Taufiq semasa hidupnya pernah menduduki posisi sebagai Bapak Negara RI kelima saat Megawati Soekarnoputri meraih tampuk kepemimpinan tertinggi Indonesia yaitu Presiden ke-5.
Ia bersama Megawati berjuang memperkuat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan. Ia juga pernah menjadi Ketua Dewan Pertimbangan DPP PDI Perjuangan.
Taufiq pernah mengeluarkan biografi pada ulang tahun ke-70 yang berjudul Gelora Kebangsaan Tak Kunjung Padam. Buku itu menceritakan perjalanan hidup Taufiq Kiemas sejak kecil, perjuangan politiknya, hingga menjadi ketua MPR.
Taufiq wafat pada 8 Juni 2013, setelah berjuang melawan penyakit jantung dan dirawat di Singapura. Jasadnya dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata. Taufiq juga dikenal sebagai bapak empat pilar MPR, pilar tersebut adalah Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika.
Mengenang Jasa Pahlawan
Latar belakang keluarga, sekaligus inspirasi perjuangan politik ayahnya membuat Puan Maharani tumbuh sebagai seorang sosok yang sangat menghargai sejarah dan menghormati jasa-jasa para pahlawan.
Tak heran memang, karena kakeknya seorang Proklamator yang jasanya tentu sangat besar bagi bangsa.
Oleh karena itu, dalam pidato singkatnya pada perayaan Hari Pahlawan, Puan mengajak seluruh rakyat Indonesia mengenang jasa para pahlawan yang gugur demi kemerdekaan bangsa.
"Mari kita mengenang jasa para pahlawan yang sudah mengabdikan hidupnya untuk kemerdekaan dan kesejahteraan bangsa Indonesia. Tanpa mereka, kita tidak bisa seperti saat ini sebagai negara yang memiliki kebebasan," kata Puan dalam Peringatan Hari Pahlawan, Rabu (10/11/2021).
Ia juga menyebut Indonesia kini membutuhkan banyak pahlawan era kemajuan. Puan mengatakan, pahlawan era kemajuan adalah mereka yang berjuang bukan hanya untuk kepentingan dirinya saja.
“Sekarang Indonesia membutuhkan semakin banyak pahlawan-pahlawan masa kini, pahlawan-pahlawan era kemajuan. Pahlawan-pahlawan modern yang bukan membawa bambu runcing, tetapi berbekal nilai-nilai kebangsaan Indonesia dan berbuah karya-karya yang mendunia,” ucap Puan.