Pemimpin Afrika Anggap Negara Lain 'Afrofobia' Dalam Menanggapi Omicron

SiswantoABC Suara.Com
Rabu, 01 Desember 2021 | 12:10 WIB
Pemimpin Afrika Anggap Negara Lain 'Afrofobia' Dalam Menanggapi Omicron
Omicron. (Dok. Envato)

Suara.com - Presiden Afrika Selatan, Cyril Ramaphosa, menyerukan kepada negara-negara untuk segeramembatalkan larangan bepergian setelah ditemukannya varian baruOmicron.

Puluhan negara telah memasukan Afrika Selatan dan sejumlah negara tetangganyadalam daftar 'blacklist', setelah para ilmuwan di Afrika Selatan pertama kali mendeteksi adanya varian baru virus corona.

Mereka yang terbang atau pernah mengunjungi dari sejumlah negara Afrika, seperti Afrika Selatan, Namibia, Zimbabwe, Botswana, Lesotho, Eswatini, Malawi atauMozambique, dan bukan berstatus warga negara atau penduduk tetap di sejumlah negara, telah dilarang masuk.

"Kami menyerukan kepada semua negara yang telah memberlakukan larangan perjalanan asalnegara kami dan negara-negara saudara kami di Afrika selatan untuk segera membatalkan keputusan mereka sebelum kerusakan lebih lanjut terjadi pada ekonomi kami dan mata pencaharian rakyat kami," kata Presiden Ramaphosa.

Sementara ituPresiden Malawi Lazarus Chakwera menuduh negara-negara Barat telah menunjukkan "Afrofobia" atau ketakutan terhadap bangsa Afrika karena menutup perbatasan mereka.

Negara lain yang juga melakukan pembatasan perjalanan dari penerbangan asal negara-negara di Afrika diantaranya adalah Indonesia, Australia, Qatar, Amerika Serikat, Inggris, Arab Saudi, Kuwait, dan Belanda.

Risiko bagi negara dengan vaksinasi rendah

Senin kemarin (29/11), WHO sudah mendesak ke-194 negara anggotanya mempercepat vaksinasi bagi kelompok yang rentan karena kemungkinan varian Ormicon akan menyebar luas.

"Omicron memiliki jumlah mutasi yang tidak biasanya, beberapa mutasi itu akan berdampak pada kemungkinan meningkatnya wabah," kata WHO.

"Risiko global terkait varian baru ini dinilai sebagai sangat tinggi."

Baca Juga: Munculnya Varian Omicron, Bagaimana dengan Nasib Pariwisata?

Sejauh ini menurut WHO belum ada yang meninggal karena varian Omicron, namun penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui kemungkinan varian baru initidak akan kebal dengan vaksinasi yang sudah ada, atau juga anti-bodi bagi mereka yang pernah tertular virus corona.

"

"Dampaknya terhadap populasi yang rentan sangat besar khususnya bagi negara yang tingkat vaksinasinya masih rendah."

"

"Kasus COVID-19 dan infeksi bisa juga terjadi pada mereka yang sudah divaksinasi meski jumlahnya akan kecil."

Sejumlah negara kembalimenutup perbatasan

Dengan laporan jumlah penularanvarian Omicron yang bertambah di berbagai negara,Jepang mengumumkan akan melarang semua warga asing masuk ke negaranya.

Belum dilaporkan adanya kasus Omicron di Jepang dan negara tersebut baru saja membuka perbatasan internasional. Namun sekarang pemegang visa bisnis jangka pendek, mahasiswa asing dan pekerja asing dilarang masuk.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI