Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak Turun, Menteri PPPA: Tak Boleh Berpuas Hati

Chandra Iswinarno, Ummi Hadyah Saleh

Senin, 27 Desember 2021 | 16:31 WIB
Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak Turun, Menteri PPPA: Tak Boleh Berpuas Hati
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak I Gusti Ayu Bintang Darmawati. [Suara.com/Ummi Hadyah Saleh]

Suara.com - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) I Gusti Ayu Bintang Darmawati menyatakan hasil survei pengalaman hidup perempuan pada tahun 2021, menunjukkan penurunan prevalensi kekerasan terhadap perempuan.

Penurunan prevalensi kekerasan terhadap perempuan tersebut kata Bintang, angka lebih rendah dibandingkan dengan tahun 2016.

"Tahun 2021, menunjukkan penurunan prevalensi kekerasan terhadap perempuan dibandingkan tahun 2016, baik itu  kekerasan yang dilakukan oleh pasangan selain baik itu dilakukan oleh pasangan. Demikian juga selain pasangan maupun kekerasan yang dilakukan oleh pasangan dan selain pasangan dengan referensi selama hidup," ujar Bintang di Kementerian PPPA, Jakarta, Senin (27/12/2021).

Ia mencontohkan kekerasan fisik dan atau seksual yang dilakukan pasangan dan selain pasangan tahun 2021, dialami oleh 26,1 persen atau 1 dari 4 perempuan usiai 15 sampai dengan 64 tahun selama hidupnya.

Angka tersebut, menurutnya turun dibandingkan pada tahun 2016 silam.

"Tentunya angka ini turun dibandingkan tahun 2016 yaitu sebesar 33,4 persen atau 1 dari 3," ucap dia.

Sementara kata Bintang, dari hasil survei nasional pengalaman hidup anak dan remaja juga menunjukan penurunan prevalensi kekerasan terhadap anak. Jumlah tersebut kata dia menunjukan hasil yang menggembirakan. 

"Kalau kita melihat hasil survei nasional pengalaman hidup anak dan remaja tahun 2021, juga cukup menggembirakan karena secara umum, juga memperlihatkan penurunan prevalensi kekerasan terhadap anak," tutur Bintang.

Bintang mengatakan, dilihat dari perbedaan gender dalam pengalaman kekerasan, anak laki-laki dan perempuan usia 13 sampai 17 tahun, sama-sama mengalami penurunan prevalensi kekerasan. 

Namun kata dia, pengalaman anak perempuan masih lebih banyak yang mengalami kekerasan. Pihaknya mencatat, pada tahun 2021 tercatat sebanyak 34 persen atau 3 dari 10 anak laki-laki dan 41,05 persen, atau 4 dari 10 anak perempuan usia 13 sampai 17 tahun pernah mengalami satu jenis kekerasan atau lebih di sepanjang hidupnya.

"Sementara pada tahun 2018, tercatat 62,3 per 1 persen atau 6 dari 10 anak laki-laki dan 62,75 persen atau 6 dari 10 anak perempuan mengalami satu jenis kekerasan atau lebih di sepanjang hidupnya," kata dia.

Bintang melanjutkan, penurunan prevalensi kekerasan terhadap perempuan dan anak pada tahun 2021, tentunya merupakan buah dari berbagai upaya pencegahan dan penanganan yang dilakukan bersama-sama lintas sektor.

Kendati demikian, kata Bintang perlu dicermati bahwa meskipun data menggambarkan prevalensi kekerasan terhadap perempuan dan anak yang menurun namun angkanya masih memprihatinkan.

Karena itu, Bintang meminta semua pihak tak boleh berpuas hati dengan penurunan prevalensi kekerasan terhadap anak dan perempuan. 

"Artinya apa, kita tidak boleh berpuas hati dan berhenti di sini saja , perjalanan kita masih panjang, karena seharusnya tidak boleh ada satupun anak, tidak boleh ada satupun perempuan yang mengalami kekerasan apapun alasannya," kata Bintang.

"Ini perlu sinergi bersama kolaborasi bersama untuk mewujudkan mimpi-mimpi yang luar biasa untuk beri perlindungan dan anak Indonesia. Maka saya ingin mengajak emerangi kekerasan terhadap perempuan dan anak sekecil apapun upaya yang kita lakukan, jika dilakukan secara bersama-sama pasti hasilnya akan luar biasa," katanya. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Survei KemenPPPA: Jumlah Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak Menurun

Survei KemenPPPA: Jumlah Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak Menurun

Lifestyle | Senin, 27 Desember 2021 | 14:05 WIB

Sosiolog UGM: Harus Ada Sistem yang Kuat untuk Reduksi Kasus Kekerasan Seksual

Sosiolog UGM: Harus Ada Sistem yang Kuat untuk Reduksi Kasus Kekerasan Seksual

Jogja | Kamis, 23 Desember 2021 | 13:39 WIB

Dampak Kekerasan Terhadap Anak: Dapat Merusak Sel dan Neuron pada Otak

Dampak Kekerasan Terhadap Anak: Dapat Merusak Sel dan Neuron pada Otak

Your Say | Selasa, 21 Desember 2021 | 17:19 WIB

Terkini

Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap

Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap

News | Senin, 15 Juni 2026 | 16:19 WIB

Megawati: Saya Bukan Musuh Prabowo!

Megawati: Saya Bukan Musuh Prabowo!

News | Senin, 15 Juni 2026 | 16:17 WIB

PDIP Tegaskan Tutup Buku dengan Jokowi: Mau Pakai Jaket PSI, Itu Urusannya

PDIP Tegaskan Tutup Buku dengan Jokowi: Mau Pakai Jaket PSI, Itu Urusannya

News | Senin, 15 Juni 2026 | 16:17 WIB

Bos Blueray Akui Beri Rp 21 Miliar ke Dirjen Bea Cukai, KPK Buka Peluang Kembangkan Penyidikan

Bos Blueray Akui Beri Rp 21 Miliar ke Dirjen Bea Cukai, KPK Buka Peluang Kembangkan Penyidikan

News | Senin, 15 Juni 2026 | 16:09 WIB

Bahaya Konflik Kepentingan di Balik Dana Pribadi Prabowo untuk Diplomasi Luar Negeri

Bahaya Konflik Kepentingan di Balik Dana Pribadi Prabowo untuk Diplomasi Luar Negeri

News | Senin, 15 Juni 2026 | 16:04 WIB

Pangi Syarwi: Kalau Bicara Gibran Lihat Jokowi di Belakangnya, Bisa Jadi Dia Presiden Malam Kan

Pangi Syarwi: Kalau Bicara Gibran Lihat Jokowi di Belakangnya, Bisa Jadi Dia Presiden Malam Kan

News | Senin, 15 Juni 2026 | 16:00 WIB

Mendagri Apresiasi Stabilitas Inflasi Mei 2026, Minta Daerah Waspadai Kenaikan Minyak Goreng

Mendagri Apresiasi Stabilitas Inflasi Mei 2026, Minta Daerah Waspadai Kenaikan Minyak Goreng

News | Senin, 15 Juni 2026 | 15:58 WIB

Bukan Negara Kerajaan, Gaya Prabowo Soal Urusan Privat dan Negara Tuai Kritikan

Bukan Negara Kerajaan, Gaya Prabowo Soal Urusan Privat dan Negara Tuai Kritikan

News | Senin, 15 Juni 2026 | 15:57 WIB

Mahasiswa UBK: Presiden Kerap Tinggalkan Rakyat, Kedaulatan Masih Mengemis!

Mahasiswa UBK: Presiden Kerap Tinggalkan Rakyat, Kedaulatan Masih Mengemis!

News | Senin, 15 Juni 2026 | 15:51 WIB

Kritik Pengamanan Demo BEM UI, Megawati: Panggil Polisi Sini, Mau Tangkap Saya? Ayo!

Kritik Pengamanan Demo BEM UI, Megawati: Panggil Polisi Sini, Mau Tangkap Saya? Ayo!

News | Senin, 15 Juni 2026 | 15:49 WIB