facebook

Wapres Minta MUI Hati-hati Dalam Rekrutmen Pengurus

Liberty Jemadu
Wapres Minta MUI Hati-hati Dalam Rekrutmen Pengurus
Wapres Maruf Amin minta MUI lebih hati-hati dalam rekrutmen pengurus. (Foto: Dokumentasi KIP-Setwapres)

Beberapa anggota MUI ditangkap Densus 88 Antiteror karena diduga sebagai teroris.

Suara.com - Wakil Presiden sekaligus Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Ma’ruf Amin berharap MUI menjadi lebih waspada dan hati-hati dalam melakukan seleksi dan pendataan terhadap anggota majelis tersebut.

Hal itu disampaikan Jubir Wapres Masduki Baidlowi saat mendampingi Ma’ruf Amin dalam kunjungan kerja ke Sulawesi Utara, Jumat (19/11/2021).

"Dengan kejadian seperti ini, kami, MUI harus lebih hati-hati lagi. Jadi Wapres mengharapkan kepada MUI supaya lebih hati-hati di dalam proses pendataan ke depan. Itu harapan Wapres," kata Masduki seperti dilansir dari Antara.

Wapres juga meminta MUI untuk melakukan evaluasi internal dan lebih selektif dalam melakukan rekrutmen kepengurusan majelis ulama tersebut.

Baca Juga: Maisaroh Geram Rumah Orang Tuanya Dicatut Sebagai Alamat Kantor PDRI

"MUI ke depan harus lebih hati-hati dalam merekrut kepengurusannya, karena selama ini MUI menerima kepengurusan itu memang sudah meminta kadernya yang terbaik," kata Masduki yang juga Ketua MUI bidang Komunikasi dan Informasi.

Sebelumnya, Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri menangkap tiga pendakwah di Bekasi pada Selasa (16/11/2021) terkait dugaan keterlibatan mereka dalam tindak pidana terorisme.

Ketiga orang tersebut ialah pendiri Partai Dakwah Republik Indonesia (PDRI) Farid Okban, Anggota Komisi Fatwa MUI Ahmad Zain An Najah dan Anung Al Hamat. Ketiganya ditangkap dalam waktu dan tempat yang berdekatan karena diduga terlibat dalam kepengurusan lembaga pendanaan di bawah Jamaah Islamiyah (JI).

Hasil penyidikan Densus 88 Antitetor, Ahmad Zain An Najah merupakan Ketua Dewan Syariah Lembaga Amil Zakat Baitul Mal Abdurrahman bin Auf (LAM BM ABA) dan Farid Okbah adalah anggota Dewan Syariah LAM BM ABA. Sementara Anung Al Hamat ialah pendiri Perisai Nusantara Esa, yaitu organisasi sayap JI.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Rusdi Hartono mengatakan JI terus melakukan upaya pembentukan organisasi sayap guna mendapatkan pendanaan bagi organisasi terorisme tersebut. Sumber pendanaan JI secara internal diperoleh melalui infak dari seluruh anggota setiap bulannya.

Baca Juga: Wapres Maruf Dukung Polri Proses Hukum Mubalig Terduga Teroris

"Besarannya sekitar 2,5 persen dari pendapatan anggota setiap bulannya," kata Rusdi.

Komentar