Survei Publik Nilai Kasus Korupsi Makin Banyak, Pemberantasan Kian Buruk

Erick Tanjung, Novian Ardiansyah

Minggu, 26 Desember 2021 | 17:52 WIB
Survei Publik Nilai Kasus Korupsi Makin Banyak, Pemberantasan Kian Buruk
Ilustrasi kasus korupsi [Suara.com]

Suara.com - Mayoritas masyarakat menilai korupsi di Indonesia semakin banyak dibanding tahun lalu. Penilaian itu berdasarkan hasil survei terbaru dari Saiful Mujani Research and Consulting/SMRC bertajuk Ekonomi-Politik 2021 dan Harapan 2022: Opini Publik Nasional.

Sebanyak 41,1 persen masyarakat menilai korupsi pada umumnya sekarang justru semakin banyak dibanding tahun lalu. Sedangkan masyarakat yang menilai korupsi semakin sedikit berjumlah 22,1 persen.

Sementara 31,1 masyarakat menilai sama saja dan 5,7 persen tidak tahu atau tidak menjawab.

“Dalam dua tahun terakhir, warga yang menilai korupsi semakin banyak selalu lebih banyak dibanding yang menilai semakin sedikit,” kata Direktur Riset SMRC, Deni Irvani dalam paparannya secara daring, Minggu (26/12/2021).

SMRC juga mendapati ada 41,5 persen masyarakat Indonesia yang menilai pemberantasan korupsi masih buruk.

"Hanya ada 28,8 persen publik yang menilai kondisi pemberantasan korupsi di Indonesia baik atau sangat baik," ujar Deni.

Deni berujar angka tersebut lebih rendah dibanding yang menilai buruk atau sangat buruk, yakni 41,5 persen. Sementara 25,1 persen masyarakat menilai sedang saja dan sisanya 4,5 persen tidak tahu atau tidak jawab.

Di sisi lain, Deni berujar masyarakat optimisme pemberantasan korupsi setahun ke depan masih cukup kuat. Ada 54,8 persen warga yang menilai kondisi pemberantasan korupsi setahun ke depan akan baik atau sangat baik.

Adapun masyarakat yang menilai akan buruk dan sangat buruk lebih rendah hanya 18,5 persen. Sedangkan 18,5 persen menilai sedang saja dan sisanya sebesar 8,3 persen tidak tahu atau tidak menjawab.

baca juga

Dalam survei dengan pertanyaan berbeda menemukan 43,8 persen masyarakat menilai korupsi setahun ke depan akan semakin sedikit. 19,3 persen menilai semakin banyak, 26,8 persen menilai sama saja, dan 10,1 persen tidak tahu atau tidak menjawab.

Diketahui survei dilakukan pada 8-16 Desember 2021 melalui tatap muka atau wawancara langsung dengan melibatkan 2420 responden terpilih secara acak (multistage random sampling) dari seluruh populasi Indonesia yang berumur minimal 17 tahun atau sudah menikah. Response rate (responden yang dapat diwawancarai secara valid) sebesar 2062 atau 85 persen. Margin of error survei diperkirakan sebesar ± 2,2 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

KPK Masih Lengkapi Alat Bukti Kasus Korupsi DID Kabupaten Tabanan Bali

KPK Masih Lengkapi Alat Bukti Kasus Korupsi DID Kabupaten Tabanan Bali

Bali | Jum'at, 24 Desember 2021 | 16:05 WIB

Kasus Dana Hibah Kolaka Timur, KPK Panggil Pegawai Kemendagri dan Direktur PTSMI

Kasus Dana Hibah Kolaka Timur, KPK Panggil Pegawai Kemendagri dan Direktur PTSMI

News | Jum'at, 24 Desember 2021 | 12:29 WIB

KPK Panggil 3 Saksi Kasus Korupsi Kabupaten Kolaka Timur

KPK Panggil 3 Saksi Kasus Korupsi Kabupaten Kolaka Timur

Sulsel | Jum'at, 24 Desember 2021 | 07:55 WIB

Terkini

Raja Yordania Buru Pembantai Jemaat Gereja Karak, Janji Tindak Tegas

Raja Yordania Buru Pembantai Jemaat Gereja Karak, Janji Tindak Tegas

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 12:15 WIB

Pakar: Cegah Karhutla, Jangan Hanya Andalkan Sanksi Hukum

Pakar: Cegah Karhutla, Jangan Hanya Andalkan Sanksi Hukum

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 12:12 WIB

Operasi Patuh 2026 Mulai Jam Berapa? Ini 11 Pelanggaran yang Diincar

Operasi Patuh 2026 Mulai Jam Berapa? Ini 11 Pelanggaran yang Diincar

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 12:10 WIB

IHSG Bebas Jual-Beli! BEI Resmi Cabut Aturan Suspend Saham, Begini Skema Barunya

IHSG Bebas Jual-Beli! BEI Resmi Cabut Aturan Suspend Saham, Begini Skema Barunya

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 12:10 WIB

BEI Langsung Tandai Saham yang Terindikasi Gorengan, Rekening Efek Bisa Diblokir

BEI Langsung Tandai Saham yang Terindikasi Gorengan, Rekening Efek Bisa Diblokir

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 12:07 WIB

Bareskrim Turun Tangan Usut Karhutla di Kaltim dan Kalteng

Bareskrim Turun Tangan Usut Karhutla di Kaltim dan Kalteng

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 12:07 WIB

Khofifah Pastikan 438 Ribu Siswa Jatim Ikuti TKA Tanpa Gangguan Teknis

Khofifah Pastikan 438 Ribu Siswa Jatim Ikuti TKA Tanpa Gangguan Teknis

Jatim | Senin, 26 Oktober 2026 | 12:05 WIB

Kenapa Hari Sumpah Pemuda Tidak Tanggal Merah? Cek Penjelasan Resmi Aturannya

Kenapa Hari Sumpah Pemuda Tidak Tanggal Merah? Cek Penjelasan Resmi Aturannya

Lifestyle | Senin, 26 Oktober 2026 | 12:05 WIB

Harga iPhone 13 Terbaru Resmi dan Bekas di Pasaran: Masih Jadi Primadona, Banderol Masuk Akal

Harga iPhone 13 Terbaru Resmi dan Bekas di Pasaran: Masih Jadi Primadona, Banderol Masuk Akal

Tekno | Senin, 26 Oktober 2026 | 12:02 WIB

Konstruksi Stadion Untia Makassar Berkapasitas 15.000 Penonton Dimulai Awal 2027

Konstruksi Stadion Untia Makassar Berkapasitas 15.000 Penonton Dimulai Awal 2027

Sulsel | Senin, 26 Oktober 2026 | 12:02 WIB

×