Viral Mantan Pegawai KPK Jadi Petani Setelah Dipecat, Dikenal Sebagai Anak Muda Jenius

Dany Garjito, Ruth Meliana Dwi Indriani

Senin, 11 Oktober 2021 | 12:48 WIB
Viral Mantan Pegawai KPK Jadi Petani Setelah Dipecat, Dikenal Sebagai Anak Muda Jenius
Viral Mantan Pegawai KPK Jadi Petani Setelah Dipecat. (Twitter/@paijodirajo)

Suara.com - Kehidupan mantan pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK, yang dipecat karena tidak lolos tes wawasan kebangsaan (TWK) menjadi viral. Mantan pegawai KPK itu kini memilih pulang kampung untuk menjadi petani.

Dia adalah Rasamala Aritonang, yang pernah menjabat sebagai Mantan Kepala Bagian Perancangan Peraturan dan Produk Hukum pada Biro Hukum KPK. Hal ini dibagikan oleh akun Twitter @paijodirajo.

"Rasamala. Rasamala Aritonang nama lengkapnya. Mantan Kepala Bagian Perancangan Peraturan dan Produk Hukum pada Biro Hukum KPK," tulis @paijodirajo seperti dikutip Suara.com, Senin (11/10/2021).

Rasamala menjadi satu dari 57 pegawai yang dipecat KPK karena tidak lolos TWK pada 30 September 2021. Ia akhirnya memutuskan untuk pulang ke kampung halaman dan membantu keluarganya bercocok tanam.

Selama berkerja di KPK, Rasamala dikenak sebagai anak muda yang jenius. Ia juga terkenal sebagai pakar hukum KPK.

"Salah seorang anak muda jenius dan pakar hukum KPK. Pasca pemecatan 30 September 2021, memilih pulang kampung dan membantu keluarganya bertani."

Viral Mantan Pegawai KPK Jadi Petani Setelah Dipecat. (Twitter/@paijodirajo)
Viral Mantan Pegawai KPK Jadi Petani Setelah Dipecat. (Twitter/@paijodirajo)

Tak hanya itu, Rasalama yang merupakan orang Batak, juga dikenal sebagai seorang Kristen yang taat. Ia juga memiliki sepak terjang yang begitu baik selama bekerja di lembaga antirasuah.

Rasamalah pernah mendampingi 5 pimpinan KPK saat membahas RUU KUHP dengan Presiden Joko Widodo. Pembahasan undang-undang yang sempat kontroversial itu dilakukan di Istana Negara.

"Rasamala adalah seorang Kristen yang taat dan rajin ke gereja. Ia termasuk 57 pegawai KPK yang dipecat dg cara2 akal2an oleh pimpinan @KPK_RI."

baca juga

"Begitu banyak prestasi Rasamala di KPK. Ia bahkan pernah mendampingi 5 Pimpinan KPK saat membahas RUU KUHP bersama Presiden (Jokowi) di Istana."

Akun ini juga menjelaskan persahabatan Rasamala dengan mantan atasannya, Tigor Simanjuntak yang ikut dipecat. Untuk diketahui, Tigor saat ini memilih berjualan nasi goreng.

Rasamala dan Tigor diceritakan pernah menjadi andalan KPK yang dikenal sebagai "Duo Batak". Mereka bersinergi menghadapi banjir pra peradilan yang diajukan koruptor sejak tahun 2015.

"Rasamala adalah sahabat sekaligus mantan atasan Tigor, yang sementara ini memilih berjualan nasi goreng. Duo putra Batak ini pernah menjadi andalan KPK ketika menghadapi banjir pra-peradilan yang diajukan oleh koruptor sejak tahun 2015. Semangat, bang!"

Terakhir, akun ini juga mengatakan publik bisa bermain ke rumah Rasamala dan membeli hasil panen. Mereka juga bisa mengajak Rasamala berdiskusi seputar hukum di tengah-tengah kesibukannya bertani.

"Kalau ada yang mau diskusi hukum, sekaligus beli jagung hasil panen Bang Rasamala, bisa main-main ke Muara, Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara."

"Jam segini, biasanya dia lagi santai di kebon. Kalau sore dan malam hari sering live wawancara di TV."

Cuitan mengenai kehidupan mantan pegawai KPK itu mendapatkan atensi publik. Hingga berita ini dipublikasikan, kisah itu sedikitnya sudah di-retweet 200 kali dan mendapatkan 670 tanda suka.

Warganet juga membanjiri kolom komentar dengan dukungan terhadap mantan pegawai KPK tersebut.

"Mantap, menepi sejenak untuk mempersiapkan langkah selanjutnya," komen warganet.

"Mundur beberapa langkah untuk melompat lebih tinggi," dukung warganet.

"Halleluyah. GBU Rasamala. Siapa menghakimi, dia akan dihakimi. Amen," tambah yang lain.

"Daya rusak raja koruptor semakin dahsyat. Selain rampok duit rakyat, juga merampok hak manusia atas nama baik dan pekerjaan," sindir warganet.

"Sangat disayangkan tenaga ahli seperti ini harus nganggur di negeri yang katanya negara hukum dan demokratis, rezim ini destruktif seperti wabah," timpal warganet.

"Gak ada Taliban Taliban nya abang itu," celutuk warganet.

Dipecat karena TWK, Mantan Pegawai KPK Jadi Penjual Nasi Goreng

Salah satu mantan pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Juliandi Tigor Simanjuntak banting stir berjualan nasi goreng. Tigor adalah salah satu dari 57 mantan pegawai KPK yang diberhentikan karena dianyatakan tak lulus Tes Wawasan Kebangsaan (TWK).

Kabar Tigor yang jadi penjual nasi goreng disampaikan sendiri oleh rekan kerjada di KPK, Aulia Postiera yang juga mantan penyidik KPK.

"Juliandi Tigor Simanjuntak nama lengkapnya, mantan Fungsional Biro Hukum KPK. Aktivis gereja yang rendah hati. Sesuai namanya, dia lelaki yang tegar dan penuh semangat," tulis Aulia Postiera dalam akun Twitter miliknya @paidjorajo.

"Sementara ini [Tigor], mengisi harinya dengan jualan nasi goreng di dekat rumahnya," imbuhnya pada Minggu (10/10/2021).

Pada unggahan tersebut, Aulia juga menambahkan fotonya bersama Tigor saat berkunjung ke warungnya.

"Tigor adalah satu dari 57 orang pegawai KPK yang dipecat melalui akal-akalan TWK Pimpinan @KPK_RI pada tanggal 30 September 2021," tulis Aulia.

"Dedikasinya selama belasan tahun dihancurkan hanya dengan dua hari tes yang terbukti telah melanggar HAM, serta terdapat maladministasi dan pelanggaran etik," tambahnya.

Video yang mungkin Anda lewatkan:

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Biasa Berhadapan dengan Koruptor, Eks Pegawai KPK Juliandi Tigor Kini Jualan Nasi Goreng

Biasa Berhadapan dengan Koruptor, Eks Pegawai KPK Juliandi Tigor Kini Jualan Nasi Goreng

News | Senin, 11 Oktober 2021 | 11:57 WIB

Viral Perempuan Banting Kursi Setelah Diswab, Kenyataanya Malah Begini

Viral Perempuan Banting Kursi Setelah Diswab, Kenyataanya Malah Begini

Batam | Senin, 11 Oktober 2021 | 11:41 WIB

Bagikan Momen Pulang Kampung, Gadis Cantik ini Malah Bikin Warga Minder

Bagikan Momen Pulang Kampung, Gadis Cantik ini Malah Bikin Warga Minder

Kalbar | Senin, 11 Oktober 2021 | 11:31 WIB

Ibu Emosi di Salon Gegara Rambut Anak Jadi Begini, Publik Malah Salfok ke Hal Tak Terduga

Ibu Emosi di Salon Gegara Rambut Anak Jadi Begini, Publik Malah Salfok ke Hal Tak Terduga

News | Senin, 11 Oktober 2021 | 11:36 WIB

Viral Seorang Pria Rekam Aksi Penganiayaan Terhadap Anak Perempuan, Netizen Geram

Viral Seorang Pria Rekam Aksi Penganiayaan Terhadap Anak Perempuan, Netizen Geram

Jabar | Senin, 11 Oktober 2021 | 11:17 WIB

Langgar Privasi, Warganet Curhat Diajak Kenalan Petugas Vaksin Manfaatkan Data Pribadi

Langgar Privasi, Warganet Curhat Diajak Kenalan Petugas Vaksin Manfaatkan Data Pribadi

Tekno | Senin, 11 Oktober 2021 | 11:05 WIB

Terkini

KPK Geledah Rumah Anggota BPK Bobby Rizaldi, Dalami Kasus Dugaan Suap di Muara Enim

KPK Geledah Rumah Anggota BPK Bobby Rizaldi, Dalami Kasus Dugaan Suap di Muara Enim

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 18:25 WIB

Kuntadi Masuk Bursa Jampidsus usai Febrie Adriansyah Mundur, Kejagung Belum Tahu?

Kuntadi Masuk Bursa Jampidsus usai Febrie Adriansyah Mundur, Kejagung Belum Tahu?

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 18:18 WIB

Benarkah E-Voting untuk Pemilu Rawan Manipulasi? Pakar IT Ungkap Keunggulan Kertas Suara Manual

Benarkah E-Voting untuk Pemilu Rawan Manipulasi? Pakar IT Ungkap Keunggulan Kertas Suara Manual

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 18:15 WIB

Sapa Jaksa Agung 'Kakak Asuh', Kapolri Dikritik: Sejak Kapan Jadi Subordinat?

Sapa Jaksa Agung 'Kakak Asuh', Kapolri Dikritik: Sejak Kapan Jadi Subordinat?

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 18:10 WIB

Rumor Kuntadi Jadi Jampidsus Mencuat, Jaksa Agung Beri Respons Singkat

Rumor Kuntadi Jadi Jampidsus Mencuat, Jaksa Agung Beri Respons Singkat

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 17:59 WIB

Tak Percaya Polri dan Kejagung, SEMA UGM Desak KPK Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah

Tak Percaya Polri dan Kejagung, SEMA UGM Desak KPK Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 17:54 WIB

Disimpan Dalam Koper President! Don Ritto Tak Berani Ungkap Pengusaha Pemilik Duit di Cafe de'Clan

Disimpan Dalam Koper President! Don Ritto Tak Berani Ungkap Pengusaha Pemilik Duit di Cafe de'Clan

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 17:53 WIB

MBG Jalan Lagi Meski Ada Kasus Korupsi, Akademisi Minta Tata Kelola Dibenahi

MBG Jalan Lagi Meski Ada Kasus Korupsi, Akademisi Minta Tata Kelola Dibenahi

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 17:52 WIB

Roy Suryo Gugat Pasal Peretasan di Praperadilan, Tim Hukum Uji Bukti Lewat Komputer Pengadilan

Roy Suryo Gugat Pasal Peretasan di Praperadilan, Tim Hukum Uji Bukti Lewat Komputer Pengadilan

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 17:44 WIB

Ledakan di MAN 3 Padang, Densus 88 Sebut Pelaku Terinspirasi Kasus Bom SMAN 72 Jakarta

Ledakan di MAN 3 Padang, Densus 88 Sebut Pelaku Terinspirasi Kasus Bom SMAN 72 Jakarta

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 17:39 WIB

×