facebook

Sampaikan LPJ, Said Aqil Beberkan Keuangan PBNU: Sisa Saldo Akhir Rp 8 Miliar

Bangun Santoso | Bagaskara Isdiansyah
Sampaikan LPJ, Said Aqil Beberkan Keuangan PBNU: Sisa Saldo Akhir Rp 8 Miliar
Calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siraj memberikan keterangan pers di Jakarta, Rabu (8/12/2021). Ketua Umum PBNU petahana, Said Aqil Siraj mengumumkan kesediaannya untuk maju sebagai calon Ketua Umum PBNU periode 2021-2026 di Muktamar ke-34 NU, Lampung. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga

Dalam laporan di bidang keuangan, Said membeberkan situasi atau kondisi keuangan PBNU selama periode kepemimpinannya antara 2015-2021

Suara.com - Laporan pertanggungjawaban atau LPJ Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) sudah disampaikan Said Aqil Siradj selaku ketua umum di hadapan muktamirin atau peserta Muktamar NU ke-34 di UIN Raden Intan, Bandar Lampung, Kamis (23/12/2021). Laporan itu juga sudah dinyatakan diterima.

Dalam laporan di bidang keuangan, Said membeberkan situasi atau kondisi keuangan PBNU selama periode kepemimpinannya antara 2015-2021.

Said menjelaskan, apa yang dibeberkannya soal keuangan tersebut dapat dipertanggungjawabkan. Pasalnya PBNU menggunakan jasa auditor independen dalam prosesnya.

"PBNU telah menyewa lembaga auditor independen untuk mengaudit laporan keuangan PBNU. Laporan keuangan PBNU setiap tahun berdasarkan auditor independen terkait Laporan Penerimaan dan Pengeluaran PBNU," kata Said.

Baca Juga: Beberkan LPJ di Muktamar NU ke-34, Said Aqil Jamin Pesantren NU Tak Disusupi Paham Radikal

Dalam akhir penyampaian laporannya tersebut, Said mengharapkan NU tetap eksis dan akan selalu membaktikan diri untuk membangun masyarakat meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraannya.

"Semoga laporan pertanggungjawaban ini dapat menjadi bahan evaluasi dan titik pijak bagi Nahdlatul Ulama dalam upaya untuk terus meningkatkan performa organisasi untuk sebesar-besar kemanfaatan bagi nahdliyin khususnya, dan bagi bangsa Indonesia serta peradaban dunia,” tandasnya.

Adapun paparan keuangan yang disampaikan sebagai berikut:

  • Tahun 2015 Saldo Rp. 1,698,939,065. Penerimaan: Rp. 19,350,256,694. Pengeluaran: Rp. 19,427,631,464
  • Tahun 2016 Saldo Rp. 1,621,564,295. Penerimaan: Rp. 15,622,017,500. Untuk Pengeluaran: Rp. 15,317,470,566
  • Tahun 2017 Saldo: 1,926,111,229 Rp. Penerimaan: Rp. 17,265,799,723. Pengeluaran: Rp. 13,557,714,869
  • Tahun 2018. Saldo: Rp. 5,634, 196,083 Penerimaan: Rp.12.780.689.985, Pengeluaran: Rp. 13,846,845,202
  • Tahun 2019. Saldo Rp. 4,568,040,865 Penerimaan: Rp. 36,227,946,061. Pengeluaran: Rp. 34,256,914,575
  • Tahun 2020. Saldo Rp. 6,539,072,352. Penerimaan: Rp. 15,223,873,741. Pengeluaran: Rp. 11,492,605,687
  • Tahun 2021. Saldo Rp. 10,270,340,406. Penerimaan Rp 9,439,475,710. Pengeluaran Rp. 11,421,520,578
  • Saldo Akhir sampai tahun 2021 adalah Rp. 8,288,295,578

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar