alexametrics

Gencarnya Media Sosial, Antara Ancaman atau Keuntungan Bagi Media Massa

Rizki Nurmansyah | Ria Rizki Nirmala Sari
Gencarnya Media Sosial, Antara Ancaman atau Keuntungan Bagi Media Massa
Ilustrasi media sosial (Pexels).

Keberadaan media sosial harus diantisipasi supaya tidak menggerus keeksisan dari media massa.

Suara.com - Senior Analyst Drone Emprit, Yan Kurniawan mengatakan, keberadaan media sosial lebih dekat dengan masyarakat ketimbang media massa.

Meskipun media massa juga memanfaatkan keberadaan media sosial, namun ia menganggap keberadaannya juga bisa menjadi ancaman.

Yan melihat fenomena di mana banyak media massa berbasis online yang kini membuka akun resminya di aplikasi media sosial.

Itu menandakan kalau media massa yang menyadari bahwa media sosial lebih dekat menjangkau masyarakat.

Baca Juga: Begini Cara Agar Konten Musik Kamu Menarik di Media Sosial

"Banyak sekarang media online yang buka ofisialnya di sosmed. Yang menarik sampai di Tiktok saja sudah ada sekarang," kata Yan dalam diskusi virtual bertajuk "Hoaks, Kualitas Pers dan Hegemoni Media Sosial" pada Sabtu (23/10/2021).

Kemudian, Yan juga melihat banyak media massa yang memanfaatkan media sosial sebagai pemberitaan.

Tidak sedikit kemudian perdebatan politisi dalam media sosial dijadikan isu oleh media massa.

"Cuitan-cuitan antara Said Didu dan Yustinus soal UU pajak, nah, itu banyak tuh diberitakan, artinya sosmed itu menjadi sumber berita," ujarnya.

Yan menganggap kalau media sosial akan terus berkembang karena memiliki dinamika yang tinggi. Namun ia memberikan catatan terutama bagi media massa.

Baca Juga: Forum Admin Media Sosial Sumsel Terbentuk, Bakal Gelar Jambore

Sebab, keberadaan media sosial harus diantisipasi supaya tidak menggerus keeksisan dari media massa.

"Media massa itu kalau dia enggak adaptif gitu itu nanti akan ketinggalan," pungkasnya.

Komentar