9 Fakta Varian Omicron Masuk Indonesia, Pasien Petugas Kebersihan Tanpa Gejala

Chyntia Sami Bhayangkara | Suara.com

Kamis, 16 Desember 2021 | 13:59 WIB
9 Fakta Varian Omicron Masuk Indonesia, Pasien Petugas Kebersihan Tanpa Gejala
Ilustrasi fakta kasus pertama Varian Omicron masuk Indonesia (Envato)

Suara.com - Menteri Kesehatan atau Menkes Budi Gunadi Sadikin mengumumkan kasus pertama Covid-19 varian Omicron masuk Indonesia, Kamis (16/12/2021). Indonesia menambah daftar panjang sederet negara-negara dunia yang mengonfirmasi adanya varian Omicron.

Tak hanya itu, Budi juga menyampaikan ada lima kasus probable varian Omicron yang masih diperiksa lebih lanjut.

Berikut Suara.com merangkum kumpulan fakta varian Omicron masuk Indonesia.

1. Pasien Petugas Kebersihan Wisma Atlet

Kasus pertama varian Omicron di Indonesia ditemukan pada seorang pasien berinisial N. Pasien tersebut merupakan petugas kebersihan di Rumah Sakit Darurat Covid-19 Wisma Atlet, Jakarta.

Dari hasil pemeriksaan rutin di Wisma Atlet, tiga orang dinyatakan positif Covid-19 dan satu diantaranya positif varian Omicron.

2. Tertular Sejak 8 Desember

Pasien N dan dua orang lainnya terkonfirmasi positif Covid-19 melalui tes rutin di Wisma Atlet pada 8 Desember 2021. Dari pemeriksaan metode Whole Genome Sequencing (WGS) untuk mengetahui variannya, sampel pasien N terkonfirmasi positif varian Omicron per tanggal 15 Desember 2021.

3. Sehat Tanpa Gejala

Menkes Budi menyampaikan, pasien N yang terkonfirmasi varian Omicron dalam kondisi sehat tanpa gejala apapun.

"Pasien ini tanpa gejala, jadi mereka masih sehat, tidak ada demam, tidak ada batuk," ujar Budi.

4. Tertular Usai Layani Pasien

Budi menegaskan, pasien N tidak memiliki riwayat bepergian ke luar negeri dalam dua pekan terakhir. Lantas, pasien N tertular varian Omicron dari mana?

Budi menduga pasien N yang merupakan petugas kebersihan Wisma Atlet itu tertular saat melayani pasien di rumah sakit darurat tersebut.

"Petugas pembersih ini tidak memiliki histori perjalanan luar negeri, tetapi kita belajar dari Hong Kong memang terjadi juga seperti itu, jadi karena dia melayani pasien sehingga akibatnya dia tertular," ungkapnya.

5. Sudah Negatif Covid-19

Usai dinyatakan positif Covid-19, pasien N langsung menjalani karantina di Wisma Atlet Jakarta. Tiga hari setelah terkonfirmasi, pasien N kembali menjalani pemeriksaan PCR dan hasilnya sudah negatif Covid-19.

6. Ada 5 Kasus Probable Varian Omicron

Selain satu kasus terkonfirmasi positif varian Omicron, ada lima pasien lain kasus probable varian Omicron.

Kasus probable adalah orang yang masih dalam kategori suspek dan memiliki gejala ISPA berat, gagal napas, atau meninggal dunia, namun belum ada hasil pemeriksaan yang memastikan bahwa dirinya positif Covid-19 varian omicron.

"Tiga kasus probable lainnya adalah warga negara asing dari China yang katang ke Manado dan tengah isolasi dan karantina di Manado," kata Menkes Budi.

Sementara itu, dua kasus probable varian Omicron berada di Jakarta. Keduanya merupakan WNI yang baru kembali dari Amerika Serikat dan Inggris.

7. Belum Ada Transmisi Lokal

Budi memastikan hingga saat ini belum terjadi transmisi lokal penularan varian Omicron di Indonesia.

Meski demikian, pemerintah semakin gencar melakukan sampling genome sequencing lebih ketat untuk mendeteksi lebih dini adanya penularan varian Omicron.

"Kalau sampai sekarang, transmisi komunitas belum kami temui, walau pun kami terus melakukan sampling genome sequencing yang lebih ketat," papar Budi.

8. IHSG Langsung Anjlok

Kabar adanya kasus pertama varian Omicron di Indonesia langsung membuat Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG anjlok.

Menurut data PT Bursa Efek Indonesia, IHSG di buka naik 6.648 pada awal perdagangan namun menjelang pukul 11:00 siang IHSG terpantau terus menurun, karena dibarengi dengan pengumuman pemerintah soal adanya WNI yang terkonfirmasi positif virus varian Omicron.

Pada sesi tersebut, frekuensi perdagangan telah mencapai 928 ribu kali dengan volume 13 juta lembar saham dengan nilai mencapai Rp6,6 triliun.

Sebanyak 372 saham terpantau melemah dan 149 saham menguat, sementara itu sebanyak 145 saham tidak ditransaksikan sama sekali.

9. Imbauan Menkes

Menkes Budi mengimbau agar seluruh masyarakat tetap tenang dan tidak panik usai kasus pertama varian Omicron terkonfirmasi masuk Indonesia.

Ia meminta agar masyarakat lebih memperketat protokol kesehatan guna mencegah penyebaran varian Omicron.

"Pesan dari kami adalah tidak usah khawatir, tidak usah panik, tetap hidup seperti biasa, yang paling penting adalah tetep jaga kewaspadaan. Jangan kendor, jangan kurang disiplinnya terutama memakai masker dan jaga jarak. Jangan terlalu berkerumun," imbau Budi.

Itulah 9 fakta kasus pertama varian Omicron masuk Indonesia. Tetap patuhi protokol kesehatan dan terapkan 5M untuk memutus rantai penularan Covid-19.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menkes Budi: Pasien Pertama Omicron Indonesia Sehat, Tak Bergejala Covid-19

Menkes Budi: Pasien Pertama Omicron Indonesia Sehat, Tak Bergejala Covid-19

News | Kamis, 16 Desember 2021 | 13:15 WIB

Petugas Kebersihan Wisma Atlet Diduga Tertular Omicron Karena Melayani Pasien

Petugas Kebersihan Wisma Atlet Diduga Tertular Omicron Karena Melayani Pasien

Bali | Kamis, 16 Desember 2021 | 12:58 WIB

Belum Ada Transmisi Komunitas, Kemenkes Mulai Antisipasi Meluasnya Kasus Varian Omicron

Belum Ada Transmisi Komunitas, Kemenkes Mulai Antisipasi Meluasnya Kasus Varian Omicron

Health | Kamis, 16 Desember 2021 | 12:52 WIB

7 Arahan WHO Agar Terhindar dari Virus Corona Varian Omicron

7 Arahan WHO Agar Terhindar dari Virus Corona Varian Omicron

Health | Kamis, 16 Desember 2021 | 12:38 WIB

Menkes Budi Gunadi Sebut Masih Ada 5 Kasus Probable Varian Omicron di Indonesia

Menkes Budi Gunadi Sebut Masih Ada 5 Kasus Probable Varian Omicron di Indonesia

Health | Kamis, 16 Desember 2021 | 12:32 WIB

Varian Omicron Muncul Di Indonesia, Pemerintah Perlu Naikkan Level PPKM?

Varian Omicron Muncul Di Indonesia, Pemerintah Perlu Naikkan Level PPKM?

News | Kamis, 16 Desember 2021 | 11:54 WIB

Terkini

Update Kericuhan Lukas Enembe: 14 Orang Diperiksa, Polisi Data Puluhan Kendaraan yang Rusak

Update Kericuhan Lukas Enembe: 14 Orang Diperiksa, Polisi Data Puluhan Kendaraan yang Rusak

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 23:34 WIB

Momen Akrab Presiden Prabowo Dialog di Atas Perahu: Borong Keluhan Nelayan Gorontalo

Momen Akrab Presiden Prabowo Dialog di Atas Perahu: Borong Keluhan Nelayan Gorontalo

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 23:22 WIB

Nelayan Tak Boleh Dilupakan, Prabowo Janjikan Perbaikan Kesejahteraan Nasional

Nelayan Tak Boleh Dilupakan, Prabowo Janjikan Perbaikan Kesejahteraan Nasional

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 20:52 WIB

Prabowo di Gorontalo: Indonesia Kuat, Tak Panik Hadapi Gejolak Dunia karena Swasembada Pangan

Prabowo di Gorontalo: Indonesia Kuat, Tak Panik Hadapi Gejolak Dunia karena Swasembada Pangan

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 20:37 WIB

Prabowo soal MBG: Sekolah yang Butuh Segera Diberi, yang Tidak Perlu Tidak Dipaksakan

Prabowo soal MBG: Sekolah yang Butuh Segera Diberi, yang Tidak Perlu Tidak Dipaksakan

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 20:31 WIB

Anies Baswedan dan Najelaa Shihab Soroti Bahaya AI bagi Pelajar: Otak Bisa Malas Berpikir

Anies Baswedan dan Najelaa Shihab Soroti Bahaya AI bagi Pelajar: Otak Bisa Malas Berpikir

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 20:25 WIB

Ketua DPD Golkar DKI Sebut Jakarta Darurat Sampah, Warga Diminta Mulai Bergerak dari Rumah

Ketua DPD Golkar DKI Sebut Jakarta Darurat Sampah, Warga Diminta Mulai Bergerak dari Rumah

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 20:16 WIB

Prabowo Genjot Ekonomi Biru, Nelayan Disiapkan Jadi Kekuatan Baru Indonesia

Prabowo Genjot Ekonomi Biru, Nelayan Disiapkan Jadi Kekuatan Baru Indonesia

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 20:07 WIB

Terungkap! Ratusan WNA Operator Judi Online di Hayam Wuruk Ternyata Direkrut 'Veteran Kamboja'

Terungkap! Ratusan WNA Operator Judi Online di Hayam Wuruk Ternyata Direkrut 'Veteran Kamboja'

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 20:02 WIB

Menuju Target Nasional Pengurangan Sampah 2029, Ini Kebiasaan yang Harus Digencarkan di Rumah

Menuju Target Nasional Pengurangan Sampah 2029, Ini Kebiasaan yang Harus Digencarkan di Rumah

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 19:57 WIB