PON Papua di Tengah Ribuan Orang Mengungsi

Siswanto | BBC | Suara.com

Senin, 04 Oktober 2021 | 09:55 WIB
PON Papua di Tengah Ribuan Orang Mengungsi
Presiden Joko Widodo [BBC]

Suara.com - Penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX tetap berlangsung di tengah ribuan pengungsi Papua yang hidup "memprihatinkan" karena konflik senjata.

Presiden Jokowi mengatakan PON XX menjadi "panggung kesetaraan dan panggung keadilan", tapi sejumlah kalangan menyebut pernyataan itu tak mencerminkan solusi atas konflik yang terjadi.

Di sisi lain, seorang staf khusus presiden dari kalangan milenial Papua mengatakan pemerintah telah mengupayakan kesetaraan dan keadilan bagi orang asli Papua melalui kebijakan, termasuk indeks pembangunan manusia (IPM) yang mengalami tren peningkatan sebagai pencapaian.

Baca juga:

Kembang api menyemburkan pijaran ke angkasa disertai sorakan dan tepuk tangan di Stadion Lukas Enembe, Kabupaten Jayapura, Papua menandai pembukaan Pekan Olahraga Nasional XX di Papua, Sabtu kemarin (03/10).

Namun, kemeriahan ini tak menggambarkan situasi keseluruhan di Papua.

Sekitar 1300 kilometer dari lokasi pesta olahraga, terdapat ribuan warga dari Kabupaten Maybrat, Papua Barat yang dilaporkan sudah sebulan mengungsi karena konflik bersenjata antara TPN/OPM dan TNI Polri.

Salah satu yang mengungsi ke hutan adalah Manase Sori, 21 tahun. Tiap hari, ia hidup bergantung dari hasil berburu burung, sagu serta pohon pisang.

Manase mengatakan, sejauh ini para pengungsi baru sekali mendapat bantuan dari pemerintah seperti "beras, minyak, gula dan kopi".

Setelah satu bulan hidup di hutan, para pengungsi mulai sakit-sakitan, kata Manase Sori yang saat ini sudah berpindah lagi ke tempat kerabatnya di kabupaten lain.

"Sakitnya panas demam begitu, sakit-sakit kepala. Makan juga jarang-jarang," kata Manase kepada BBC News Indonesia.

Manase mengungsi ke hutan bersama 50 warga dari Kabupaten Maybrat lainnya awal September lalu. Mereka mendirikan empat pondok "dari pelepah sagu" sebagai tempat berlindung dari panas dan hujan. Para pengungsi termasuk lansia, dan anak-anak.

Baca juga:

"Ada [perempuan] hamil di sana juga," kata Manase.

Manase Sori menambahkan para pengungsi masih takut kembali ke kampung halaman karena situasinya dirasakan belum aman.

Kelompok pemerhati HAM yang menyebut diri Koalisi Masyarakat Sipil Peduli Pengungsi Maybrat melaporkan total 2768 warga masih mengungsi pasca konflik bersenjata TPN/OPM dan TNI Polri awal September, yang bermula dari kematian empat prajurit TNI.

Para pengungsi ini tersebar ke sejumlah distrik di luar Kabupaten Maybrat, masuk ke dalam hutan yang membutuhkan waktu "tiga hari berjalan kaki".

Manase tak tahu sama sekali kalau Papua menjadi tuan rumah PON XX. Ia tak tahu pula jika Presiden Joko Widodo membuka hajatan nasional ini. "Tidak tahu," katanya.

'Panggung kesetaraan dan keadilan'

Dalam pembukaan PON, Presiden Joko Widodo tak menyinggung persoalan konflik ini atau yang sebelumnya di Papua. Namun, ia menekankan pesta olahraga menjadi panggung kesetaraan dan keadilan.

"PON ini juga punya makna besar bagi seluruh masyarakat Indonesia. PON ini adalah panggung persatuan, panggung kebersamaan, panggung persaudaraan.

"PON ini adalah panggung kesetaraan, dan panggung keadilan, untuk maju bersama, sejahtera bersama, dalam bingkai negara Kesatuan Republik Indonesia," kata Presiden Jokowi dalam pembukaan PON.

Presiden Jokowi juga memuji Stadion Lukas Enembe yang disebut sebagai "bukan satu-satunya simbol kemajuan Papua".

Ia juga menyebut perkembangan infrastruktur pemerintah dari bandara, pelabuhan, hingga jalan lintas Papua sebagai "capaian-capaian lain dari dari kemajuan Papua yang sangat membanggakan".

'Ironi'

Pernyataan ini mendapat tanggapan kritis dari Bernard Baru, pemuka agama dari Sekretarian Keadilan dan Perdamaian Keutuhan Cipta Ordo Santo Agustinus.

Menurutnya, pesta meriah ini sebuah "ironi" di tengah "situasi Papua yang penuh konflik".

"Situasi riil di Papua ini situasi yang dibanjiri air mata. Ini situasi kemanusiaan yang sebenarnya sangat memprihatinkan. Sangat miris, karena semua manusia korban, apa pun ya. Mau pihak TNI Polri, mau pihak TPN/OPM, mau pihak masyarakat sipil. Ini berkorban," kata Bernard.

Bernard Baru menambahkan, semestinya momentum nasional ini dijadikan presiden sebagai ajang mengumandangkan solusi atas konflik yang terus terjadi.

"Mudah-mudahan lewat PON ini, menjadi pintu masuk untuk solusi damai. Solusi menyelesaikan konflik ini, supaya jangan ada lagi konflik dan korban. Darah yang terus berbanjiran di tanah Papua ini," kata Bernard.

Apa tanggapan Staf Khusus Presiden?

Di sisi lain, staf khusus presiden dari kalangan milenial, Billy Mambasar mengatakan sejauh ini pemerintah sudah mencari solusi memperbaiki kesejahteraan orang Papua yang dianggap sebagai akar persoalan konflik di sana.

Hal ini tertuang dalam Instruksi Presiden No. 9 tahun 2020, termasuk revisi Undang Undang Otsus di mana di dalamnya termuat solusi dialog atas konflik.

"Payung hukum ini basisnya adalah manusia-manusia orang asli Papua. Manusia orang asli Papua memiliki kemampuan untuk membangun dirinya sendiri dan menjadi pemain dan ikut membangun negara ini secara nasional. Itu yang disebut prinsip kesetaraan," kata Billy.

Selain itu, Billy juga menyampaikan pencapaian atas keberhasilan pemerintah dalam indeks pembangunan manusia (IPM) yang "trennya naik". Sementara angka kemiskinan ia sebut "menurun".

Bagaimana pun, kasus-kasus HAM berat di Papua seperti tragedi Paniai 2004 dan Wasior Wamena 2002 dan 2003, sejauh ini masih belum tuntas di era Jokowi, kata Peneliti KontraS, Rozy Brilian.

Ia menganggap pernyataan Presiden Jokowi sebagai "lips service".

"Nah, itu panggung kesetaraan dan keadilan dari mana, ketika misalnya hari ini banyak masyarakat dari Papua yang justru masih mengalami rasisme," kata Rozy yang mencontohkan kasus-kasus tebang pilih ketika orang Papua menggelar aksi unjuk rasa dan ditangkap.

Untuk pertama kali dalam sejarah, Papua menjadi tuan rumah penyelenggaran PON. Pesta olahraga ini diikuti 34 kontingen dari 34 provinsi dengan 6.116 atlet tamu, dan 923 atlet tuan rumah Papua.

Penyelenggaraan PON tersebar di empat kluster yaitu Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Kabupaten Mimika dan Kabupaten Merauke.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Disebut Danai Ijazah Palsu Jokowi, Jusuf Kalla Laporkan Pencemaran Nama Baik

Disebut Danai Ijazah Palsu Jokowi, Jusuf Kalla Laporkan Pencemaran Nama Baik

Video | Kamis, 09 April 2026 | 10:02 WIB

Perbedaan Mencolok Hampers Jokowi dan Prabowo: Camilan Tradisional vs Bahan Dapur

Perbedaan Mencolok Hampers Jokowi dan Prabowo: Camilan Tradisional vs Bahan Dapur

Lifestyle | Selasa, 17 Maret 2026 | 20:03 WIB

Rekam Jejak Abraham Samad, Kini Terjerat Isu Ijazah Palsu Jokowi

Rekam Jejak Abraham Samad, Kini Terjerat Isu Ijazah Palsu Jokowi

Video | Jum'at, 15 Agustus 2025 | 09:00 WIB

Jokowi Bilang SBY Negarawan, Demokrat Anggap Polemik 'Partai Biru' Selesai

Jokowi Bilang SBY Negarawan, Demokrat Anggap Polemik 'Partai Biru' Selesai

News | Selasa, 05 Agustus 2025 | 16:54 WIB

Kecam Pengadu Domba, Ibas Murka Demokrat Diseret Isu Ijazah Jokowi

Kecam Pengadu Domba, Ibas Murka Demokrat Diseret Isu Ijazah Jokowi

Video | Kamis, 31 Juli 2025 | 08:00 WIB

Wali Kota di Jepang Mengundurkan Diri Usai Skandal Ijazah Palsu, Dibandingkan dengan Indonesia

Wali Kota di Jepang Mengundurkan Diri Usai Skandal Ijazah Palsu, Dibandingkan dengan Indonesia

News | Minggu, 13 Juli 2025 | 14:44 WIB

Pengamat Ungkap "Jokowi Belum Selesai": Masih akan Pengaruhi Peta Politik Nasional

Pengamat Ungkap "Jokowi Belum Selesai": Masih akan Pengaruhi Peta Politik Nasional

News | Selasa, 08 Juli 2025 | 09:52 WIB

Jokowi Dianggap Gagal Pimpin Indonesia, Sudirman Said: Kemunduran Demokrasi!

Jokowi Dianggap Gagal Pimpin Indonesia, Sudirman Said: Kemunduran Demokrasi!

News | Jum'at, 04 Juli 2025 | 15:38 WIB

'Saya Tertipu' Pengakuan Mengejutkan Saiful Huda, Dari Harimau Jokowi Jadi Pengkritik Paling Pedas!

'Saya Tertipu' Pengakuan Mengejutkan Saiful Huda, Dari Harimau Jokowi Jadi Pengkritik Paling Pedas!

News | Jum'at, 04 Juli 2025 | 09:28 WIB

Masih Ngotot! Roy Suryo Ungkap Alasan Jokowi Palsukan Ijazah, Bikin Geleng-Geleng Kepala

Masih Ngotot! Roy Suryo Ungkap Alasan Jokowi Palsukan Ijazah, Bikin Geleng-Geleng Kepala

News | Jum'at, 04 Juli 2025 | 08:21 WIB

Terkini

Analis Politik Senior Bongkar Makna di Balik Blusukan Wapres Gibran

Analis Politik Senior Bongkar Makna di Balik Blusukan Wapres Gibran

News | Kamis, 30 April 2026 | 22:33 WIB

Sukabumi Jadi Markas "Cinta Palsu" Antarnegara: 16 WNA Spesialis Love Scamming Digulung Imigrasi!

Sukabumi Jadi Markas "Cinta Palsu" Antarnegara: 16 WNA Spesialis Love Scamming Digulung Imigrasi!

News | Kamis, 30 April 2026 | 22:25 WIB

Wakil Ketua Komisi VIII Abidin Fikri Buka Suara Penangkapan 3 WNI Terkait Haji Ilegal

Wakil Ketua Komisi VIII Abidin Fikri Buka Suara Penangkapan 3 WNI Terkait Haji Ilegal

News | Kamis, 30 April 2026 | 22:24 WIB

Besok Perisai Geruduk DPR Bawa 15 Tuntutan May Day: Dari Upah hingga Agraria!

Besok Perisai Geruduk DPR Bawa 15 Tuntutan May Day: Dari Upah hingga Agraria!

News | Kamis, 30 April 2026 | 22:00 WIB

Amnesty International Ungkap Tiga Faktor Penyebab Impunitas Militer di Indonesia

Amnesty International Ungkap Tiga Faktor Penyebab Impunitas Militer di Indonesia

News | Kamis, 30 April 2026 | 21:45 WIB

Main Mata Proyek Jalur Kereta: KPK Bongkar Skenario 'Plotting' Bupati Pati Sudewo di Balai Ngrombo

Main Mata Proyek Jalur Kereta: KPK Bongkar Skenario 'Plotting' Bupati Pati Sudewo di Balai Ngrombo

News | Kamis, 30 April 2026 | 21:35 WIB

Bakar Sampah hingga Truk Besar Ganggu Warga, Kevin Wu PSI Sidak Pabrik Makanan di Kedoya

Bakar Sampah hingga Truk Besar Ganggu Warga, Kevin Wu PSI Sidak Pabrik Makanan di Kedoya

News | Kamis, 30 April 2026 | 21:31 WIB

Ketum Posyandu Tekankan Pentingnya Mendidik Generasi Emas 2045

Ketum Posyandu Tekankan Pentingnya Mendidik Generasi Emas 2045

News | Kamis, 30 April 2026 | 21:19 WIB

Tri Tito Karnavian Tekankan Implementasi 6 SPM di Peringatan Hari Posyandu Nasional

Tri Tito Karnavian Tekankan Implementasi 6 SPM di Peringatan Hari Posyandu Nasional

News | Kamis, 30 April 2026 | 21:13 WIB

Jadi Pemicu Kecelakaan Maut KRL: Sopir Taksi Green SM Baru Kerja 3 Hari dan Cuma Dilatih Sehari!

Jadi Pemicu Kecelakaan Maut KRL: Sopir Taksi Green SM Baru Kerja 3 Hari dan Cuma Dilatih Sehari!

News | Kamis, 30 April 2026 | 20:56 WIB