Taliban Larang Para Tukang Cukur Memotong Janggut

Siswanto, BBC

Selasa, 28 September 2021 | 14:17 WIB
Taliban Larang Para Tukang Cukur Memotong Janggut
BBC

Suara.com - Taliban melarang pemangkas rambut di Provinsi Helmand, Afghanistan, mencukur atau memotong janggut, karena menurut mereka tindakan itu melanggar hukum Islam.

Siapa saja yang melanggar larangan itu akan dihukum, kata polisi dari Taliban.

Beberapa tukang cukur rambut di ibu kota Kabul mengatakan telah mendapatkan peringatan tersebut.

Instruksi tersebut mengembalikan Afghanistan ke kondisi ketat masa lalu saat kelompok itu pernah berkuasa - meskipun saat ini Taliban menjanjikan pemerintahan yang lebih longgar.

Sejak merebut kekuasaan bulan lalu, Taliban telah menjatuhkan hukuman keras terhadap lawan mereka.

Sabtu lalu, anggota Taliban menembak mati empat orang yang diduga sebagai penculik dan menggantung tubuh mereka di jalan-jalan Provinsi Herat.

Baca juga:

Dalam pemberitahuan yang dipasang di salon di Provinsi Helmand, petugas Taliban memperingatkan bahwa tukang rambut harus mengikuti hukum Syariah tentang potong rambut dan janggut.

"Tidak ada yang berhak untuk mengeluh," demikian bunyi pemberitahuan yang didapat BBC.

baca juga

"Mereka (Taliban) terus datang dan memerintahkan kami untuk berhenti mencukur jenggot," kata seorang tukang cukur di Kabul.

"Salah satu dari mereka mengatakan kepada saya bahwa mereka dapat mengirim inspektur yang menyamar untuk menangkap kami."

Tukang cukur rambut lain, yang mengelola salah satu salon terbesar di kota itu, mengatakan dia menerima telepon dari seseorang yang mengaku sebagai pejabat pemerintah.

Mereka menginstruksikan saya untuk "berhenti mengikuti gaya Amerika" dan tidak mencukur atau memotong janggut siapa pun.

Selama masa kekuasaan pertama Taliban dari 1996 hingga 2001, kelompok Islam garis keras tersebut melarang gaya rambut flamboyan dan bersikeras mewajibkan pria untuk memelihara janggut.

Tapi setelah itu - pemerintah Taliban tumbang akibat invasi Barat-, penampilan yang dicukur bersih menjadi populer dan banyak pria Afghanistan pergi ke salon untuk mendapatkan potongan yang modis.

Namun para tukang cukur, yang tidak disebutkan namanya untuk melindungi keselamatan mereka, mengatakan aturan baru membuat mereka sulit mencari nafkah.

"Selama bertahun-tahun salon saya menjadi tempat bagi kaum muda untuk bercukur sesuai keinginan mereka dan tampil trendi," kata salah satu dari mereka kepada BBC.

"Sekarang, tidak ada gunanya melanjutkan bisnis ini."

"Salon dan tukang cukur menjadi bisnis terlarang," kata yang lain.

"Ini adalah pekerjaan saya selama 15 tahun dan saya rasa saya tidak bisa melanjutkannya."

Baca juga:

Tukang cukur lain di kota bagian barat, Herat mengatakan bahwa meskipun dia belum menerima perintah resmi, dia telah berhenti menawarkan jasa cukur janggut.

"Pelanggan tidak mencukur janggut mereka [karena] tidak ingin menjadi sasaran Taliban di jalanan. Mereka ingin berbaur dan terlihat seperti mereka."

Meskipun telah menawarkan diskon harga, bisnis potong rambut telah mengering dan diambang kehancuran.

"Tidak ada yang peduli dengan gaya atau gaya rambut mereka," katanya.


Anda mungkin juga tertarik dengan:

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Biang Kerok Perang Pakistan vs Afghanistan, Tehreek-e-Taliban Pakistan Didanai Siapa?

Biang Kerok Perang Pakistan vs Afghanistan, Tehreek-e-Taliban Pakistan Didanai Siapa?

News | Sabtu, 28 Februari 2026 | 21:49 WIB

Kenapa Pakistan Deklarasikan Perang ke Afghanistan? Ini 5 Faktanya

Kenapa Pakistan Deklarasikan Perang ke Afghanistan? Ini 5 Faktanya

News | Sabtu, 28 Februari 2026 | 16:43 WIB

Pakistan Bombardir Kabul, Konflik dengan Afghanistan Memasuki Fase Perang Terbuka

Pakistan Bombardir Kabul, Konflik dengan Afghanistan Memasuki Fase Perang Terbuka

News | Jum'at, 27 Februari 2026 | 15:04 WIB

Review Film 13 Days, 13 Nights: Ketegangan Evakuasi di Tengah Badai Taliban

Review Film 13 Days, 13 Nights: Ketegangan Evakuasi di Tengah Badai Taliban

Your Say | Minggu, 14 Desember 2025 | 18:40 WIB

Afghanistan Pulihkan Akses Internet 48 Jam Setelah Penutupan Taliban

Afghanistan Pulihkan Akses Internet 48 Jam Setelah Penutupan Taliban

News | Rabu, 08 Oktober 2025 | 17:45 WIB

Peluru Taliban yang Menyalakan Perjuangan Malala untuk Pendidikan

Peluru Taliban yang Menyalakan Perjuangan Malala untuk Pendidikan

Your Say | Rabu, 27 Agustus 2025 | 10:59 WIB

Taliban Promosikan Pariwisata Afghanistan dengan Parodi 'Nyentrik': Berani Coba?

Taliban Promosikan Pariwisata Afghanistan dengan Parodi 'Nyentrik': Berani Coba?

Video | Kamis, 10 Juli 2025 | 16:40 WIB

Taliban Abaikan Separuh Populasi: UNICEF Desak Anak Perempuan Afghanistan Boleh Sekolah Lagi

Taliban Abaikan Separuh Populasi: UNICEF Desak Anak Perempuan Afghanistan Boleh Sekolah Lagi

News | Sabtu, 22 Maret 2025 | 21:23 WIB

Donald Trump Akan Larang Perjalanan dari Afghanistan dan Pakistan ke AS

Donald Trump Akan Larang Perjalanan dari Afghanistan dan Pakistan ke AS

News | Kamis, 06 Maret 2025 | 08:29 WIB

CCTV Taliban: Jaminan Keamanan atau Ancaman Baru bagi Perempuan Afghanistan?

CCTV Taliban: Jaminan Keamanan atau Ancaman Baru bagi Perempuan Afghanistan?

Video | Selasa, 04 Maret 2025 | 10:00 WIB

Terkini

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:04 WIB

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:35 WIB

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:30 WIB

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:47 WIB

×