.771 kasus sementara kasus meninggal bertambah 118 kasus. Adapun kasus aktif sendiri sekarang berada pada posisi 40.270 kasus.

Demikian pula kasus konfirmasi di Jawa-Bali juga tercatat turun 98 persen dari puncaknya pada 15 Juli 2021. Kasus aktif di Jawa-Bali juga turun 96 persen dari puncaknya pada 24 Juli 2021.

Luhut juga mengungkapkan tingkat reproduksi efektif (Rt) di wilayah Jawa-Bali juga terus menurun. Tingkat reproduksi efektif di Jawa tercatat 0,95 sementara Bali masih di titik 1,01.

Lebih lanjut, Luhut mengungkapkan positivity rate Indonesia yang sudah di bawah 2 persen. Positivity rate adalah perbandingan antara jumlah kasus positif Covid-19 dengan jumlah tes yang dilakukan. Positivity rate dihitung berdasarkan jumlah kasus positif dibagi dengan jumlah orang yang menjalani tes.

"Positivity rate sudah di bawah 2 persen, malah sudah 1 persen. Ini dalam 7 hari terakhir, itu angka juga membaik. Jadi kalau ada orang berkomentar yang di-testing itu cuma 30 ribu, sekarang yang di-testing itu rata-rata170 ribuan. Saya ulangi, 170 ribuan per hari. Angka itu cukup oke walaupun kami target sebenarnya masih lebih dari itu," katanya.

Baca Juga: Luhut: Potensi Indonesia Besar, Game Lokal Harus Tumbuh

Luhut meyakini, penanganan Covid-19 di Tanah Air dengan mengombinasikan pengetesan, penggunaan aplikasi PeduliLindungi, vaksinasi serta protokol kesehatan akan jadi langkah yang akan terus dimasifkan pemerintah.

Komentar