alexametrics

Ungkap Menteri Tak Paham Visi Misi Presiden Jokowi, Tjahjo Kumolo: Dia Bikin Sendiri

Agung Sandy Lesmana | Ria Rizki Nirmala Sari
Ungkap Menteri Tak Paham Visi Misi Presiden Jokowi, Tjahjo Kumolo: Dia Bikin Sendiri
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPANRB) Tjahjo Kumolo. Ungkap Menteri Tak Paham Visi Misi Presiden Jokowi, Tjahjo Kumolo: Dia Bikin Sendiri. (dok. istimewa)

"Di tahun pertama pemerintahan Bapak Jokowi, mohon maaf Pak Menko masih ada yang tidak paham visi-misi presiden, sehingga dia membuat visi misi sendiri..."

Suara.com - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Tjahjo Kumolo mengungkapkan kalau ada menteri yang tidak memahami visi misi presiden. Sehingga pada akhirnya menteri tersebut membuat visi misi sendiri.

Tjahjo tidak menyebut siapa menteri yang dimaksud. Namun menurutnya kisah itu terjadi di awal pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) - Ma'ruf Amin.

"Di tahun pertama pemerintahan Bapak Jokowi, mohon maaf Pak Menko masih ada yang tidak paham visi-misi presiden, sehingga dia membuat visi misi sendiri, menjabarkan visi misi presiden, ini kan sudah repot," kata Tjahjo acara bertajuk Seminar Nasional Reformasi Birokrasi dan Penandatanganan Butir-Butir Komitmen Kepala Daerah yang disiarkan melalui YouTube Kemenko Polhukam, Rabu (1/12/2021).

Tjahjo menegaskan kalau tidak ada visi misi menteri. Mantan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) itu mengatakan visi misi yang ada hanyalah yang dirumuskan Jokowi selaku pemimpin kabinet.

Baca Juga: MPR RI Kesal Menteri Keuangan Kerap Absen Rapat, Sri Mulyani Berikan Klarifikasi

Salah satu dari visi misi Jokowi ialah reformasi birokrasi di mana birokrasi disederhanakan menjadi dua level eselon dan peralihan jabatan struktural menjadi fungsional.

Menurutnya, Jokowi ingin jajarannya itu bisa bekerja cepat dan produktif.

"Pak Jokowi ingin kerja cepat, kerja keras dan kerja produktif, jangan terjebak rutinitas yang monoton. Rutinitas yang monoton inilah, saya kira kunci Bappenas, kuncinya Kemenkeu, dan Kemendagri," pungkasnya.

Komentar