alexametrics

Seekor Gajah di Afrika Injak-injak Pemburu Liar hingga Tewas, Jasadnya Hancur

Reza Gunadha | Hikmawan Muhamad Firdaus
Seekor Gajah di Afrika Injak-injak Pemburu Liar hingga Tewas, Jasadnya Hancur
Ilustrasi gajah. (Unsplash/Jager)

Pemburu tersebut ditemukan tidak bernyawa dan jasadnya hancur.

Suara.com - Seekor gajah menginjak-injak pemburu hingga tewas di Taman Nasional Kruger Afrika Selatan untuk menyelamatkan kawanannya.

Menyadur CBS News Minggu (24/10/2021), mayat pemburu tersebut ditemukan dalam kondisi mengenaskan oleh petugas penjaga taman nasional.

Petugas menemukan jasad tersebut sudah dalam keadaan hancur pada Kamis (20/10/2021), saat operasi pencegaan perburuan.

Juru bicara taman nasional Kruger Isaac Phaahla mengungkapkan kepada AFP jika pemburu tersebut tewas akibat diinjak oleh seekor gajah.

Baca Juga: Seorang Pria Tertangkap Google Maps Tulis Pesan Misterius, Warganet Bingung Artinya

Phaahla mengungkapkan jika seekor gajah diduga menginjak sang pemburu untuk menyelamatkan kawanannya.

"Penyelidikan awal menduga bahwa almarhum dibunuh oleh gajah dan ditinggalkan oleh kaki tangannya," jelasnya.

Phaahla menambahkan jika penjaga hutan menemukan ponsel pemburu tersebut, dan telah diserahkan kepada polisi untuk melacak rekan-rekannya.

Kasus serupa juga sempat terjadi awal tahun ini, seorang pemburu diinjak-injak dan dibunuh oleh kawanan gajah di taman nasional tersebut.

Pada tahun 2019, seorang pemburu badak juga diduga dibunuh oleh seekor gajah dan jasadnya dimakan oleh singa.

Baca Juga: 5 Tempat Makan Murah Dekat UGM, Mulai dari Rp 4000 Saja

Taman Nasional Kruger melaporkan pada bulan Februari bahwa populasi badaknya telah turun 70 persen, menjadi hanya di bawah 4.000.

Pada hari Selasa, Taman Nasional Kruger mengumumkan telah menangkap sedikitnya empat pemburu badak.

"Ada peningkatan 29,41% dalam jumlah pemburu yang ditangkap (22) dibandingkan dengan (17) untuk periode yang sama pada 2020," jelas Taman Nasional Kruger.

Kasus perburuan sempat turun akibat Taman Nasional Kruger membatasi perjalanan karena pandemi Covid-19.

Taman Nasional mengungkapkan terjadi penurunan kasus perburuan liar hingga 37 persen dibandingkan tahun lalu.

Komentar