Kritik dan Kecam Hasil KTT COP26 Glasgow, Greta Thunberg: Bla Bla Bla

Reza Gunadha, Hikmawan Muhamad Firdaus

Senin, 15 November 2021 | 13:35 WIB
Kritik dan Kecam Hasil KTT COP26 Glasgow, Greta Thunberg: Bla Bla Bla
Greta Thunberg, Aktivis Lingkungan yang Menolak Naik Pesawat (twitter.com/GretaThunberg)

Suara.com - Aktivis lingkungan Greta Thunberg mengecam hasil konferensi iklim Conference of the Parties (COP) 26 dan mengatakan tidak sesuai dengan keadaan saat ini.

Menyadur NDTV Senin (15/10/2021), konferensi iklim COP26 telah usai dan menghasilkan sebuah perjanjian yang sudah dibuat oleh para pemimpin dunia.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres memperingatkan akan ada bencana iklim yang akan datang jika tidak ada perubahan.

Namun, Guterres juga mengakui adanya kekurangan dari hasil konferensi tersebut, menyusul kesepakatan yang dicapai pada Sabtu (13/11/2021) di Glasgow.

"Hasil #COP26 adalah kompromi, yang mencerminkan kepentingan, kontradiksi, dan kemauan politik di dunia saat ini," cuit Guterres di akun Twitter-nya.

"Ini adalah langkah penting, tapi itu tidak cukup. Planet kita yang rapuh tergantung pada seutas benang," sambungnya.

Dalam tweet lanjutan, Sekjen PBB mengirim pesan ke anak muda, komunitas adat, pemimpin perempuan, dan semua orang untuk memerangi perubahan iklim.

"Saya tahu Anda mungkin kecewa. Tapi kita berada dalam pertarungan hidup dan ini harus dimenangkan," tegas Guuterres.

Menanggapi hasil konferensi COP26 tersebut, aktivis lingkungan Greta Thunberg, secara blak-blakan menolak hasilnya.

baca juga

"#COP26 sudah berakhir. Ini ringkasan singkatnya: bla, bla, bla," cuit Greta Thunberg melalui akun Twitter-nya.

"Tapi pekerjaan sebenarnya terus berlanjut di luar aula ini. Dan kami tidak akan pernah menyerah, selamanya," tegasnya.

Selama konferensi, Thunberg dan aktivis lainnya mengecam cara yang dimainkan. Mereka menganggap bahwa para pemimpin dunia gagal menggunakan kata-kata dan kenyataan.

Di sisi lain, Perdana Menteri Inggris Boris Johnson tetap optimis dengan hasil COP26. "Masih ada banyak hal yang harus dilakukan di tahun-tahun mendatang," kata Johnson.

"Tapi kesepakatan hari ini adalah langkah maju yang besar dan, secara kritis, kami memiliki kesepakatan internasional pertama untuk mengurangi batubara secara bertahap dan peta jalan untuk membatasi pemanasan global hingga 1,5 derajat."

Presiden Komisi Eropa juga mendukung hasil konferensi tersebut dan mengatakan itu membuat target kesepakatan iklim Paris 2015 tetap hidup.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Macam-Macam HAM yang Diakui, Ini 6 Poinnya

Macam-Macam HAM yang Diakui, Ini 6 Poinnya

News | Minggu, 14 November 2021 | 12:50 WIB

Apakah Orang-orang Super Kaya Selama Ini Bebas Menyebarkan Polusi Karbon?

Apakah Orang-orang Super Kaya Selama Ini Bebas Menyebarkan Polusi Karbon?

News | Sabtu, 13 November 2021 | 10:19 WIB

Konflik di Ethiopia Masih Panas, Sedikitnya 70 Sopir Truk PBB Ditahan Pemerintah

Konflik di Ethiopia Masih Panas, Sedikitnya 70 Sopir Truk PBB Ditahan Pemerintah

News | Jum'at, 12 November 2021 | 16:00 WIB

Terkini

Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali

Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali

Sumsel | Selasa, 28 Juli 2026 | 23:49 WIB

Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel

Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel

Sumsel | Selasa, 28 Juli 2026 | 23:39 WIB

Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu

Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu

Sumsel | Selasa, 28 Juli 2026 | 23:22 WIB

5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu

5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu

Sumsel | Selasa, 28 Juli 2026 | 23:11 WIB

Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung

Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung

Jabar | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:50 WIB

Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua

Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua

Health | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:40 WIB

Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen

Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen

Lifestyle | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:12 WIB

Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA

Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:06 WIB

Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup

Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup

Bogor | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:59 WIB

Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim

Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:48 WIB

×