alexametrics

Fadjroel Dilantik Jadi Dubes, PPP Harap Jokowi Bisa Tunjuk Orang Seperti Ini Jadi Jubir

Dwi Bowo Raharjo | Bagaskara Isdiansyah
Fadjroel Dilantik Jadi Dubes, PPP Harap Jokowi Bisa Tunjuk Orang Seperti Ini Jadi Jubir
Presiden Jokowi melantik 17 Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh di Istana Negara, Jakarta. (Tangkapan Layar)

Arsul mendukung jubir Presiden harus diisi oleh figur yang mempunyai kapasitas.

Suara.com - Wakil Ketua Umum DPP PPP, Arsul Sani, berharap Presiden Joko Widodo (Jokowi) bisa memilih juru bicara Presiden seperti sosok juru bicara di era kepemimpinan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Pernyataan Arsul tersebut berkaitan dengan kekosongan posisi juru bicara Presiden selepas peninggalan Fadjroel Rachman yang resmi dilantik menjadi Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP).

Arsul mendukung jubir Presiden harus diisi oleh figur yang mempunyai kapasitas. Ia membeberkan kriteria orang yang mempunyai kapasitas.

"Pertama tentu kemampuan komunikasi publiknya bagus, yang kedua tentu orang yang punya daya koordinasi yang tinggi dengan jajaran pemerintahan lainnya, dan yang ketiga saya kira adalah orang yang memang tiap saat itu bisa gampang untuk dihubungi dikomunikasi," kata Arsul di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (25/10/2021).

Baca Juga: Jokowi Minta Harga Tes PCR Turun Jadi Rp300 Ribu, Masa Berlaku Diperpanjang

Ia pun memberikan contoh figur yang bagus ketika menjabat sebagai jubir Presiden. Ketika zaman Abdurrahman Wahid disebutnya ada sosok Wimar Witoelar, kemudian di era SBY ada nama Julian Aldrin Pasha.

"Nah saya berharap Pak Jokowi itu kemudian menunjuk jubir apakah satu atau dua tentu berpulang menurut kebutuhan beliau kira-kira yang sosoknya itu paling tidak seperti pak Wimar atau pak Julian Aldrin itu lah," tuturnya.

Lebih lanjut, Arsul menegaskan agar jubir Presiden diisi oleh figur yang pandai dalam berkomunikasi. Bukan justru sebaliknya.

"Jadi memang jubirnya itu jubir yang memang jagoan berkomunikasi, bukan jagoan miskomunikasi," tandasnya.

Fadjroel Jadi Dubes

Baca Juga: Ingatkan Jajarannya, Jokowi Tak Ingin Muncul Lonjakan Kasus Covid-19 saat Libur Nataru

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo melantik 17 Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) di Istana Negara, Jakarta, Senin (25/10/2021). Dari 17 orang yang dilantik Jokowi adalah Juru Bicara Presiden, Fadjroel Rachman.

Pelantikan tersebut dilakukan berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia nomor 127 P Tahun 2021 Tentang Pengangkatan Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia.

Sebelum melantik 17 Duta Besar LBBP, Jokowi menanyakan kesediaan para Dubes yang akan dilantik.

"Terlebih dahulu saya akan bertanya kepada saudara-saudara bersediakah saudara -saudara untuk diambil sumpah janji menurut agama masing-masing," tanya Jokowi.

Bersedia," jawab para Dubes LBBP.

Jokowi kemudian melantik 17 Duta Besar LBBP dengan menerapkan protokol kesehatan.

"Saya bersumpah, bahwa saya untuk diangkat menjadi duta besar luar biasa dan berkuasa penuh akan setia kepada UUD Negara Republik Indonesia 1945 serta akan menjalankan seluruh peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bhakti saya kepada bangsa dan negara," ujar Jokowi saat melantik.

"Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan akan menjunjung tinggi etika jabatan, bekerja dengan sebaik-baiknya, dengan penuh tasa tanggung jawab," ucap para Dubes mengikuti sumpah yang dibacakan Presiden Jokowi," sambungnya.

Dalam pelantikan tersebut hadir pula Wakil Presiden Ma'ruf Amin, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung.

Komentar